My Toni Is Mr Anthony

My Toni Is Mr Anthony
Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance


__ADS_3

Tak ada seorang pun yang bisa menghapus senyum di wajah Toni, dia berhasil mendapatkan keinginan dan mimpinya untuk terus bersama Eliana selamanya. She's his now.


"I love you." bisiknya perlahan di dekat telinga Eliana.


Eliana mendongak dan tersenyum, senyum yang menyatakan dia siap mengarungi dunia bersama suaminya. Memulai hidup baru sebagai sepasang suami istri.


"I love you." balas Eliana. Tangannya membelai lembut rahang kokoh Toni.


Setelah pemberkatan nikah, semua orang bersenang - senang dengan jamuan makan outdoor sambil menikmati pemandangan dan angin yang sepoi - sepoi. Beberapa tamu pria asyik main balap jetski di sepanjang Lake Wood Harbour. Sementara para wanita duduk - duduk sambil menikmati hidangan teh dan scone.


Bagaimana Eliana dan Toni?


Eliana sudah menganti wedding gown-nya dengan rok model A-line warna putih dipadukan dengan blouse asimetris warna senada, dan juga sepasang wedges di kaki yang siap membawanya kemana saja tanpa merasa lelah. Terlihat lebih ringan namun tetap stylish tanpa meninggalkan kesan elegan.


Pasangan pengantin itu menyelinap ke sebuah perahu kecil dan berlayar melewati jembatan Lake Wood menuju laut lepas. Toni ingin menikmati sunset bersama wanitanya. Biarkan para tamu pria beradu adrenalin berkejaran dengan kecepatan tinggi.


"Woi, Man!" seru Oscar, salah satu teman dekat Toni di masa sekolah dulu. Dia menghampiri kapal Toni dan berdiri diatas jetski-nya sambil menghadap Toni yang sedang memeluk Eliana di atas geladak.


"Come with us! Kita belum adakan bachelor party, tahu - tahu kamu udah nikah aja." teriaknya lagi diantara deru ombak dan mesin jetski yang menderu.


Toni sama sekali tidak terpikir untuk berkumpul dengan teman - temannya, akhir - akhir ini pikirannya terlanjur fokus pada Eliana dan perusahaan. Dan sekarang seorang kawan lama mengajaknya party.


"Dimana?" seru Toni, antara jengkel karena waktu berduaannya dengan Eliana sudah pasti akan terganggu. Namun ada perasaan tak enak, biar bagaimana pun dirinya adalah seorang bisnisman. Relasi baik dan jaringan yang luas sudah jelas merupakan salah satu kunci suksesnya.


"Celebratory dinner dong." Seru Oscar lagi. "Hadiah dari aku buat pernikahan kalian!"


Toni tak bisa menolak lagi, dia mengacungkan jempolnya pada Oscar. "Thanks, bro!"


Oscar tersenyum puas, dia melambaikan tangan dan meneruskan main jetski dengan kecepatan gila - gilaan. Kalau saja Toni bukan pengantin baru, dia pasti sudah ada disana bersama teman - temannya. Bersenang - senang sekaligus memacu adrenalin. Tapi saat ini, dia harus menemani istrinya tercinta.


"Rasanya kaya mimpi." ucap Toni.


Eliana mendongak pada Toni yang memeluk pinggangnya erat. Sejak tadi, laki - laki itu terus menempel padanya, tidak pernah mau jauh darinya. Lengket tak terpisahkan.


"You're Mrs. Anthony Peterson now. My wife. And, you're mine."


Eliana tertawa pelan dan berkata. "Call me Mrs. Anthony Peterson instead of Eliana."


"Oh! ... Wow!" Toni membelalakkan matanya lucu, "Mrs. Anthony. Peterson!" Toni mengejanya satu per satu dengan perasaan amazing.


Eliana semakin geli melihat wajah Toni. "Kenapa? Kerasa aneh di lidah ya? Bukannya kamu yang minta buru - buru menikah?"


Toni mengerjapkan matanya dan mengangguk. "Ehm, aku memang excited buat nikahin kamu. Tapi tak pernah menyangka bakal begini rasanya." Tangannya menggaruk tengkuknya.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Eliana lembut.


"Ya?" Toni tampak berpikir sejenak, dia nampak kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya. "Ehm, speechless. Aku tidak bisa menemukan kata - kata lain yang tepat selain speechless." ucap Toni akhirnya.


Exactly the same.


Eliana pun merasakan perasaan yang sama, tak ada vocabulary yang tepat dari bahasa apa pun untuk menggambarkan perasaan mereka. Semua berbaur menjadi satu di dalam dada.

__ADS_1


Kata - kata bisa saja indah untuk diucapkan, tapi cinta adalah sebuah tindakan, tentang bagaimana seseorang memperlakukanmu dengan baik. Dan, saat ini hanya satu yang bisa mereka lakukan untuk menunjukkan perasaan masing - masing.


Toni mencondongkan kepalanya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Eliana, menyampaikan perasaannya yang terdalam.


