My Special Boyfriend

My Special Boyfriend
Episode 65


__ADS_3

***


Assalamualaikum guys!


happy Eid Mubarak yah^^ hehe


mohon maaf lahir dan batin^^


maaf ngucapin nya telat^^


semoga banyak yang like dan komen, juga banyak yang Vote dan rate. biar Author nya makin semangat ^^


***


Ada yang gak beres! Gue mesti lihat ke dalam gudang!


Pikir nya,  ia mulai berjalan mengendap,  ke arah samping gudang. Yap,  Nando mendapatkan celah untuk dia mengintip apa yang ada di dalam gudang, hingga harus di jaga oleh suruhan pribadi papah nya?


Thifa? Raisa??


Batin Nando, saat mata tajam nya menangkap dua gadis yang selalu ada di pikiran nya.


Itu mereka, disini? Tunggu, Artinya yang nyulik mereka adalah papah?!!


Nando tak habis pikir.


Jika menculik Raisa adalah hal yang wajar. Tapi, kenapa papah juga menculik Thifa? Apa karna Thifa akan membocorkan semuanya kalau dia bebas.


Batin Nando mencoba menerka apa maksud papah nya.


Mikirin ini nanti aja dulu, yang terpenting selametin mereka dulu.


Nando langsung mencari cara, ia mengendap mendekati dua anak buah yang menjaga gudang.


Hmpphhhh


Nando membungkam mulut salah satunya, mengakibatkan penjaga kiri pingsan.


"Siapa itu?! Tuan Nando anda?!! Ke--"

__ADS_1


Bukh


Dengan cepat Nando memukul yang satunya, dengan gerakan kilat dan tanpa suara ia berhasil melumpuhkan salah satunya.


"Thifa... Raisa...?? " Lirih Nando, menatap dua gadis yang bertolak belakang dan saling terikat.


"Nando?! " Gumam Thifa.


Gue yakin, Nando enggak gitu orang nya! Tapi, maafin Gue Nan... Gue udah sempet berpikir yang enggak - enggak tentang lo. Gue emang sahabat yang buruk.


Batin Thifa, kini ia merasa bersalah. Tapi, ini sepenuhnya bukan salah Thifa. Bagaimanapun juga Trauma itu mempengaruhi dirinya. Di tambah dengan hasutan maut Raisa, siapa yang bisa tahan.


"Mau apa? Anter makanan? Atau mau ancem bunuh kita kayak yang bokap lo bilang? " Celetuk Raisa santai, tanpa memperhitungkan apa yang dia ucapkan.


"Apa maksud kalian?! Bokap gue mau nyelakai kalian?! Itu gak mungkin!! " bantah Nando, sembari melepaskan ikatan tali keduanya, yang saling terkait.


"Itu benar Nan! Bokap lo emang mau bunuh kita! " timpal Thifa membereskan tali yang masih menempel di tangan nya.


"itu enggak mungkin Thif! Bokap kita sahabatan! Kalo mau bunuh Raisa itu mungkin. Tapi, kalo mau bunuh elo itu gak mungkin! Bokap gue udah anggap lo kayak anak nya sendiri! Lo lupa bokap gue sahabatan sama bokap lo. " Kekuh Nando, bagaimanapun juga itu papah nya, ia tetap harus membela nya, kan?


"Sahabat? Pion kali maksud lo. " Celetuk Raisa santai, sembari beberapa kali merenggangkan tangan nya.


"Apa maksud lo Sa?! Gue tau lo gak suka sama bokap gue. Karna bokap gue musuhnya bokap lo. Tapi, lo gak harus kan ngerusak persahabatan bokap gue sama bokap nya Thifa! " Pekik Nando kasar. Sesaat setelah berkata sekasar itu Nando terdiam, ada rasa aneh di hatinya. Rasa menyesal karna telah membentak Raisa.


"Enggak mungkin Thif... "


"Nyesel nya bisa tunda dulu gak, Bisa gak bebasin kita dulu, kalo emang elo ada di pihak kita. Soal nya Bokap gue pasti udah sebelas dua belas sama orang gila, karna kehilangan gue. " Celetuk Raisa santai, celingukan melihat keadaan.


"Bisa gak sih Sa?! Lo itu peduli sedikit sama keadaan! Elo emang gak punga perasaan! Ngertiin perasaan kita napa! Gue lagi ngertiin apa maksud bokap gue. "


"Ngertiin perasaan lo? Haha, bercanda kan? Gue Raisa Ardinanta enggak pernah tuh perduli sama perasaan orang Asing!" Sahut Raisa santai.


Asing? Gue orang Asing?


Batin Nando, ada rasa sakit di sudut kecil hatinya.


Kalo di pikir - pikir, apa yang Raisa omongin itu bener dan dia jujur. Dia juga enggak peduli sama perasaan Zefan dulu. Yang terpenting, perasaan Arfen bahagia.


Batin Thifa, mengingat kejadian yang dulu.

__ADS_1


"Udah lah Nan, enggak usah dipikirin. Raisa emang gitu kok orang nya. Udah mending sekarang lo tunjukin jalan keluar nya. Gue udah lama banget gak ketemu nyokap sama bokap gue. " Kata Thifa, ia bersiap untuk keluar.


Nando menghela napasnya kasar, yang terpenting adalah mengeluarkan Thifa dan Raisa dengan selamat lebih dulu.


***


"Masih jauh gak gerbang nya? " tanya Raisa yang kini bersembunyi di balik semak, bersama Nando dan Thifa tentunya.


"Gak terlalu, sabar. Bentar lagi ada pergantian penjaga di sana. Sabar... " Sahut Nando memberi aba - aba.


"Iyah Nan..."


"Ayo gerak cepat. " seru Nando, segera mereka bertiga bergerak menunduk.


Dorrrr!!


Ada suara tembakan dari arah belakang mereka. Sontak, ketiga nya membalikkan badan. Tembakan itu di arahkan ke udara, tidak mengenai siapapun.


"Usaha yang bagus. Namun sia - sia. Papah kecewa pada kamu Nando. Beraninya kamu membawa tawanan papah!!" pekik pria itu, yang berdiri dengan beberapa penjaga di belakang nya.


"Papah?!! "


***


Author mau nanya nih.


Kalian Tim nya siapa sih?


Arfen x Thifa


Arfen x Aurel


Thifa x Zefan


Thifa x Nando


Zefan x Raisa


Nando X Raisa

__ADS_1


Riyan X Raisa


Atau kalian punya Tim sendiri??


__ADS_2