
***
"nah ini minum, bekas gue. " Tiba - tiba ada suara serta tangan yang mengulurkan Minuman botol yang isinya tinggal setengah. Thifa mendongak, menatap asal suara itu.
"Arfen?! " pekik Thifa kuat.
"Iyah ini gue. Santai aja kali. Enggak usah melotot gitu. " Tambah Arfen mengacak manis rambut Thifa yang di ikat satu.
"Eh, kalian gak tanding? " Tanya Thifa heran.
"Udah selesai. Kita menang, "
"Lah, kok cepet amat?!"
"Si Riyan noh Recok. Katanya kita harus main serius dari awal, biar cepat menang. Cepat selesai. Kalo kalah juga gak masalah katanya, yang penting cepat selesai. Dia mau jemput si bocah, enggak mau telat. "
Thifa celingukan mencari keberadaan Riyan. "Dia udah pergi? "
Arfen mengangguk.
"Kecepatan kilat akh, Gila tuh anak. "
Arfen duduk di sebelah Thifa. "Sayang gak tau yah, Dia bahkan pernah salah Nulis dokumen. Jadi isinya nama Vania aja. Ada di setiap halaman. Haha. "
Tawa Arfen pecah saat mengingat kejadian itu. Kejadian satu minggu yang lalu. Dimana makalah Kelompok Mereka yang Riyan kerjakan terselip Nama Vania di setiap halaman.
Pritttt!!
Suara buruk yang menghancurkan keromantisan Arfen. Padahal dia sudah lama tidak dekat Thifa. Lama? Eh ralat deh.
Pertandingan kembali Akan di mulai, dengan babak kedua yang di awali dengan Servis tim Thifa. Bahkan Thifa sendiri yang akan melakukan Servis.
Bukhhh!!
"Rebut momentum dengan membuka Poin pertama. Enggak dari Spike, dari Servis juga gak masalah. " gumam Thifa. Dia mulai melakukan Jump Serve.
__ADS_1
"Nice Serve" Tanggap Arfen dari bangku penonton.
Kali ini Bola peluang ada di pihak mereka. Dan yang sadisnya lagi, Spike akan di lakukan oleh Si #2 .
Pass nya Timing. Tunggu, jangan lompat dulu. Tu, Wa.. Lompat
Batin Thifa. Bukhh!! Suara itu keras sekali. Tim Thifa mampu menghalau serangan #2 yang mematikan. Meskipun dampak nya tangan Thifa memerah.
Shit! Sakit banget sumpah. Tenaga gila!
Batin Thifa sembari tersenyum. Menutupi rasa sakit tangannya.
"Siapkan Doktet terbaik ahli tulang di Vila sekarang. " Entah sejak kapan Arfen sudah menelpon Asistennya.
"Haha Khawatir lo berlebihan. Enggak bakal patah tuh tangan cewek lo. Tapi. Yah Thifa keren sih. Baca Timing pas gitu. " Sambung Hasan.
Pertandingan terus berlalu, Dan saat ini sudah match poin untuk SMA Merah Putih. Dengan Anggi Yang Menyervis. Servisan manis yang masuk.
"Woahhhhh!!! "
Teriakan heboh dari Tim Thifa, Bagaimana tidak. Pertandingan telah berakhir dan mereka lah yang menang. Di Dua babak berturut - turut.
"Eh Sorry, bukan Gue gak mau. Tahun depan Gue gak bisa ikut. Gue ini udah kelas Tiga. Tahun ini tamat"
"Argghhhhh!!! Enggak! Gue masih pengen main lagi bareng lo. Masih mau kalahin lo. "
"Yah udah. Kita main satu babak lagi gimana? Anggap aja lagi latih tanding."
"Oke setuju! Gur juga bakal nembus Blok kalian itu! " tiba - tiba Nomor dua dari Tim lawan. Yang Smashan nya sempat Thifa blok, ikut berbicara.
"Oke. kuy lah. Mumpung lawan gue libero yang tangguh. Gue mau coba - coba Servisan baru. " Tambah Anggi.
Mereka semua setuju. Dan bermain satu babak lagi. Kali ini bahkan lebih serius dari latih tanding biasa. Dan bahkan, Di babak ini pemenangnya adalah SMA Harapan, dengan poin 32 -30. Sungguh Duece yang panjang.
"Lain kali, kita main lagi yah. Dan Tahun depan. Siap - siap deh, Adik kelas kalian kita ***** habis. " Kata #2 Tim lawan.
__ADS_1
"Santai aja. Adik kelas kami, bakal kami didik sebaik mungkin. "
Akhirnya pertandingan itu benar - benar selesai. Mereka bertukar Nomor telepon. Bukannya menambah musuh. Thifa malah menambah teman nya. Tidak semua pertandingan akan mendatangkan musuh.
***
****
Thifa POV
Gue Lathifa Kanneira. Gue selalu bersyukur atas segala yang terjadi Sama Gue. Terutama, dengan datang nya Arfen dalam hidup gue.
Kesal? Itulah kesan awal gue terhadap dia. Tapi lama kelamaan Gue menemukan kedamaian dari Kekesalan gue. Menemukan ketenangan, dari ocehan gilanya.
Gue, Lathifa Kanneira mengakui telah jatuh terlalu dalam pada Cintanya Arfen.
Kali ini kita udah Tamat Sekolah. Masih panjang jalan yang bakal kita lalui kedepannya. Masih banyak Rintangan yang bakal kita hadapi.
Mampukah Gue dan Arfen tetap bersama. Enggak ada yang tau pasti gimana ke depannya. Yang jelas, Kita saat ini bakal LDR. Arfen balal Kuliah di Amerika, Dan gue tetap di indonesia. Gimana hubungan ini tetap berlanjut? Gue juga gak tau. Tapi, kalau kita emang jodoh. Yah enggak bakal pisah. Semoga aja emang jodoh.
***
My Special Boyfriend Season 1 dan 2 Selesai ~
Untuk kisah Riyan dan Vania, Author bakal buatin kisah nya sendiri yah. Karna itu masih panjang nantinya. Tiba - tiba ide cerita Riyan Vania menerobos masuk ke otak Author. hehe 😂
Note:
Mohon maaf apabila selama ini Up nya lama. Gak tepat janji. Author mohon maaf yah. Kalo ada kesamaan Nama tokoh /tempat itu kebetulan semata. Tapi, kalo ada Alur yanh dari awal sampai akhir sama. Itu bukan aku yang plagiat yah. Ini murni hasil berpikir aku.
Aku beneran mau minta maaf yah. Karna akhir2 ini up nya lama. Hiksss... Maaf... Aku bakal usahain di Novel Riyan Vania Up
Mohon dukungan.
Terima kasih~
__ADS_1
Thanks~
Arigatao Gozaimasu~