My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
Episode 73


__ADS_3

***


"Raisa Ardinanta. Keren juga sih kalo berubah jadi Nyonya Adijaya. Haha. Tunggu gue Sa. Gue udah gak ragu lagi. Gue udah gak mau ada di Friendzone. Gue bakal terus terang deketin elo. Siapa cepat,  dia dapat kan? " Gumam Riyan masih tersenyum bahagia menggenggam telepon nya.


"Raisa Ardinanta. Selamat. Lo berhasil buat gue rela ngorbanin apapun buat elo. Termasuk nyawa gue. Bucin yah bucin lah situ. Bodoamat juga. Gue emang bucin. " Lanjut nya,  menatap mania layar hp yang sudah menunjukkan foto Raisa yang tersenyum manis.


"Nando? Gue tau elo terpukul masalah bokap lo. Gue tau lo hidup sendiri. Gue tau lo suka sama Raisa. Tapi,  Gue juga gak bisa kehilangan Raisa. Gue udah terlanjur terlalu sayang sama dia. Bukan gue kejam mau ambil orang terayang elo. Tapi,  gue bisa gila kehilangan Raisa. "


Riyan yakin akan keputusan nya. Bahwa dia akan baik - baik saja,  ia bukan orang yang kejam.


***


Dimana sih? Kok gak keliatan? Ya ampum Thifa! Makanya punya badan tuh jangan pendek amat. Liat kan,  gue susah nyari elo!


Batin Arfen. Yah resiko punya cewek pendek dan mungil memang gitu. Susah bener mau di cari keberadaan nya.


Arfen CS masih setia celingukan sedari tadi mencari di mana Thifa dan yang lainnya.


Sepertinya Rindu Arfen memang sudah menumpuk. Ia tak sabar untuk bertemu gadis dambaan nya sampai lupa bahwa seragam olahraga nya belum di ganti.

__ADS_1


"Eh itu mereka! Kesana yuk! " ajak Arfen memukul kedua pundak teman nya. Menunjuk meja yang di huni oleh tiga gadis luar biasa mereka.


Seluruh mata kaum hawa tertuju pada tiga cowok ganteng. Seragam olahraga yang masih melekat di diri mereka dengan lengan pendeknya berhasil mempertontonkan otot kekar nya Arfen. Membuat banyak perempuan tak tau malu memfoto mereka.


Cup


Tanpa ada tanda - tanda apapun. Arfen yang baru datang dan duduk di sebelah Thifa. Dengan santai dan tak tau malunya ia mencium pipi Thifa. Membuat sang pemilik Pipi melotot mengerikan kepada Arfen.


"Sayang marah cantik loh. Apalagi ekspresi galaknya itu gemesin banget. Buat yang liat pengen nyubit. " Apa yang Arfen katakan selalu ia lakukan. Arfen mencubit gemas kedua pipi Thifa.


"Arfen cukup! Gue masih mau jadi orang waras! Jangan ajak gue gila! " Protes Thifa melepaskan tangan Arfen.


"Gue gak pernah ngajak lo Gila Thif. Gue cuma ngajak lo ke pelaminan. Lo nya aja yang gak pernah mau. Bikin gue galau selalu. " celetuk Arfen enteng. Membawa nama KUA seentengnya.


"Nikah sebuah janji Suci. Nikah juga sekali seumur hidup buat gue. Dan calon nya juga cuma satu. Cuma elo Thif. Enggak akan ada yang lain. Jadi, kesimpulan nya. yuk nikah bareng gue? " Ujar Arfen serius. Menggenggam tangan Thifa erat.


Hasan dan Anggi menatap serius dua insan itu. Begitu juga Fandri dan Melia.


"Arfenik Arkasa! Kalo lo enggak Sekolah dengan baik,  lo gak bisa jadi pewaris Arkasa Grup. Kalo gak jadi pewaris,  lo miskin dong. Nah,  emang Thifa mau sama elo yang miskin? " Sambar seseorang yang selalu di kenal kalo ngomong nyelekit. Yah dia adalah Raisa Ardinanta yang baru datang bersama dengan Nando.

__ADS_1


"Gue sih yakin Thifa bakal nemenin gue meskipun gue Misqueen. Tapi,  gue gak mau juga kali ajak calon binik yang limited edition ini hidup susah. Gue mau dia hidup bahagia dan berkecukupan. Jadi tugas gue buat di bahagia waktu jadi binik gue. "


"Nah tuh loh tau. Makanya,  sebelum ajak anak orang nikah. Kayain dulu diri sendiri Fen. Emang elo mau binik lo yang cakep ini hidup susah. "


"Iyah Rese amat sih lo. Kalo mau nikah abis SMA juga bisa. Kan bokap gue juga kaya."


"Terus gimana kalo cowonya biasa aja,  dan enggak punya harta warisan apa - apa. Apa enggak ada cewek yang mau sama dia?" Kini pertanyaan itu terlontar dari Nando dengan wajah anehnya.


"Yah berarti entar kalo mereka nikah. Mereka usahanya bareng - bareng. Mulai dari awal bareng - bareng. Harta gak jamin segalanya Nan. Asal mereka saling percaya dan yakin. Yah hubungan itu bisa aja jalan. " jawaban seperti ini tentu keluar dari mulut Thifa.


"Kok kalian pada ngomongin nikah sih?! Seakan - akan Tamat SMA mau nikah aja. " Gerutu Anggi,  menatap orang - orang yang bahas pernikahan.


"Tau tuh,  kayak enggak ada topik pembicaraan aja. Bahas nikah. "Timpal Melia.


"Kan emang faktanya gitu. Gue sama Thifa emang mau nikah tamat SMA. " Sahut Arfen enteng.


Plakkk


Thifa juga tak kalah enteng. Dengan sedikit kesal,  ia menimpuk cowok tengilnya ini.

__ADS_1


Habisnya celotehan Arfen ini beneran bikin orang pusing.


***


__ADS_2