
***
Cup..
Zefan mengecup lembut kening Raisa sebentar.
"Itu hukuman nya. Karna elo, udah tarik ulur perasaan Gue. " Zefan melenggang begitu saja. Meninggalkan Raisa di sana
"Tunggu!" Raisa menahan tangan nya Zefan.
Zefan menoleh, menatap gadis yang tinggi nya hanya seleher pria jangkung itu.
"Lo mau balik ke kelas kan? Bareng dong, kita kan sekelas. "
"Udah lah Sa, enggak usah pura - pura. Lo to the point aja. Lo mau nanya apa?! "
Wow... Sifat nya berubah seratus delapan puluh derajat.
Batin Raisa, Dia lupa, siapa yang menyebabkan Zefan begini?
"Wah ketahuan yah... Huh.. Enggak seru deh, Gue gak bisa dong mainin elo lagi. " celetuk Raisa santai, berjalan di sebelah Zefan.
"Sadar atau enggak nya gue hari ini. Tetap aja besok - besok lo enggak bakal bisa mainin gue lagi. Jadi, apapun yang mau lo tanya, tanyakan hari ini . Belum tentu kita ketemu lagi besok. "
"Maksud lo ngomong gitu apa? Lo punya penyakit yang bentar lagi mau ninggal? Btw, penyakit nya nular gak? " tanya Raisa ceplos, dia menjauhkan dirinya dari Zefan, jaga - jaga.
"Sa, mulut lo itu bisa gak jangan pedas - pedas amat! " Zefan menarik Raisa ke sebelah nya, jarak mereka sangat dekat. Hingga baju Raisa bisa menyentuh baju Zefan.
Raisa sedikit mendongak, menatap cowok jangkung yang satu ini.
"Gue mau pindah sekolah, Gue Gak tau besok masih di sini atau enggak. " kata Zefan memecah keheningan.
"Oh, Gitu... Semoga di sekolah baru lo. Lo bahagia, oke? Btw, Thifa udah tau? " sahut Raisa santai.
"Nanti aja tau nya, waktu gue udah pindah. Yah itu tugas lo ngasih tau dia. "
__ADS_1
"Oh? Okeh. Cuma ngasih tau gitu aja kan? Rasa penasaran gue udah selesai. Gue balik luan yah. Bye~" Raisa melambaikan tangan nya, dengan tak berdosa ia berjalan begitu saja. Meninggalkan Zefan di sana.
Raisa Ardinanta. Lo sebenernya punya perasaan gak sih? Kenapa sedingin itu?
Batin Zefan. Ia merasa Raisa benar - benar tidak memiliki rasa peduli.
***
"Arfen, kok gue ngerasa ada yang beda yah sama Zefan? Kayak ada yang lain? " celetuk Thifa, yang baru saja duduk di sebelah Arfen.
"Iyah, soal nya di mau pindah sekolah. Cemburu karna liat lo deket gue. " sahut Arfen santai.
"Cemburu? Ngapain dia cemburu?! Dia kan suka nya ke Raisa? !" bantah Thifa.
Bukhhh
Tampak ada gadis yang baru saja menutup pintu mobil Arfen. Gadis itu duduk di kursi belakang dengan santai nya.
"Dia keliru, setelah sekian lama. Dia baru sadar, kalo dia suka sama elo. Tapi, elo? Elo sekarang suka nya sama Arfen" Sambar perempuan itu santai. Yah, gadis itu adalah Raisa.
"Kalo suka ke gue. Ngapain dia pindah sekolah? "
"Dari pada berisik. Mending kita kerumah nya aja. "usul Arfen, menjalankan mobil nya.
Thifa kembali mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Yah kejadian itu, dimana Zefan ingin mengatakan sesuatu padanya.
***
"Zefan!! " seru Thifa langsung turun dari mobil Arfen, yang sudah terparkir di halaman Rumah Mewah Zefan.
"Lo mau kemana? Kok pake koper segala? " tanya Thifa lagi membuka suara nya.
Arfen dan Raisa keluar dari mobil nya. Mereka hanya mengamati dengan santai dari depan mobil sporty mewah itu.
"Enggak mau kesana? Enggak cemburu? " Cibir Raisa melirik sepupu tengil nya.
__ADS_1
"Cemburu sih iyah, tapi... Mau gimana lagi. Mereka itu sahabatan. Yah Gue gak bisa lah ikut campur gitu. Kasih mereka waktu ngobrol. "
"Udah makin dewasa bro? "
"Gue enggak elo yang pikiran nya bocah mulu. "
Bukhhh
Raisa memukul pelan pundak sepupu nya ini. Harusnya Raisa sudah terbiasa dengan mulut lemes nya Arfen.
"Gue mau pindah sekolah Thif. "sahut Zefan, mencoba mengatur nada suara nya.
"Kenapa pindah sekolah? Dan kenapa mendadak?! " pekik Thifa lagi. Fakta dadakan ini, terlalu sulit untuk dimengerti.
"Karna Gue ada urusan di sana. Pokok nya ini demi pendidikan gue. " kilah Zefan. Ia tak ingin mengatakan fakta nya.
"Bohong! Lo mau pindah karna Gue deket sama Arfen kan! Iyah Zef, Gue cinta sama Arfen. Tapi, kenapa elo pindah?!! "
Zefan seketika menoleh ke arah Arfen dan Raisa yang mengobrol ringan, terlihat sangat santai.
"Sorry, Gue keceplosan. " Alasan Arfen santai.
"Loh lo belum pindah? Berarti Gue yang ngasih tau Thifa kecepatan yah. Okeh, maafin gue. " Ucap Raisa tanpa rasa bersalah.
Kalian emang sepupu! Gue yakin itu!
Umpat Zefan, Arfen dan Raisa setidak nya memiliki kemiripan.
"Terus, Lo kenapa Pindah Zef? "
"Gue cinta ke elo Thif"
***
Nexttt??
__ADS_1
Lanjuutttt??