My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
S2 Episode 25


__ADS_3

***


Masih Riyan POV yah~


***


Chupp


Secara tiba - tiba Vania malah mengecup pipi ku! Sial! Jantung ku berdegub sangat kencang. Benar - benar mendebarkan. Hari ini hari apa? Rabu, 13 Oktober, Pukul 6 lewat 46 menit,  23 detik. Aku akan mengingat hari bersejarah ini. Detik - detik ini.


"Hey bo--"


Aku manghentikan ucapan ku,  saat aku melihat pipinya mulai me merah. Apa dia merona?malu?


Dia hanya bisa menunduk, tanpa keberanian menatap ku.


"A-Aku, Aku... Aku mau pergi sekolah dulu!!! Makasih udah anterin aku!!!!! " Teriak nya. Itu sangat mengejutkan untuk ku. Kenapa anak ini tiba - tiba berteriak?


"Yah udah sih, Gu-"


Belum selesai aku mengucapkan suatu hal. Gadis itu sudah membanting pintu mobil ku.


Cowok gak peka?


Ini lah yang sekarang ada dipikiran ku. Mungkinkah apa yang orang katakan itu memang benar. Bahwa cowok itu gak peka? Ini enggak boleh terjadi! Aku enggak akan biarkan Vania bilang aku cowok gak peka!


Aku mencoba menerka maksud dari Vania sepanjang perjalanan. Dia mencium pipi ku, lalu pergi begitu saja? Tunggu! Ini bukan aku yang gak peka. Dia nya aja ngasih tanda - tanda gak jelas. Bahkan, dia sendiri yang PHP in aku. Udah di cium, di tinggalin. Ngajak gelud?!

__ADS_1


Aaaarrhhggggghhhh!!!


Aku berteriak frustasi di dalam mobil. Ada kah yang bisa memberi tahu ku, apa maksud perbuatan Vania barusan?! Bukan nya aku gak peka. Hanya saja aku beneran enggak ngerti maksud bocah itu.


Tring! Tring!


Telpon ku berbunyi. "Cih, siapa lagi ini?! Bising! " Gerutu ku, dengan malas mengangkat telpon nya.


"Assalamualaikum, Gue udah nyampek nih di sekolah Harapan. Lo dimana? Anak - anak nungguin lo ini. " seru nya. Aku kenal, dia Arfen. Satu - satu nya sahabat ku, yang kegendengan nya tiada tara. Satu kelebihan nya, dan itu cuma ganteng nya doang. Tapi, kalo ngomong udah kayak Raja se Mars.


"Gue OTW, oh yah Fen. Gue mau nanya nih. Tapi, soal pribadi. "


"What Happend my Friend? Oke, gue tau lo gak seganteng gue. Udah, enggak usah minder. Bukan nya lo jelek atau gak ganteng. Gue nya aja yang terlalu ganteng, Jadi santai aja. Enggak usah minder gitu! " Katanya santai, dengan nada nya.


Shit! Bodoh nya aku! Bagaimana aku bisa berpikiran meminta saran dari manusia satu ini. Tapi, segendeng apapun dia. Kami tetap terikat dalam jeratan persahabatan.


"Dia PHP in lo. "


"Paket Unlimited Sebulan, Powerbank terbaru gue, Makan gratis gue yang bayar sebulan. Kalo lo kasih tau jujur maksudnya. "


Aku tau Arfenik Arkasa lebih kaya dari ku, tapi itu nanti. Saat seluruh Harta keluarga Arkasa jatuh di tangan nya. Jadi, sekarang dia masih miskin. Dan aku lebih kaya, Karna 25 persen saham Adijaya Group, sudah atas Nama ku. Kesimpulan nya, uang ku saat ini lebih banyak. Hehe.


"Kode kali tuu, buat Lo nyatain perasaan ke dia. Dia nya malu lah. Masa dia cewek yang bilang cinta. Meski, Kalo sekarang sih sah sah aja. "


"Nyatain perasaan? Ke Vania? Bukan nya udah yah. Tiap hari malah. "


"Hah? Apa yan? Lo udah nyatain perasaan ke Vania? Tiap hari? Artinya lo di tolak tiap hari dong?! "

__ADS_1


"Bukam gitu juga. Orang bilang Cinta bukan ucapan, melainkan pembuktian. Nah, Gue gak ngucapin. Tapi, gue buktiin ke dia. Gue selalu ada buat dia. Tiap hari malah gue usahain ketemu dia. Itu bukti kan? Enggak butuh kata - kata?! "


Tanya ku heran. Maksudku, bukan kah ini? Pembuktian lebih efektif dari ucapan? Atau, aku yang salah mengerti? Tapi, aku sudah berusaha membuktikan cintaku. Dengan meluangkan waktu untuk selalu bertemu dengan Vania. Salah ku dimana?!


"Kemarin lo ganti Saraf yah Yan? Pake pipa aerr itu. Pantas. Bodoh nya mengalir ke DNA, menembus tulang. "


***


Vania POV


Apa ini?! Vania bodoh?! Kenapa kau tiba - tiba cium om Galak?! Ya ampun! Habislah Vania!


Hueaaa, Bagaimana Om Galak akan memandang ku sekarang. Apa dia akan marah? Membenci?


Tapi, itu beneran Refleks aku yang tak terduga. Aku gak tau, Aku ga jauh darinya.


Tapi, kalo gini ujung - ujung nya Om Galak pasti jijik sama aku.


"Vania, Gue jyjyk sama bocah rese kayak lo!! "


(Tiba - tiba Vania langsung membayangkan Riyan mengatakan hal itu di kepalanya. Hanya halusinasi Vania)


Oh engggak!!! Om Galak gak boleh Jijik sama Vania. Nanti, yang Vania gangguin siapa?! Arhhh!! Sialll!! Refleks kuranga ajar!!!


***


Note : maaf kalo author nya jarang up. Mood nya beneran ancur.

__ADS_1


__ADS_2