Perlahan tapi pasti, semburat warna oranye berpendar membuat gradasi warna yang indah di langit. Bertepatan dengan Eliana menutup mata untuk menerima cinta Toni dengan sepenuh hati.


A twilight Kiss! --- (Ciuman Senja Hari)


Come what may. --- (Apapun yang terjadi)


I'll love you till my dying day. --- (Aku akan mencintaimu hingga hari kematianku.)


***


Malam harinya, Toni dan Eliana memenuhi undangan Oscar untuk makan malam dan mengunjungi salah satu club yang hanya berjarak sepuluh menit dari cottage. Mereka terpaksa meninggalkan Tuan Peterson yang kelelahan untuk beristirahat bersama John di cottage.


Tak tanggung - tanggung semua yang datang diundang oleh Oscar untuk merayakan pernikahan Toni. Dan para undangan tanpa pikir panjang berangkat ke acara dinner untuk ikut menikmati kemeriahan pesta dadakan.


Eliana berganti baju, lagi - lagi dia memilih gaun yang panjangnya dibawah lutut berwarna putih simple dengan gaya strapless dibalut oleh tile halus transparan karya desainer terkemuka. Tak ada aksesories apa pun yang menempel, namun bahan yang istimewa membuat gaun itu cantik tanpa tambahan apa pun. Lengan gaun yang menggembung membuat Eliana terlihat seperti puteri dari negeri dongeng.


Toni menatapnya tak berkedip. "Gorgeous as always." pujinya dengan wajah berseri - seri. Dia menyodorkan lengannya kepada Eliana.


Eliana tersipu malu, dia menggandeng lengan Toni dan berbisik. "Aku belum pernah ke tempat seperti itu, aku khawatir akan memalukan."


"Jangan khawatir, I'll take care of you. Aku tidak akan membiarkanmu mabuk, jadi kita bisa menikmati malam kita. All... night... long." Bisik Toni dengan nada menggoda hingga Eliana bergidik.


Oscar Membuat celebratory dinner yang benar - benar mewah untuk teman dekat sekaligus partner bisnisnya. Hidangan mewah tersaji di meja lengkap dengan three course dinner.


Eliana terkagum - kagum dengan beberapa macam appetizer yang nampak cantik dan menggiurkan, ada brokoli acar bawang, jamur dan remah roti serta manisan wortel madu. Belum lagi aroma saus salad yang menguar, membuat selera makan Eliana semakin bertambah.


Tidak tanggung - tanggung, ayam basil pedas, bebek panggang dan kalkun goreng madu disajikan sebagai menu utama. Dan dilanjutkan dengan steak dengan berbagai daging premium.


Mereka semua menikmati makanan dengan iringan musik kuartet.


"Shall we dance?"


Eliana menatap tangan Toni yang terulur, mengajaknya berdansa untuk pertama kali.


"Aku... tak bisa berdansa.... " jawab Eliana malu - malu.


"Just follow me." sahut Toni lembut. Bibirnya mengulas senyuman yang mampu mengalirkan getaran listrik di tubuh Eliana.


Eliana meletakkan tangannya diatas telapak tangan Toni yang terbuka. Toni membawa Eliana ke tengah lantai dansa diiringi dengan tepuk tangan para para undangan.


Lagu Since I Found You dari Christian Bautista mengalun lembut. Toni melingkarkan lengannya di pinggang Eliana, mendekatkan tubuh mereka hingga Eliana bisa mendengarkan detak jantung Toni, merasakan hangat napas dan tubuh suaminya. Ya, Toni is hers.


Mereka bergerak mengikuti musik, lirik lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi mengingatkan mereka pada pertemuan pertama Toni dengan Eliana di kamar nomer nol St. Paul Hospital.


Since I found you, my world seems so brand new.


You've show me the love I never knew

__ADS_1


Your presence is what my whole life through


Since I found you my life begin so new


Now who needs a dream when there is you


For all of my dreams came true


Since i found you


Your love shines bright


Through all the corners of my heart


Maybe you are my dearest heart


I give you all i have my heart, my soul, my life


My destiny is you


Forever true... i'm so in love with you


Terjemahan


Sejak aku menemukanmu, kurasa duniaku betul - betul baru.


Kamu telah menunjukkan padaku cinta yang dulu tak pernah aku tahu.


Kehadiranmu, kunanti dalam hidupku.


Sejak aku menemukanmu, kurasa duniaku begitu baru.


Kini siapa butuh mimpi, karena mimpiku telah terwujud sejak aku bertemu denganmu.


Cintamu bercahaya terang


Sinari sudut-sudut hatiku


Mungkin kaulah hati yang paling kusayangi


Kan kuberi segala milikku


Hatiku, jiwaku, hidupku


Takdirku adalah dirimu


Selamanya begitu...


Aku sangat mencintaimu


NOTE:

__ADS_1


Keterangan kata sukarnya nyusul ya Gaes.


__ADS_2