
"Paus minke (Balaenoptera acutorostrata) adalah mamalia laut yang digolongkan dalam subordo Paus Balin (Mysticeti). Spesies ini merupakan paus terkecil dalam kelompok rorkual (familia balaenopteridae)."
"Setiap musim dingin di Australia, yang terjadi pada Juni dan Juli, sekira 60-80 paus Dwarf Minke muncul di perairan ini untuk bermain-main, berkembang biak, dan mencari makan. Paus ini berukuran sekitar delapan meter, lincah dan senang bermain-main."
"Tidak seperti paus pada umumnya, paus di sini justru mencari manusia. Bila ada perenang mendekati, bukannya takut, paus ini justru balik mendekat, bahkan kadang terlihat hanya mengapung di dekat perenang sambil mengamatinya."
Kalimat Collins masuk ke telinga kiri Eliana, langsung menembus gendang telinga dan keluar tanpa sempat mengendap di ingatan Eliana. Wanita muda itu duduk dengan perhatian yang bercabang - cabang, sebentar perhatiannya terarah ke Collins, kemudian berpindah ke Toni.
Perasaan ingin selalu berdekatan dengan Toni menyeruak begitu saja di hatinya. Tiba - tiba saja dia ingin memeluk lengannya yang berotot, melarikan jarinya ke rahang Toni, mengecup pipinya dan mengucapkan kata cinta.
Merasakan tatapan Eliana yang tertuju padanya, Toni berpamitan pada kapten William yang sedang berbicara padanya. Lalu segera menghampiri Eliana dan mengecup pucuk kepalanya.
"Hey, mau aku bantu mengoleskan sunblock di punggung?" Toni menawarkan bantuannya.
Sudah tentu Eliana tak akan menoleh, hati siapa yang tak jatuh cinta dengan perlakuan Toni yang manis. Toni menarik tangan Eliana menuju tempat yang agak sepi, menjauh dari Alex dan Livia yang sedang bercakap - cakap dan beberapa kru yang menyiapkan peralatan diving.
Eliana mengikuti Toni dan duduk di sebuah panjang. Toni pun mulai mengoleskan sunblock di punggung istrinya itu. Telapak tangan Toni mengoleskan krim tebal - tebal di punggung Eliana yang terbuka.
"Oke, done!" kata Toni, kemudian dia bersiap - siap mengenakan peralatan diving.
Eliana mengikuti Toni dan duduk di sebuah panjang. Toni pun mulai mengoleskan sunblock di punggung istrinya itu. Telapak tangan Toni mengoleskan krim tebal - tebal di punggung Eliana yang terbuka.
"Oke, done!" katanya sambil bersiap - siap mengenakan peralatan diving.
"Eliana." panggil Toni saat dia sudah mengenakan wetsuits dan menggendong scuba tank.
"Ya?"
"Aku mau loncat duluan, nanti kamu susulin aku ya? Tunggu aba - aba dari Collin saja. Bagaimana?"
Eliana mengerutkan keningnya dan bertanya. "Kenapa kita tidak sama - sama saja?" tanyanya, menyembunyikan rasa ngeri karena harus melompat sendiri di laut lepas.
Toni tersenyum. "Sampai jumpa di bawah, Sayang."
Kemudian Toni langsung fokus pada pengarahan dari Collins dan seorang instruktur diving. Seorang laki - laki akan mendampingi Toni untuk meloncat ke dalam air.
BYURR!!
Begitu Toni meloncat, Eliana langsung menghampiri Collin dan ingin segera menyusul suaminya. "Can I jump?"
__ADS_1
(Bolehkah saya meloncat?)
"Not yet, Darling. We must wait for a second."
(Belum, Sayang. Kita harus menunggu beberapa saat.)
"Why?" tanya Eliana heran bercampur rasa tak sabar.
"We don't want to scare them." jawab Collin kalem. Tak lupa dia memasang senyum ramah.
(Kita tak ingin menakuti mereka.)
Oh, Eliana paham sekarang. Collin tak ingin hewan - hewan laut, paus atau apa pun yang ada di dalamnya akan terkejut kalau mereka meloncat bersama - sama sekaligus.
Tapi, Eliana benar - benar ingin segera bersama Toni. Berat rasanya untuk berpisah dengan laki - laki itu meski hanya sesaat.
