My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
Episode 78


__ADS_3

***


"Beneran Gak masalah nih Fen?  Nando sama Raisa?" Tanya Thifa memastikan. Kini ia sudah berdiri di depan Rumahnya bersama Arfen sang kekasih.


"Enggak. Udah jangan dipikirin santai aja. Riyan juga santai kok. "Sahut Arfen enteng menenangkan Hati Thifa.


"Yah,  elo enggak mau mampir dulu nih? "


"Enggak deh. Kasian Riyan,  Gue kesana deh. Oh yah satu lagi. Sayank,  jangan pernah ceritain hal ini pasa siapapun oke? Biar ini jadi rahasia kita bertiga aja. "


"Tapi,  Riyan beneran enggak papa Fen? "


"Enggak. Kan ada gue. Udah santai aja, Lo masuk gih. Mandi terus tidur,  biar makin cantik. " Pinta Arfen mengecup pucuk kepala Thifa mesra. Ada yang aneh kali ini. Arfen mesra? Tapi waras. Akh,  maksudnya ia tak setengil Biasanya.


Gue tau Fen. Situasinya enggak se simpel itu. Lo pasti juga ngerasa kecewa kan. Gue bisa lihat.


Batin Thifa,  ia hanya dengan pasrah menerima kecupan manis Arfen.


"Elo hati - hati yah. Dan,  Jangan terlalu maksain Riyan buat Move on. Perlahan lahan dia bakal move on sendiri. "


"Iyah,  Gue urus Riyan. Lo urus rencana PDKT Nando dan Raisa. Oke? "


Thifa mengangguk pasti. Namun,  ada yang kurang saat Arfen mengantarnya kali ini. Yah,  itu maksudnya ketengilan Arfen. Biasanya,  sebelum Arfen pulang ia selalu mencelotehkan banyak Argumen gila yang membuat Thifa geli sendiri.


***

__ADS_1


"Pah! Mah! Jangan paksa Vania dong. Pada dasarnya Vania emang gak jago MTK. Itu bikin pusing Pah! Ruwet! " Gerutu Gadis kecil itu, Makan Coklat di tangan nya. Ia membuka pintu Ruangan Rumah sakit.


Bocah mungil yang yang cantik dan imut. Mirip sekali dengan Shiren. Di taksir usia nya mungkin sekitar 13 Tahun. Remaja berkulit putih, bibir ranum yang tipis, beserta rambut gelombang yang indah. Gadis itu diam membatu. Terpaku Akan sosok yang tengah sama mematungnya dengn dirinya. Dia adalah cowok yang kini berbaring di Atas Ranjang mini rumah sakit.


Erghhhh!! Apa ini?! Jangan bilang Aku salah Ruangan!


Gadis itu diam melongo, Mendongak ke atas untuk melihat Nomor Kamar di atas nya.


Kamar 72 Habis lah Aku...


Salah Kamar...


Papah dan Mamah di rawatnya di ruang 73. Artinya ruangan sebelah. Di lihat dari situasi dan Kondisi kayaknya Om satu ini lagi super badmood. Habis di putusin pacarnya pasti.


Batin Nya. Dengan perlahan Gadis manis itu menoleh ke Arah Cowok yang tengah teebaring di sana. Yah, Riyan Adijaya lah yang terbaring.


"Om Maaf! Aku salah kamar! Papah dan Mamah aku ternyata di rawat di ruang sebelah! " lanjutnya lagi, masih dengan usaha bergerak mundur perlahan.


Duh, lumayan salah kamar gini. Ternyata dia ganteng. Bagus juga, soalnya Hari ini Aku kan kekurangan Asupan orang ganteng. Karna, Kakak Ketua Osis itu enggak datang ke sekolah Hari ini. Jadi liat dia, bisa memenuhi Asupan Orang ganteng.


Batin nya, Matanya lekat tak lepas dari cowok itu. Cowok beralis tebal, sorot Mata Tajam, Hidung Mancung, Dan bibir yang seksi. Juga badan Atletis.


Sangat bagus untuk memperbaiki keturunan. Apalagi buat Jomblo iri kalau punya pacar gitu mah.


Apa bocah ingusan itu bilang?! Ngatain Gue Om? ! Ngajak gelud nih bocah! Enak aja mau pergi main gitu aja setelah ngeledek gue!

__ADS_1


Batin Riyan. Urat - urat kekesalan sudah terukir jelas di keningnya. Untuk pertama kalinya ada orang yang mengatakan Riyan dengan sebutan Om? Apa orang itu masih mau hidup?


"Hei! Cewel Jelek! Sini lo! Ambilin tuh buah sama pisau di sana! " Titah Riyan Sarkas. Ayolah, itu cuma gadis kecil yang salah masuk kamar. Kenapa di perintah seakan dia pelayan?


"Kenapa Harus Aku? " tanya nya.


"Kan Elo yang salah masuk kamar. Recok pula! Udah, sebagai tanda permintaan Maaf elo. Ambilin tuh piring buah sama Pisaunya! "


Gadis kecil itu mendengus kesal.


Kenapa enggak ngomong baik - baik coba. Kalo ngomong nya lembut aku kan tetep bakal Ambilin. Karna ganteng! Sarkas banget sih! Udah lah Vania! Anggap aja ini keberuntungan. Dengan begitu kamu bisa lihat wajah ganteng om ini lebih dekat kan? Hum... Apapun itu, kalo udah urusan nya sama cowok ganteng. Bikin jiwa semangat.


Batin Vania, ia berjalan perlahan menuju Meja dan mengambil piring buah itu. Ia terlihat menelan saliva nya payah. Saat sudah ada di depan Riyan.


Semakin di liat semakin ganteng. Jauh lebih ganteng. Gak nyesel deh salah Kamar gini. Aku yakin, jika Asupan kegantengan ku ada parameter nya. Maka Sudah terisi penuh karna lihat cowok ini!


Cewek ini batin apaan sih! Sampai gitu banget! Ngiler lagi! Lo kata gue makanan yang lagi di sediain!


Umpat Riyan. Dia merasa Aneh saat melihat gadis salah kamar itu menatapnya dengan tatapan berselera.


"Hei! Gue tau lo ceroboh! Tapi! Bisa enggak jangan natap gue gitu! Iler lo tuh, elap! Kayak bocah aja! " kata Riyan Sarkas.


***


Untuk pendukung Keras Riyan X Raisa.

__ADS_1


Ini memang udah Alur yang Author pikirin dari awal yah. Emang sengaja Riyan di buat jomblo dulu. Hehe. Makanya Visual nya sama Arfen sama - sama tokoh terkenal. Hehe 😂😊


Makanya Author cuma kasih Thifa Dua sahabat. Dan enggak Tiga. Biar Riyan jomblo. Hehe^^


__ADS_2