My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
Episode 26


__ADS_3

***


Yang tadi minta up.


Maaf yeee, Telat. Author ketiduran. Jadi wajarin aja banyak Typo nya, soal nya baru bangun tidur langsung megang hp. Wkwkwk.


***


"Ar-Fen?!  Lo ngapain?! " pekik Thifa agak terbatah


"Tadi sih niat nya mau lompat pagar,  beli minuman seger. Eh pas noleh kemari,  ada cewek cantik yang bikin ngiler" sahut Arfen santai,  merangkul manis gadis nya itu.


"lah, beli minuman? Terus gunanya kantin apa?! " heran Thifa.


"yah buat mojok bareng elo lah."


Thifa hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala nya. Dia sendiri bingung, harus bersikap apa pada Arfen kali ini.


"Eh, Melia. Lo mau gak lain kali gue beliin tuh minuman, enak tau." Kata Fandri mengambil kursi, duduk di sebelah Melia.


"Eh enak enggak? " tanya Melia polos.


"Enak banget, suer dah. Dingin seger uy, kalo di tempelin di jidat Anggi. Fix, Anggi enggak bakal sensian lagi sama gue." sambar Hasan yang duduk di sebelah Anggi.


Anggi melotot seketika, Thifa juga tak bisa menahan tawa nya. Tawa nya lepas begitu saja.


"Emang sibuk ngapain sih. Kok sampai enggak ke kantin? " Tanya Arfen, melihat - lihat buku paket di atas meja.


"Ngerjain Tugas." sahut Thifa singkat.

__ADS_1


"Oh ngerjain tugas biar nanti bisa main ke Rumah Gue. Ketemu nyokap gue? Bagus juga, soal nya nyokap gue udah nanyain lo mulu. "


Thifa memutar bola matanya jengah. Namun, bahagia hinggap di hatinya tatkala mendengar calon mamah mertuanya itu merindukan nya.


"Kelas kalian kok rapi bener yah? Kelas kita kok enggak sih Fen? " celetuk Riyan, ia berjalan menyusuri kelas itu. Menuju setiap sudut ruangan nya. Riyan memperhatikan detail kelas nya. Sapu di letakkan di tempat nya. Tak ada sampah plastik. Helm berjajar begitu rapi di belakang. Intinya semuanya tersusun rapi di tempat nya.


"Sumpah, beneran rapi bener nih kelas kalian." tambah Riyan tak henti nya memuji kerapian kelas Thifa. Sembari memegang Vas bunga yang ada di meja guru itu.


"Rapi? Rasanya ini standar deh? Emang kelas kalian gimana? " tanya Thifa heran.


"Kelas kami tuh Lu--"


Riyan langsung menutup mulut Fandri erat - erat. Terlalu gecor jika Mulut lemes Fandri di biarkan terbuka.


"ahh, Kelas kami tuh... Cantik, istemewa, ramai, disiplin, tertib, jarang ada yang terlambat. Pokok nya damai deh kalo guru gak masuk, aman aman aja. Kelas kami gitu loh ~ Sebelas IPA lima" sambar Arfen langsung mengambil buku Thifa.


"Ini mana yang belum selesai? Biar gue bantuin jawab dah " Saran Arfen. Mencoba mengalihkan pembicaraan mereka barusan. Topik kelas Rapi, itu terlalu menyiksa untuk Arfen CS.


Thifa, Anggi, dan Melia, tentu saja mereka bertiga mengetahui legenda kelas itu. Tapi, mereka hanya memanggut mendengar penjelasan Arfen.


"Nah, bener tuh kata Arfen. Kelas kita mah disiplin waktu. Tau aturan. Apalagi penghuni nya, euy kalem - kalem orang nya. Khusus nya nih kita berempat. " Sambar Hasan tak kalah pede dengan Nathan.


"Emang ada orang kalem yang manjat tuh pagar? " Protes Anggi, menoleh intens ke arah Hasan.


"Ada, kami lah orang nya. Selain kalem, kita juga ganteng. " sahut Arfen, dengan bangga nya.


"Iyah in aja girls. Payah ceritanya kalo enggak di iyain. Jadi Yes in aja biar cepat. " Sambar Thifa cepat.


"Setuju sama lo Thif, Kita Owh in aja"

__ADS_1


"Untung Gue sayang. Kalo enggak. Dah gue acak - acak tuh muka" Arfen dengan cepat menarik hidung gadis nya. Tak puas, ia juga menarik kedua pipi mulus Thifa. Membuat yang di ganggu sedikit meronta.


"Uhhhh... Kapan sih Gue Dua puluh tahun. Beneran pengen cepat - cepat nikah sama lo. Sumpah Gue gemes bangettt!! "


***


"Astagfirullah"


"Allah hu Akbar!! "


"Masya Allah"


"Ya Allah"


Seru ke empat nya bergantian. Yah mereka adalah Arfen CS yang Mengucap istighfar. Bagaimana tidak?! Mereka baru saja ada di depan Kelas. Namun, Sapu yang ada di belakang sudah terlempar ke depan. Penghapus tidak lagi di tempat nya, dan bahkan sudah dalam keadaan terbelah dua.


Meja nya sudah sama sekali tidak rapi. Teriakan heboh terlontar dari mereka. Ada yang berdendang dengan meja. Ada yang mengumpul, membentuk Lingkaran Gosip. Ada yang ngebo di belakang sana.


"Yee, ini sih kelas gue. " celetuk Arfen, mengedikkan bahunya. masuk ke kelas nya.


Ketiga Sahabat nya saling merangkul mengikuti jalan nya Arfen.


"Apapun, dan bagaimana pun. Inilah kelas kita. Sebelas IPA Lima. Dan gue bangga" tambah Arfen, yang mendapat anggukan dari ketiga sahabat nya.


Arfen dengan santai nya, menyusun Empat buah kursi menjadi satu. Dengan tas nya yang di letakkan di salah satu ujung nya. Untuk Apa? Tentu saja untuk Arfen tidur di sana.


***


Nexttt??

__ADS_1


Lanjuttt??


__ADS_2