Collin membantu Eliana memakai peralatan divingnya, mulai dari wetsuit dan mask, alat snorkel di mulut yang menyambung pada scuba tank yang berat, kaki katak, dan weigh belt.
Sambil memasang alat itu satu per satu, Collins menjelaskan fungsinya dengan sabar hingga Eliana benar - benar paham. Eliana mengangguk - angguk sambil, dengan perasaan semakin menggebu ingin bersama Toni.
"Erik akan meloncat bersamamu. Jangan sampai terbawa arus. Follow him, Oke? perintah Collin.
Eliana mengangguk.
(Bersenang - senanglah dan nikmati petualangannya.)
"YUHUUU!" Kapten berseru kencang memberi aba - aba, pertanda sudah waktunya meloncat.
BYUR!!
Tanpa berpikir panjang Eliana meloncat, dia sedikit tersentak dengan perubahan lingkungan di sekitarnya. Tubuhnya jatuh ke dalam air yang cukup dalam.
Sebuah tangan menariknya dan Eliana melihat tangan Erik, guide-nya, menunjuk sesuatu.
Wow! Wow! Eliana terbelalak melihat seekor paus berenang dengan anggun melintas di hadapannya.
My God! What a beautiful scenery.
(Ya Tuhan. Betapa indahnya pemandangan ini.)
__ADS_1
Eliana belum pernah melihat hewan laut sedekat inj, mungkin hanya dalam mimpi dia bisa berdekatan dengan hewan - hewan laut seperti ini.
Adrenalinnya semakin terpompa saat Collin memberi kode untuk berenang di sisi yang lain. Lagi - lagi pemandangan yang menakjubkan muncul, gerombolan pari manta berenang tak jauh darinya. Eliana seperti sedang melihat para balerina sedang terbang di lautan. Berlatar belakang karang - karang cantik dan ikan warna warni.
Indah saja tak cukup untuk menggambarkan dunia bawah laut yang menakjubkan. Mungkin itu sebabnya muncul istilah surga dunia. Eliana dan Erik berjalan mmengikuti arah pari manta berenang. Pelan, santai dan anggun.
Ah, tapi semua keindahan ini tak sempurna kalai tak ada Toni di sisinya. Eliana ingin bersama Toni menikmati suka cita di bawah laut. Matanya mulai mencari - cari ke sekitarnya hingga dia melihat sosok suaminya itu.
Toni melayang di antara karang - karang dan kerumunan ikan yang berenang berkelompok. Pari manta itu berenang melewati Toni, sementara Eliana berhenti dan menunggu Toni datang menghampirinya. Tapi Toni malah berhenti di tempat.
'Ada apa?'
Toni memberi kode kepada Eliana untuk membaca papan kayu yang dibawanya. Meski pun heran, Eliana melihat ke arah dimana tangan Toni menunjuk. Ada tiga buah kata tertulis di papan itu.
I
Love
You
Ha?
Eliana membelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kali ini dia bergerak lebih mendekat dan sekali lagi membaca tulisan itu.
'I... love... you... '
Astaga!
Apa yang dilakukan oleh Toni? Menyatakan cintakah? Hey, mereka sudah menikah kan? Tapi. hati Eliana tetap saja melayang mendapatkan pengakuan cinta Toni untuk ke sekian kalinya. Terlebih dilakukan di dalam lautan yang dalam. Toni is so sweet.
Andai saja ini di daratan pasti Eliana sudah berteriak saking senangnya, tapi saat ini cukup dirinya saja yang tahu betapa terkejutnya dia dengan surprise dari Toni.
Toni menahan senyum, tangannya terulur untuk menyambut Eliana yang datang kepadanya.
Eliana masih tak percaya, menyelam dibawah lautan dan menyaksikan keajaiban ciptaan Tuhan. Di saat yang sama dia juga menerima indahnya cinta dari Toni, suaminya.
Eliana meraih papan yang dipegang Toni dan membaliknya ke arah Toni. Tangannya menunjuk ke diri sendiri, papan bertuliskan I love you lalu ke telunjuknya menunjuk arah Toni.
'I love you too, Toni.'
__ADS_1
Note
1. Scuba singkatan dari Self-Contained Underwater Breathing Apparatus. Jenis penyelaman ini memungkinkan kamu bernapas di bawah air saat menjelajahi lautan, karena membawa tangki scuba.