My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
Episode 61


__ADS_3

***


Assalamualaikum guys!


Hai hai!


Berhubung besok Lebaran, dan tugas Author makin buanyakk. Kayak nya hari ini cuma bisa up satu episode. Maaf yah~


Mungkin kalo aku semangat, aku bakal up hari ini juga. Dan besok? Up enggak yah?


***


Raisa merasakan hatinya tidak tenang. Sesak dan aneh. Jiwa nya juga. Namun,  ia masih berusaha semaksimal mungkin agar terlihat tenang di depan Thifa.


Ya Allah perasaan apa ini? Apa perasaan orang yang waktu nya gak lama lagi? Okeh,  gak masalah. Asal Thifa bisa sama Arfen. Keluarkan Thifa dari sini hidup - hidup ya Allah.


Batin Raisa,  ia selalu serius dalam setiap doa nya.


"Jangan makasih ke gue Sa. Gue yang harusnya makasih sama lo dan Arfen. Berrkat hadirnya kalian dalam kehidupan gue. Buat gue jadi jalani hari yang menyenangkan. " lirih Thifa. Ia kembali mengingat, Kenangan nya yang dulu. Dimana ia selalu salah paham terhadap Arfen dan Raisa.


"Oh yah Sa. Makasih, lo udah sadarin gue. Kalo gue enggak suka ke Zefan. Makasih, lo deket sama Arfen, dan rahasiain hubungan sepupu kalian. Berkat itu, gue sadar. Gue cemburu, gue suka ke Arfen." Lanjut gadis mungil itu.


"Yah sama - sama. Ingat yah, lo harus selalu ada di sisi Arfen. Harus. " Sahut Raisa, menghela napas kasar. Rasa tidak tenang di hatinya terus menggebu.


"Haha. Omongan kita ini udah kayak orang yang bekal kepisah selamanya aja sih Sa. Haha!" celetuk Thifa asal jeplak. Tapi, celetukan Thifa yang tanpa sengaja ini, sukses memberikan dampak luar biasa untuk Raisa.


Raisa tiba - tiba gemetar. Hatinya terguncang. Ingatan nya kembali pada kisah yang Aisyah ceritakan. Kisah dimana orang yang memberikan Nama Ardinanta pada Raisa tiada. Yah, orang itu adalah Farhan. Farhan paman nya Raisa.


Farhan tiada karna scane yang sama. Dalam kasus penculikan, meski Farhan meninggal bukan karna baku tembak. Tapi, dari hasil baku tembak yang terjadi membuat Nathan terluka, hingga Farhan mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Nathan.

__ADS_1


(kalian bisa liat di My Special Class)


Trauma itu terus membayangi Raisa saat ini. Apalagi, ia juga dalam hal yang sama? Di culik?


Raisa menghembuskan napas berat. Ia mengatur napasnya sebelum berbicara lebih lanjut pada Thifa.


"Eh, Sampai kapan ya kita bakal di sini. Jujur, gue bosen berhadapan sama kursi, tali, Ruangan pengap, gelap. Capek gue Sa. " Keluh Thifa, ia mulai membayangkan kehidupan sekolah nya yang sederhana namun sangat mengasyikkan.


"Lo tenang aja Thif. Cepat atau lambat Arfen bakal selametin kita gue yakin itu. "


"Kok lo seyakin itu sih Sa? Lo lupa apa kata para penjahat itu. Mereka bakar Pabrik nya, biar ngira kita udah mati. " Thifa kembali ingat apa yang para penculik itu katakan.


Sebenarnya apa rencana mereka? Mereka nyulik kita. Terus, buat kita pura - pura mati. Faedah nya apa?


Batin Thifa. Ia memang masih belum mengerti maksud dan tujuan para penculik itu.


"Iyah, soal nya sebelum kita naik mobil itu. Gue lukain tangan gue pakai jedai. Jedai nya gue lempar. Gue yakin, Orang terdekat gue bakal nemuin itu. " Terang Raisa.


"Emang ada yang tau lo di pabrik? " Heran Thifa. Ini sedikit tidak masuk akal. Bagaimana mungkin ada yang mengetahui Raisa ada di pabrik.


"Mobil Gue pake GPS. Gue parkir nya di Pabrik. " terang Raisa.


Yah, meski faktanya Arfen dan yang lainnya mengetahui Raisa ada di sana karna Aurel. Bukan karna GPS mobil.


"Oh yah Sa. Lo kok tau gue ada di pabrik? "


"Gue tau dari Aurel. Yang nyulik elo tuh si Aurel. Alasanya konyol banget sumpah. Cuma karna dia pengin sama Arfen"


"Wanita kalo udah gile nyeremin yah. "

__ADS_1


***


Arfen menghela napas berat saat mengedarai mobil nya. Meski ia yakin bahwa Thifa sang pujaan hati masih hidup. Tapi, Fakta bahwa sekarang Thifa hilang dan tak tahu ada di mana keberadaan nya. Dan siapa yang membawa mereka?


Arfen sudah mencoba menghubungi Aurel dan menginterogasinya. Tapi, sayangnya Aurel tak mengetahui apapun.


Siapa yang nyulik?


Pikir Arfen. Ia tidak pernah berhenti untuk mencari Dunia nya yang ada pada Thfia.


"Riyan. Lo kok tau itu Jedai punya Raisa? Maksud gue, Gue yakin Hasan dan Fandri juga gak tau itu Jedai punya Raisa. Lo kok tau? " Tanya Arfen, pada Riyan yang ada di sebelah nya.


Yah, Riyan merengek ikut bersama Arfen untuk mencari Thifa dan Raisa.


"Gue sering liat Raisa pakai jedai itu. Teman nya yang lain juga tau, kan? " Sahut Riyan tidak bisa di tebak wajah nya. Sendu? Menyeringai? Santai?


"Oh yah? Terus, Lo kok langsung kerahin orang suruhan lo buat nyelidikin kasus di Pabrik?! Udah lah yan, jujur aja ke gue. Lo suka kan sama Raisa? Lo cerita, gue ini sepupu nya Raisa. "


"Kalo gue emang suka kenapa? "


"Sejak kapan lo suka?"


"Sejak kita masuk SMA. di situ gue baru sadar. Gue suka sama Raisa, waktu dia dekat sama Zefan. " terang Riyan. Arfen cukup terkejut, pasalnya Riyan selama ini tidak pernah menunjukkan tanda - tanda bahwa dirinya menyukai Raisa.


Apa ini yang disebut cinta dalam diam yang sesungguhnya? Sampai enggak ada yang tau? Riyan mengagumi Raisa diam - diam?


"Terus, kenapa lo gak coba deketin Raisa? "


***

__ADS_1


Nexttt??


Lanjut?


__ADS_2