My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
S3 Bab 11


__ADS_3

***


"Pada tahun ini,  lomba yang akan di laksanakan yaitu,  Bola Basket Pria,  Futsal Pria,  Volly wanita dan Pria,  Serta Lomba Cerdas Cermat. Di harapkan utnuk Guru olahraga mengkoordinir muridnya. Pilih yang terbaik, dan bentuk Tim. Latihan yang bagus. Dan untuk Pertandingan Cerdas Cermat , akan di wakili oleh Raisa Ardinanta dari kelas XI IPA Satu. Bla bla bla" Pidato Pak Ghani terus berlanjut.


Hingga akhirnya setelah setengah jam itu selesai.


***


Thifa dan yang lainnya langsung menuju ruang ganti,  pasalnya Mata pelajaran mereka hari ini adalah Olahraga.


Semuanya berbaris dengan Rapi,  begitu juga Thifa yang baris di bagian depan.


Pak Ahlan,  sang guru olahraga. Enggak killer, enggak baik. Dia biasa aja orangnya. Pria berbadan kekar iti tengah berdiri tepat di depan Thifa.


"Lathifa Kanneira,  Kamu bentuk tim Vollu putri,  Kamu dan Tim mu yang akan mewakili sekolah kita melawan sekolah harapan. Karna saya yakin akan kemampuan mu dalam bermain Volly. " Kata Guru itu sambil sesekali menunjuk Thifa.


"Iyah,  siap pak. Tim 6 orang kan?! " Tanya Thifa.


"Iyah,  Enam orang. Dan yah,  perlu kamu ingat. Meskipun kamu sudah sangat bagus bermain Volly. Tetap saja,  kamu harus terus latihan, jangan menganggap remeh. Khususnya latihan saat kamu sudah membentuk Tim. Itu bisa membantu kalian dalam melatih kekompakan. "  Nasihat Pak Ahlan lagi. Doa sangat berharap Thifa And Tim bisa memenangkan pertandingan ini.


"Iyah pak,  Thifa mengerti. " sahut Thifa menganggukkan kepalanya.


"Sekarang lakukan pemanasan. Hari ini bebas, yang mau main Volly yah udah,  badminton juga,  kalo Catur ada di tempat biasa. "


Semuanya mengangguk mengerti. Mereka mulai melalukan pemanasan ala masing - masing.

__ADS_1


"Pak Ahlan? Kami gimana dong? Kita juga pelajaran Olahraga nih,  Lesnya pak Matha. Tapi Bapak itu gak datang pak. " Seru seorang cowok,  yang suaranya sangat Thifa kenal.


Cowok itu dengan Salah satu temannya menghampiri Pak Ahlan.


"Sejak kapan kalian les nya ganti?" tanya pak Ahlan heran.


"Sejak kemarin pak. Jadi hari ini,  les ini kita olahraga sama pak Matha. Tapi,  beliau nya enggak ada. Gimana nih pak? " Tanya cowok itu,  Arfen.


"Oh yah udah. Hari ini juga Guru ada rapat. Kalian gabung aja sama anak kelas XII IPS  SATU. mereka juga mainnya bebas. "


"Owh gabung pak? Dengab senang hati. " Sahutnya sumringah. Bagaimana tak senang saat Tiga les Penjas akan di habiskannnya oleh gadis kesayangannya itu.


"Oh yah Fen,  Tim basket, kalian kan? "


"Bagus itu,  sekalian ajarin Thifa dan tim nya buat wakilin kita di bidang Volly putri. "


"Dengan senang hati pak~"


"Yah udah,  bapak pergi dulu. Yang tertib kalian tuh. " Peringat Pak Ahlan langsung menuju ruang rapat.


***


"Sayang~ Kalian udah bentuk tim Volly belum? " Tanya Arfen tiba - tiba datang merangkul manis gadisnya.


"Yah baru kita berempat sih. Gue,  Anggi,  Melia,  sama Tasya. Lo kok tau gue yang wakilin sekolah kita?! " Heran Thifa,  mendongak menatap Cowok jangkungnya itu.

__ADS_1


"Dan yang lebih penting lagi,  kenapa kalian ke sini?! Pakai baju olahraga lagi! Gak takut kena omel pak Ghani?! " Sambar Anggi heran. Anggi tau orang - orang ini emang kurang waras. Tapi, Menyerobot masuk ke dalam Les pelajaran lain, itu udah kelewatan.


"Kita kan udah sering kena omel sama pak Ghani~" sahur Arfen enteng, tanpa beban.


"Jadi, karna udah sering kena omel, mau bebas lakuin apa aja? Mending kalian balik deh Fen, sebelum kena semprot sama pak Ahlan. " lanjut Thifa tak suka.


"Bentar, gue jelasin dulu. Jadi, Les pelajaran gue sekarang tuh penjas, Kita udah ganti Jadwal. Dan, pak Ahlan nyuruh kita ke sini, buat bantuin kalian latihan. " Terang Arfen, cukup tidak enak jika di abaikan kekasih nya sperti itu.


Thifa memilih diam, dan mengamati sekitar, benar saja banyak anak Dua belas IPA Lima yang berserakan di lapangan, dengan baju olahraga.


"Jodoh pasti gak jauh - jauh~" Lanjut Arfen mengeratkan rangkulannya.


"Sesulit itu kah Fen, buat waras? Sehari aja. " Heran Thifa. Celotehan Arfen semakin lama semakin ngawur.


"Nikah dulu baru waras. Kalo sayang gak percaya, kita bisa tes. " Bisik Arfen tepat di telinga mungil Thifa.


Secara tiba - tiba Thifa langsung begidik ngeri, dan mempercepat jalannya meninggalkan Arfen.


"Kita bagi dua tim yah Guys. Gue, Riyan, Thifa dan Tasya ada di tim ini. Sisanya kalian ada di Tim sebrang. " Seru Arfen mengarahkan.


Mereka mengangguk mengerti, mulai menyusun posisi. Hanya ada empat orang se tim dalam latihan pertama, harusnya itu ada 6.


Melia yang akan mengawali permainan. Bola sudah di lambungkan dan di baru saja melakukan Servis bawah.


***

__ADS_1


__ADS_2