My Toni Is Mr Anthony

My Toni Is Mr Anthony
Bab 67 -- Negosiasi


__ADS_3

Toni berjanji akan menemui Nyonya Wilson di waktu dan tempat yang telah dia tentukan, tapi Nyonya Wilson tak sabar dan dia sudah tiba di cafe dekat kantor polisi tempat Eliana ditahan.


Dari jauh Toni sudah bisa melihat Nyonya besar Wilson yang berdandan cetar membahana duduk dengan anggun di salah satu sudut cafe. Fashion style-nya tak pernah gagal.


"Aunty." sapa Toni sambil membungkuk sopan sebelum mengambil tempat duduk di hadapan wanita itu.


Nyonya Wilson mendongak saat mendengar sapaan Toni yang terdengar dingin di telinganya. Dia mengamati calon menantu kebanggaannya, ada lingkaran hitam dibawah mata Toni dan wajahnya sedikit pucat. Terlihat lelah.


"Apa yang ada di dalam pikiranmu hingga kamu tega memasukkan calon istrimu ke dalam penjara?" Niat awal Nyonya Wilson ingin bicara baik - baik menguap begitu saja setelah dia melihat kondisi Tiffany yang menderita di dalam sel tahanan.


Toni menatap wanita yang disebutnya Aunty dengan sorot mata tanpa ekspresi. Dia mencoba bicara dengan nada sopan dan kata - kata yang tidak kasar. Biar bagaimana pun hubungan Nyonya Wilson dan Mommy-nya sudah seperti saudara.


"Maaf, Aunty. Tapi Tiff sudah melakukan kesalahan besar. Mencelakai orang secara berencana adalah sebuah tindakan kriminal."


Nyonya Wilson tersenyum tipis. "Anthony, apa pun masalahnya. Kita harus menyelesaikan semuanya secara kekeluargaan. Apa jadinya kalau saat menikah nanti, kalian bertengkar seperti ini?"


'Menikah dengan Tiff? Tak akah pernah, Aunty. Aku sudah mempunyai istri.'


"Kami tidak bertengkar. Tiffany yang telah melakukan kejahatan dan saat ini dia menerima konsekuensinya."


"Dia hanya bertindak impulsive, tak ada niat jahat dari dalam hatinya."


Toni tidak bergeming. Dia masih menatap Nyonya Wilson dengan cara yang sama. Dingin.


"Anthony, apa kamu tidak kasihan pada Tiffany kalau sampai Papanya tahu dia ada di penjara? Kamu mau hal ini berpengaruh pada kerja sama proyek kalian? Dan saham kalian?"


"Maaf, Aunty. Belum bisa." Jawab Toni singkat.


"Kenapa?"


"Apa Aunty tahu kesalahan Tiffany hingga dia bisa masuk penjara?" Tanya Toni. "Tidakkah tindakannya diluar batas? Ini hal serius, Aunty. Dia membahayakan nyawa orang lain."


Nyonya Wilson sudah mendapatkan info tentang kronologis kejadian dan apa saja kesalahan Tiffany. Namun yang menjadi fokus adalah nama baik keluarga Wilson, dan nasib Tiffany. Bisa - bisa dia dicoret dari keluarga Wilson.


"Anthony, kita bisa bicarakan semuanya baik - baik. Semua bisa diatasi --"

__ADS_1


"Dengan uang?" Sela Toni, sinis.


Dia sebal dengan kebiasaan orang - orang kaya yang menyelesaikan masalah dengan uang dan kekuasaan.


"Maaf Aunty. Tidak semua masalah bisa beres dengan uang. Aku tidak akan mencabut laporan hingga dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara resmi kepada Eliana."


Eliana!


Nyonya Wilson mendengus begitu mendengar nama Eliana disebut dengan penuh perasaan oleh Toni. Darahnya mendidih.


"Kamu malah membela seorang perawat yang tak ada hubungannya denganmu?"


Mendengar ucapan Nyonya Wilson, alis Toni langsung terangkat. She's so rude.


"Oh, jadi begitu cara pandang seorang Nyonya besar keluarga Wilson terhadap suatu masalah? Kalau bukan siapa - siapa, lantas kita boleh berlaku tidak adil. Apa begitu?"


Nyonya Wilson menghembuskan napasnya, sesaat tadi dia lupa kalau yang dihadapinya adalah tuan muda Peterson yang terkenal lurus dan fair.


