My Toni Is Mr Anthony

My Toni Is Mr Anthony
Bab 38 -- It Drives Them Crazy


__ADS_3

Rumah utama keluarga Peterson luasnya hampir sama dengan sebuah kompleks perumahan. Di rumah utama yang bertingkat empat ada sepuluh kamar berukuran luas dengan interior exclusive, lima belas kamar mandi dan toilet. Perpustakaan dan ruang kerja, pantry, dapur, ruang serba guna, ruang keluarga, mini theater, ruang tamu, ruang fitness sampai ruang bowling pribadi. Lengkap dengan lift untuk memudahkan Tuan Peterson naik turun tanpa harus bergantung terus menerus pada orang lain.


Belum lagi halaman luas di belakang dengan lapangan golf mini, taman dan kebun bunga, danau buatan serta dua buah mansion mewah untuk kedua cucu Tuan Peterson. Rumah besar dan mewah, mungkin masa kecil Toni dan Alex seperti Richie Rich.


Berbeda dengan para pelayan dan pekerja keluarga Tuan Peterson lainnya, Eliana mendapat sebuah kamar khusus dengan design mewah di dalam rumah utama. Furniture yang dipakainya semua kualitas premium, dengan dominasi warna soft pastel. Nyaman.


Saat ini dia sedang menggosok gigi dan mencuci muka sambil menonton Crash Landing On You di layar yang menempel cermin kamar mandi. Kamar yang ditempatinya dilengkapi dengan gadget canggih.


Adegan perpisahan Kapten Ri dan Yoon Seri ketika sang Kapten harus kembali ke Korea Utara, membuatnya terharu. Film ini jadi mengingatkannya kembali pada pembicaraan dengan Tuan Peterson.


"Kenapa kamu jatuh cinta kepadanya?" Tanya Tuan Peterson to the point. Tanpa basa basi dan tidak di tutup - tutupi. Tuan Peterson sudah banyak makan asam garam, hanya dengan mendengar cerita Eliana saja beliau sudah tahu perasaan apa yang telah tumbuh di antara Toni dan Eliana.


"Aku tak tahu." Eliana tersenyum lemah.


"Tak ada yang salah dengan perasaan kalian, Eliana. Hanya saja Toni sudah memiliki calon istri."


Ugh! Rasanya ada yang menonjok ulu hati Eliana, mual dan sakit. Eliana menggigit bibirnya, menahan tangis.


"Saat ini, tak ada yang bisa kita lakukan. Bersabarlah. Anthony memang melupakan calon istrinya, tapi kamu juga harus tahu kalau tidak mudah bagi Anthony memutuskan mengenai pernikahannya."


Eliana menarik napas panjang dan menghembuskannya, hilang sudah fokusnya menonton drakor.


'Life is full of surprise. You can't be sure of anything in life.'


(Hidup itu penuh kejutan. Kamu tak memastikan apa pun dalam hidup.)


Bertemu Toni sebagai suster dan perawat, berlanjut dengan jatuh cinta dan dihadapkan dengan kenyataan kalau Toni sudah memiliki pasangan. Apakah mereka akan berpisah setelah ini?


Eliana menutupi tubuhnya dengan baju handuk yang tebal, hangat dan lembut. Dia merasa seperti sedang dipeluk oleh seseorang. She needs this. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dia sudah menemani Tuan Peterson usai pertikaian tadi, memberi vitamin dan obat. Sekarang saatnya dia beristirahat.


Baru beberapa langkah keluar dari kamar mandi, seseorang menariknya dengan kuat.


"Aaack...!" Pekik Eliana.


"Hmpff."

__ADS_1


Tubuhnya menegang.


'Siapa ini?'


"Pssst... pssst, it's me!"


Eliana melirik orang yang menutup mulutnya, jarak mereka begitu dekat. Dia bisa mencium aroma khas Toni dan juga sentuhan telapak tangan yang hangat dan familiar di kulitnya. Eliana yakin orang yang menyelinap itu adalah Toni.


Hatinya merindukan Toni, tapi bukan berarti dia senang Toni menyelinap masuk ke dalam kamarnya. Apalagi saat dia baru keluar dari kamar mandi dan hanya memakai kimono handuk. Mereka memang pernah tinggal satu atap tapi Eliana tak pernah berpenampilan seperti ini di hadapan Toni.


