My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
Episode 60


__ADS_3

***


"Om Nathan? Sebenarnya mau apa Arfen ngumpulin kita semua di sini? " tanya Riyan,  ia merasa aneh. Mungkin kah Arfen benar - benar gila? Pikirnya.


"Om juga gak tau Yan,  Entah ada apa sama anak itu. " Sahut Nathan.


"Om,  Om Rei dimana? Tante Aisyah di mana? " kini Hasan lah yang bertanya.


"Di kamar Tamu. Jangan ganggu,  Stress berat dianya. "


"Kira - kira siapa yah yang nyulik Thifa? Dan di sekap di Pabrik minyak? " Celetuk Fandri.


Kini semua orang tampak nya memikirkan apa yang Fandri ucapkan.


"Oh yah Ari. Apa kau punya musuh? Maksud ku,  kecuali aku dan Rei? " tanya Nathan.


Yah memang, di sana ada Ari dan Nando. Itu semua karna Arfen lah yang meminta nya. Sedangkan Layla ada bersama Sheryl.


"Aku bukan orang jahat. Cuma kalian musuh ku. Semuanya adalah teman. " Sahut Ari. Masih berat bibir nya untuk mengeluarkan kata - kata.


"Teman? Apa bisa di percaya?" Selidik Nathan.

__ADS_1


"Ralat Om Ari. Kalian enggak musuh. Kalin bakal tetap jadi Besan. Soal nya,  Calon istri saya kan Anak om. " Sambar seseorang,  suara nya berasal dari pintu utama keluarga Arkasa. Semua pandang mata tertuju pada nya.


"Arfen?! Apa maksud lo? Enggak usah ngaco! Apalagi halu! Sadar Fen! Gue tau ini berat buat lo. Lo harus kuat. Harus ikhlas. " peringat Riyan,  Memang Riyan agak takut bahwa sahabat nya tiba - tiba akan sakit jiwa.


"Gue gak ngaco. Thifa sama Raisa masih hidup. Gue punya buktinya. " Sahut Arfen santai. Melemparkan sebuah jedai yang sudah berlumuran darah ke atas meja.


"Jangan memberikan seorang Ayah ini harapan palsu. Kau tau dosa nya. Kan? " Sinis Ari. Namun,  masih dengan suara lemah. Tapi di sisi lain,  Ari juga percaya bahwa putri tunggal nya masih hidup,  dan baik - baik saja.


"Apa maksud lo dengan sebuah jedai yang berlumuran darah Fen?! " Sambung Nando,  ia masih tidak mengerti.


"Jedai nya Raisa kan? Gue sering lihat Raisa pakai Jedai ini? Tapi, kok berdarah Fen? " tanya Riyan,  mengambil dan memperhatikan baik - baik Jedai itu.


Punya Raisa? Kok Gue gak tau? Gue gak tau apapun tentang Raisa. Bahkan barang yang sering dia pake, gue juga gak tau. Tapi kenapa,  gue sesak. Yang Gue sukai Thifa kan?


"Gue nemuin ini di halaman Pabrik,  dekat parkiran. Raisa itu bukan orang bodoh. Kalian tau maksud gue kan? "


"Maksud Kamu,  Mereka sudah di bawa oleh penculik nya sebelum gedung itu terbakar? " Sambar Rei yang masih berada di tangga.


***


"Raisa, maafin gue yah. Karna lo coba nolongin gue. Semuanya jadi gini. Maafin gue yah Sa. Harusnya lo gak perlu datang. " Lirih Thifa,  menatap hampa ke arah lampu seadanya yang menjadi sumber cahaya redup mereka.

__ADS_1


"Santai Aja kali. Gue lakuin ini, nyelametin elo bukan karna lo. Tapi karna Arfen, dan Zefan. Ini amanah dari Zefan,  buat Gue jagain lo. Yah hanya dengan cara ini gue bisa nebus kesalahan gue ke Zefan. Soal Arfen. Dia Arfen cinta ke elo Thif. Besar,  sangat besar. Gue itu temen Curhat nya Arfen. Dia banyak cerita tentang elo. Lo adalah Dunia nya Arfen. Dia bisa gila kalo kehilangan elo. Gue gak bisa. Gue gak bisa liat sepupu gue yang tengil jadi gila dan dingin, karna kehilangan orang yang dicintainya. " terang Raisa. Yah,  Raisa dan Arfen sudah dekat sejak kecil.


"Arfen? Dia... "


"Iyah Thifa. Arfen cinta banget ke elo. Waktu itu dia cerita ke gue,  dia suka ke elo. Waktu yang sama juga,  gue liat lo dekat sama Zefan. Gue mutusin buat dekat sama Zefan. Biar Zefan ngejauh,  dan Arfen deket ke elo. Maaf,  karna gue rebut Zefan dari elo. "


"Enggak Raisa! Ini bukan salah nya elo. Lagipula,  dengan begitu gue sadar kok. Gue ke Zefan itu punya rasa sayang kayak punya seorang kakak. Tapi,  Gue ke Arfen itu cinta. Cinta yang tulus Sa. Yang enggak akan terkikis oleh jarak dan waktu. Gue yakin itu. " 


Suasana Haru di antara kedua nya,  mengundang air mata untuk terus jatuh mengalir. Mereka mengungkapkan perasaan terdalam mereka. Seakan - akan mereka akan tiada besok.


"Thanks Thif. Thanks udah Cinta Ke Arfen. Thanks,  udah masuk dalam kehidupan Arfen. Makasih,  udah mau tulus ke dia. Oh yah,  kalo lo beneran jadi sama Arfen. Please,  jaga Shiren dan Refan. Mereka dua adik kesayangan gue. " lirih Raisa. Entah lah,  ia mempunyai perasaan tidak enak. Rasa,  apakah ia akan tetap bertahan di dunia ini?


Raisa merasakan hatinya tidak tenang. Sesak dan aneh. Jiwa nya juga. Namun,  ia masih berusaha semaksimal mungkin agar terlihat tenang di depan Thifa.


Ya Allah perasaan apa ini? Apa perasaan orang yang waktu nya gak lama lagi? Okeh,  gak masalah. Asal Thifa bisa sama Arfen. Keluarkan Thifa dari sini hidup - hidup ya Allah. Raisa Ikhlas.


Batin Raisa,  ia selalu serius dalam setiap doa nya.


***


Nextt??

__ADS_1


Lanjut??


__ADS_2