My Toni Is Mr Anthony

My Toni Is Mr Anthony
Bab 59 -- Lake Wood Harbour


__ADS_3

Lake Wood Harbour Hotel


Toni turun dari sebuah mobil SUV hitam dengan di antar oleh sopir Oscar.


John mengatakan kalau Alex mendatangi Bryan di sebuah hotel. Toni datang ke meja resepsionist untuk menanyakan nomor kamar yang ditempati oleh Bryan. Seperti biasa, resepsionist tak membocorkan privasi tamu hotel ke sembarang orang. Namun Toni mengenal orang yang bisa memuluskan jalannya untuk mendapatkan nomer kamar Bryan, dan mungkin Alex juga ada disana.


"Jangan - jangan tuan Alex masih terlibat black market, Tuan." Kata John pelan. "For your information, tuan Alex pernah terlibat kasus illegal logging juga bersama Tuan Bryan."


"Ya. Aku ingat sekarang." Sahut Toni cepat, mendadak dia kepikiran Eliana yang masih di Chandelier Club. "Kita harus cepat, John. Aku khawatir karena meninggalkan Eliana di club bersama Dokter Eliana. Meskipun ada Oscar disana."


O'ya John baru ingat akan Eliana. "Sebaiknya Tuan pulang, saya yang akan mengurus Tuan Alex dan membawanya pulang." John mengutak atik ponselnya, hendak menyuruh bodyguard segera menyusulnya kemari dan sebagian menyusul Eliana di club.


BUK!


Seseorang terlontar keluar dari salah satu kamar, menabrak John dan Toni, lalu tersungkur di karpet yang terbentang di sepanjang lorong kamar - kamar hotel.


"Go to hell!" umpat seorang laki - laki dari dalam kamar.


BUK!


BUK!


Sebuah tendangan mendarat bertubi - tubi di perut laki - laki yang tersungkur. John dan Toni serempak melihat ke arah keributan.


"ALEX!" Seru Toni pada pria yang sedang menendang. "Bryan." desis Toni pada pria yang tersungkur.


Alex terkejut, dia menoleh ke arah Toni.


BUK!


Sial!


Sebuah bogem mentah melayang ke hidung Alex, darah mengucur dari hidungnya. Alex tak terima, kakinya menyepak Bryan hingga laki - laki itu terjerembab.


"Kenapa kamu kemari Toni?" Serunya sambil menghindar dari serangan Bryan. "Mana Eliana?" Suaranya terdengar khawatir.


Bryan menoleh, dia terkejut saat melihat Toni dan John ada disana. Dia langsung berlari, tapi John lebih cepat.


HUP!


John langsung menangkap Bryan dan memutar lengannya ke belakang.


Alex langsung berdiri di depan Bryan. "Katakan padaku apa rencanamu atau kau akan mati!" Ancam Alex sambil mencekik leher Bryan. Kemudian dia menoleh ke arah Toni. "Sebaiknya kamu kembali ke Eliana, Toni. Dia dalam bahaya." seru Alex.


"Hah? Apa?" tanya Toni terkejut. Alex sepertinya tahu sesuatu.


KREK!


John semakin kencang menarik lengan.


"Ugh! S-H-I-T Kalian cuma berani keroyokan." cemooh Bryan sambil menahan sakit."

__ADS_1


Lake Wood Harbour


Toni turun dari sebuah mobil SUV hitam dengan di antar oleh sopir Oscar.


John mengatakan kalau Alex mendatangi Bryan di sebuah hotel. Toni datang meja resepsionist untuk menanyakan nomor kamar yang ditempati oleh Bryan. Seperti biasa, resepsionist tak membocorkan privasi tamu hotel ke sembarang orang. Namun Toni mengenal orang yang bisa memuluskan jalannya untuk mendapatkan nomer kamar Bryan, dan mungkin Alex juga ada disana.


"Jangan - jangan tuan Alex masih terlibat black market, Tuan." Kata John pelan. "For your information, tuan Alex pernah terlibat kasus illegal logging juga bersama Tuan Bryan."


"Ya. Aku ingat sekarang." Sahut Toni cepat, mendadak dia kepikiran Eliana yang masih di Chandelier Club. "Kita harus cepat, John. Aku khawatir karena meninggalkan Eliana di club bersama Dokter Eliana. Meskipun ada Oscar disana."