"Bukan begitu maksudnya... " Suara Nyonya Wilson melunak. "Tiff itu sangat mencintaimu, wajar kalau dia cemburu saat melihatmu dekat dengan wanita lain. Tak ada wanita yang baik - baik saja saat tahu lelakinya dekat dengan wanita lain. Aunty harap kamu menjaga perasaan Tiff."


"Kenapa sekarang kamu berubah? Apa kamu sudah tidak mencintai Tiff lagi?" Nyonya Wilson melotot, alisnya terangkat tinggi.


"Maaf. Aku sudah tak punya perasaan apa pun pada Tiff." ucap Toni tegas.


"Jadi kamu berniat mengingkari janjimu kepada Laura, Mommy-mu?"


"Aku memang sudah berjanji kepada Mommy untuk menikahi dan menjaga Tiffany seumur hidupku. Tapi bagaimana kalau ternyata Tiffany yang tidak bisa menjaga kepercayaanku?" Toni akhirnya mengeluarkan isi hatinya. Kekecewaan yang sudah dia pendam selama ini.


Nyonya Wilson terperangah, dia tak menyangka akan mendapat pertanyaan yang menohok dari Toni. Dia tak bisa menjawab pertanyaan Toni.


"Apa yang harus aku lakukan terhadap wanita yang berkhianat dariku? Apa aku harus memaafkan dia yang menggoda dan tidur dengan adik kandungku sendiri? Kenapa aku harus memaafkan wanita yang mempunyai banyak pria lain di luar sana?" Wajah Toni merah padam saking kesalnya.


"Dimana dia saat semua orang mencemooh dan membuangku? Di saat semua orang menatapku jijik, hanya Eliana yang mau menerimaku. Sedangkan Tiffany yang tunanganku justru diam saja saat tahu ada orang lain yang ingin mencelakaiku. Bukankah wajar kalau aku dekat dengan Eliana dan menyayanginya? Sekarang dia adalah bagian terpenting dalam hidupku. Aku tak akan tinggal diam kalau terjadi sesuatu padanya."


Nyonya Wilson terhenyak, serasa menerima tembakan beruntun dari Toni. Wanita itu gelisah, dia tidak terbiasa dikonfrontasi seperti ini. Posisinya selalu superior, orang - orang hormat dan cenderung menjilat padanya. Namun calon menantunya sudah menjatuhkan harga dirinya. Dan yang terburuk adalah semua yang dikatakan tentang Tiffany adalah benar.

__ADS_1


"Anthony, jangan ungkit - ungkit masa lalu. Tiffany sudah bertobat." Nyonya Wilson menurunkan nada bicaranya. Beberapa orang mulai melirik ke arah Toni dan Nyonya Wilson. Mereka melayangkan pandang terganggu terhadap suara mereka yang cukup berisik.


"Semua hal ada sebab dan akibat, Aunty. Tidak ada masa depan tanpa masa lalu. Jangan memutar balikkan fakta dan lari dari kenyataan. Disini jelas Tiffany bersalah dan Eliana adalah korban. Dia hampir saja... " Toni menelan ludahnya, getir. "dilecehkan atau bisa saja nyawanya melayang karena overdosis. Bagaimana kalau itu terjadi pada Tiffany, apa Aunty akan membiarkan pelakunya begitu saja?"


Nyonya Wilson menghembuskan napas, dia tahu kalau mereka sudah kalah. "Baiklah. Apa yang kamu inginkan supaya mau mencabut tuntutan? Apa yang harus aku lakukan?"


Toni menahan senyum. "Aunty tahu kan kalau selalu ada S&K dalam bisnis?"


"Oke. Oke."


Nyonya Wilson mengangkat tangannya tanda menyerah, apa pun akan dia lakukan agar anak kesayangannya keluar dari penjara. Dia juga tak ingin image keluarganya rusak karena kasus ini. "Katakan apa pun maumu akan aku turuti."


"Aku mau anda membatalkan tidak hanya pernikahan kami tapi juga proyek yang sedang aku tangani bersama Tiffany tanpa merugikan Peterson. Case closed bersamaan dengan aku putus hubungan dengan Tiffany. Sekecil apa pun itu, aku tak mau berhubungan dengannya. Apa anda bisa menjaminnya?"


"Tapi pernikahan kalian sudah diatur sedemikian rupa?"


"Aku punya bukti skandal Tiffany, Aunty." Ucap Toni dingin.


"Anthony... "


"Aku tidak sedang tawar menawar. Bawa Tiffany keluar dari negara ini dan jangan muncul kembali di hadapan kami."


Bersambung ya....


Note



rude : kasar


Fair : adil


S&K : Syarat dan ketentuan


__ADS_1


__ADS_2