
***
Riyan datang Dengan raut wajah kesal yang tidak mengenakkan. Akhirnya rombongan itu masuk Ke sekolah Harapan.
Mereka berbaris untuk menerima arahan. Dan akhirnya lomba itu di mulai.
Thifa juga sudah mulai melakukan pemanasan dengan yang lainnya. Arfen sendiri juga sudah bersiap bertanding.
Thifa dan Tim nya mulai berbaris beraturan. Dan
Pritttt!!!
Suara peluit berbunyi, menandakan bahwa Pertandingan nya sudah di mulai.
Servis pertama adalah dari tim lawan.
Bukhhh
Di passing manis oleh Thifa, Tepat ke arah Setter.
"Left! " Teriak Melia sebagai Setter. Anggi dari kiri berlari dan melakukan Spike (Smash). Spike dengan sudut manis yang sempurna. Lawan bahkan tak bisa Menahan nya. Satu poin untuk SMA Merah Putih.
Kali ini Aulia dari Tim Thifa yang Servis.
Bukhhhh!!
Sungguh Jump Serve (Servis atas dengan melompat) yang tajam dari Aulia. Namun, Masih bisa di terima oleh libero lawan. Mereka mulai membalikkan serangan . Melakukan Spike menyilang yang tajam. Namun, Bisa di Blokir oleh Melia dan akhirnya mencetak poin.
"Poin enggak selalu dengan Servis atau Spike. Bisa juga dari Blok loh~" Ujar Melia enteng.
__ADS_1
Menit demi menit sudah berlalu. Saat ini SMA Harapan memimpin dengan poin 20 - 19. SMA Merah Putih memang tertinggal satu poin. Tapi, satu poin itu dapat mengubah alur permainan nya.
Bukhhh!!!!
Lagi - lagi Spike tak terhentikan dari tim lawan. Ace (As/Penggebuk utama) mereka memang benar - benar kuat. Anggi bahkan Kewalahan.
Thifa menatap Wasit nya, Lalu mengisyaratkan untuk meminta time out pada wasit. Wasit mengizinkannya.
"Servis Nomor 6 itu bikin jengkelin yah. Apalagi Spike Ace nya! Gila! Sumpah cepet banget, udah tinggi banget lagi! " Keluh Anggi sambil mengelap keringat nya.
"Serasa Blok Gue itu sia sia aja. " tambah Putri, satu tim mereka.
"Guys, Blok bukan cuma soal Rentangin tangan terus lompat. Blok itu soal Timing, Kalo timing kita Pas. Spike Nomor Dua itu bosa kita hentikan. Maksud gue, Kita jangan lompat waktu dia lompat. Tapi, saat tangan dia ada di atas net. Kita baru lompat. Pas nya timing. Kalo emang gak bisa pake Kill Block, Kita pakai Soft Block. Gue rasa One Touch juga cukup. " Sambung Thifa. Meski dia bukan anak IPA, Otak nya lumayan loh dalam logika.
"Oh iyah Ingat. Kill Block itu yang Kita langsung cetak poin dengan Block. Kalo Soft Block, Kita bertujuan buat nyentuh bola nya aja. atau istilah nya One Touch. " Sambung Aulia mengerti.
Semuanya tersenyum menyeringai puas. Aura dari diri mereka tak lagi sama. Saat ini mereka sudah berada di penghujung set pertama.
"Gur bakal kalahin kalian, Gue enyahin. Jadi, siap - siap kalah aja. " Kata perempuan yang ada di Sebrang Net.
Thifa menarik senyuman nya.
"Coba aja. Gue gak bakal ngalah. " sahut Thifa enteng.
Bukannya marah, perempuan itu malah tersenyum bersemangat.
"Gue suka jenis orang kaya lo. Kepercayaan diri yang tinggi. "
Pritttt!!!
__ADS_1
Tim lawan sudah melakukan Servis. Benar - benar Spike Serve yang tajam. Mereka berhasil mencetak poin. Sehingga, SMA Harapan Match Poin lebih dulu. Dengan Skor SMA HARAPAN 24 dan Merah Putih 23.
"Match poin adalah saat Poin sudah mencapai satu angka sebelum Angka terakhir. Satu Set itu terdiri dari 25 poin. Dan Mereka udah Match poin dulu dari kita. " Ujar Putri mulai kelabakan. Satu poin ini benar - benar merepotkan.
"Apa sulit nya? Kalau gitu, kita buat Duece. Kita juga cuma ketinggalan satu poin kan dari mereka. " Sahut Thifa. Meski Thifa sendiri gugup, dia tidak boleh kaku. Dia adalah Kapten. Mental Kapten harus lebih kuat.
Note: Deuce adalah jika 2 tim sama-sama memiliki nilai 24 (24-24). Pertandingan dilanjutkan hingga salah satu tim memiliki selisih 2 poin dari tim lainnya (26-24, 27-25, dst.)
Bukhh!!
Tim lawan mulai melakukan Servis, Namun masih bisa Di Passing manis oleh Libero SMA Merah Putih. Tepat ke arah Setter.
"Thifa!!! " teriak Melia.
Thifa bersiap melakukan Spike, dan Bukhhh!!!
Spike itu masuk dengan tajam. Mengakibatkan satu poin untuk SMA Merah Putih. Dengan Skor 24-24, yang Artinya Duece.
Pertandingan terus berlalu, Hingga akhirnya poin menunjukkan. Harapan 25 dan SMA Merah Putih 26. Keberuntungan masih ada di pihak Harapan. Karna mereka yang Servis.
Bukhhh!!
Sayang sekali, mungkin karna rada gugup itu. Akhirnya membuat Servis Harapan payah. Servis nya tidak melewati Net. Memberikan poin pada SMA merah putih. Babak pertama di menangkan dengan SMA Merah Putih.
Mereka beristirahat sejenak.
"nah ini minum, bekas gue. " Tiba - tiba ada suara serta tangan yang mengulurkan Minuman botol yang isinya tinggal setengah. Thifa mendongak, menatap asal suara itu.
"Arfen?! " pekik Thifa kuat.
__ADS_1
"Iyah ini gue. Santai aja kali. Enggak usah melotot gitu. " Tambah Arfen mengacak manis rambut Thifa yang di ikat satu.
***