O'ya John baru ingat akan Eliana. "Sebaiknya Tuan pulang, saya yang akan mengurus Tuan Alex dan membawanya pulang." John mengutak atik ponselnya, hendak menyuruh bodyguard segera menyusulnya kemari dan sebagian menyusul Eliana di club.


BUK!


Seseorang terlontar keluar dari salah satu kamar, menabrak John dan Toni, lalu tersungkur di karpet yang terbentang di sepanjang lorong kamar - kamar hotel.


"Go to hell!" umpat seorang laki - laki dari dalam kamar.


BUK!


BUK!


Sebuah tendangan mendarat di perut laki - laki yang tersungkur.


"ALEX!" Seru Toni pada pria yanh menendang.


Alex terkejut, dia menoleh ke arah Toni.


BUK!


"Kenapa kamu kemari Toni?" Serunya sambil menghindar dari serangan Alex. "Mana Eliana?" Suaranya terdengar khawatir.


Bryan menoleh, dia terkejut saat melihat Toni dan John sudah ada disana. Dia langsung berbalik badan hendak berlari, tapi John lebih cepat.


HUP!


John langsung menangkap Bryan dan memutar lengannya ke belakang.


Alex langsung berdiri di depan Bryan. "Katakan padaku apa rencanamu atau kau akan mati!" Ancam Alex sambil mencekik leher Bryan. Kemudian dia menoleh ke arah Toni. "Sebaiknya kamu kembali ke Eliana, Toni. Dia dalam bahaya." seru Alex.


"Hah? Apa?" tanya Toni terkejut, otaknya mendadak blank.


KREK!


John semakin kencang menarik lengan.


"Ugh! S-H-I-T Kalian cuma berani keroyokan." cemooh Bryan sambil menahan sakit."


Alex mempererat cekikannya. "Kembali ke Eliana, Toni!" Perintah Alex. Matanya menatap nanar kepada Bryan. "Biar aku dan John yang mengurus orang ini. Aku mendengarnya menelpon seseorang yang ada disana. Mereka merencanakan sesuatu pada Eliana."


Toni shock, dia mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Lepaskan dia, Alex. Dia tak cukup berharga untuk membuatmu masuk penjara." ucap Toni di antara gemuruh jantungnya yang berdegup kencang.


Rasa khawatir terhadap Eliana menyergapnya tapi dia juga takut Alex terlibat masalah besar karena membunuh Bryan. Toni tahu Alex sering kali bersumbu pendek, mudah meledak dan tak berpikir resiko.


Sial!


Alex melepaskan Bryan, dia sudah berjanji akan patuh pada kakaknya. And today, he will do.


"Egh." Wajah Bryan merah padam, dia terkekeh. "Kalian pikir kalian yang menang karena berhasil meringkus aku? Pemenangnya tetap aku, Tuan Muda." Wajahnya yang berdarah, menyeringai kejam.


DEG!


"Apa maksudmu?" tanya Toni, jantungnya berdegup kencang. Dia menarik kerah baju Bryan dan mengguncangnya kuat.


"Bunuh saja aku! Toh wanita itu tak akan pernah sama lagi.... " Bryan berhenti sejenak, kemudian dia tertawa puas. "HAHAHA.... "


BUK!


Toni menonjok perut Bryan. "Katakan atau bukan kamu saja yang mati, tapi seluruh keluargamu termasuk orang tua dan adik - adikmu." ancam Toni.


Bryan kembali tertawa, tawanya terdengar bengis. "Kamu tinggal dia di party kan? Di tempat yang penuh pria. Aku hanya berharap dia bisa pulang dalam keadaan utuh. They're going to r-a-p-e her."


R


A


P


E


Ugh!


Kata - kata Bryan menonjok tepat di ulu hati Toni. Pegangannya kepada Bryan mengendor, tubuhnya bergetar antara marah dan takut terjadi sesuatu pada Eliana.


BUK!


Alex menendang kepala Bryan dengan kakinya. "Urus dia John!" perintahnya


Kemudian dia langsung menyeret Toni yang shock untuk kembali ke Chandelier Club. "COME ON, TONI! GO!"


Bersambung ya...


NOTE



SUV \= Sport utility vehicle.


Mobil dengan aksen sporty dan desainnya diadaptasi dari mobil offroad. Bisa menempuh segala medan


R-a-p-e \= (sengaja ditulis dengan stripe karena biasanya kena cekal dan tidak bisa update) artinya memper-ko-sa.

__ADS_1



__ADS_2