Sentuhan Toni ditubuhnya menimbulkan gelenyar aneh di dada. Apalagi lengan Toni melingkar kuat di perutnya, dia merasakan tekanan dari kuatnya lengan Toni dari balik handuknya.


No! No! It's not happening.


Krauk! Eliana menggigit jari Toni yang menutupi mulutnya.


Ouch! Toni melepaskannya, dia meringis kesakitan.


"Kenapa kamu masuk kesini malam - malam?" seru Eliana kaget, marah bercampur heran. Dan yang paling besar adalah rasa heran. Tak habis pikir dengan perilaku Toni yang 'luar biasa' sejak makan malam tadi.


"Are you crazy?" tanya Eliana, hatinya terbelah antara fakta yang baru diketahui kalau Toni sudah mempunyai calon istri dan perasaannya terhadap Toni. She misses him to the core.


"Yes. This feeling drives me crazy. Aku tak suka laki - laki lain menyentuhmu, aku tak ingin kamu dekat dengan Alex atau pria mana pun itu. I'll even walked thousand miles just to see you a second."


"Tapi, Toni...." Eliana menelan ludah dan menguatkan hati. "You have a fiancee. Please respect her." Akhirnya Eliana mengucapkan kalimat yang menusuk hatinya sendiri.


Dan juga, Toni....


Tangan laki - laki itu terkulai, jatuh di kedua sisi tubuhnya. Kepalanya tertunduk. Dia menarik napasnya dan menyahut. "I know. Tapi aku hanya ingin bersamamu." suaranya terdengar tak berdaya, menyesali kenyataan yang ada.


Eliana terdiam. Dia bisa merasakan keputus asaan Toni. Tak seorang pun bisa mengatur bersama siapa dia merasa nyaman.


"Bahkan di saat aku melupakanmu, aku tetap merindukanmu. Ada yang kosong. Disini...!" Toni menunjuk dadanya.


Eliana tak tega, dia tahu bagaimana Toni terpaksa harus memanjat dari balkon ke balkon lain supaya bisa sampai ke balkon kamarnya dan menyelinap masuk tanpa ketahuan para penjaga.

__ADS_1


"No." geleng Eliana. Dia tak ingin pertahanannya roboh, ada perasaan wanita lain yang harus dijaga. Dia yang lebih dulu hadir dalam hidup Toni.


"It's not fair for your fiancee, Mr. Anthony."


(Ini tak adil baginya.)


It hit Toni on the spot.


(Memukul Toni telak.)


"Kamu panggil aku apa?" Tanpa bisa menahan diri, Toni mencengkeram lengan Eliana kuat - kuat. Emosinya campur aduk. Toni tak suka Eliana membentengi dirinya, menjaga jarak darinya.


Eliana memejamkan mata, dia juga merasakan sakit yang sama. It's better this way. Sejak awal, dirinya hanya berniat menolong Toni dan mengembalikan kepada keluarganya.


"Maafkan saya, Mr....---"


"TONI!" teriak Toni kalap. Dia menarik pinggang Eliana dan memeluknya erat. "Panggil aku Toni as you usually do."


(Seperti yang biasa kamu lakukan.)


Eliana mere-mas kimono handuknya, menahan tangannya untuk tak membalas pelukan Toni. "Lepaskan aku, Mr. Anthony." lirih Eliana hampir tak terdengar.


"NEVER!" Toni menggeleng, dia mengunci Eliana dalam pelukannya. Firasatnya berkata Eliana akan pergi meninggalkan dirinya.


Bersambung ya....


Note:


1. I'll even walked thousand miles just to see you a second \= aku bahkan mau berjalan ribuan mill hanya untuk melihatmu satu detik saja.


๐Ÿ‘†๐Ÿ‘†Kalimat ini merupakan perumpaaan bahasa inggris โ˜โ˜ yang biasanya dipakai untuk menunjukkan rela berkorban apa pun untuk menemui seseorang.


2. Misses him to the core \= rindu yg mendalam


3. fiancee \= tunangan (cewek)

__ADS_1


4. fiance \= tunangan (cowok)


__ADS_2