
Kailis, sebuah toko ikan segar sekaligus restaurant, menjadi pilihan Toni untuk menyenangkan istrinya. Besok mereka sudah akan kembali ke Lakewood. Restaurant ini adalah salah satu dari beberapa restaurant fish and chips yang bisa dipilih oleh wisatawan di Fremantle Fishing Boat Harbour.
Saat mereka datang, restaurant masih agak sepi Ada banyak meja di dalam dan juga di beranda restoran yang berada di pinggir pelabuhan ini. Pilihan menunya cukup bervariasi dan gambar - gambarnya terpasang di dinding. Setelah memesan, pembeli diberi alat semacam pager sambil menunggu makanan matang.
"Aku mau duduk diluar saja." Eliana langsung menarik tangan Toni menuju ke salah satu tempat duduk di beranda.
"Tapi kamu akan kesulitan makan disana. Lebih baik kita duduk disitu saja." ucap Toni sambil menunjuk salah satu kursi di dekat jendela.
Eliana menoleh kearah Toni sekilas, tapi sedetik kemudian pandangannya kembali ke beranda dengan sorot mata penuh minat.
Sepertinya akan menyenangkan duduk di beranda restaurant yang pemandangannya terlihat sempurna. Ada dermaga kayu dengan aneka kapal ikan berjejer rapi, dia juga bisa melihat restaurant fish and chips lain, membuat suasana beranda yang menghadap ke pelabuhan ikan itu terkesan natural. Dan dari tempat duduk yang diincarnya nampak bianglala di taman ria Kota Fremantle.
Ditambah suasana alami dengan beberapa burung camar nangkring di atas pagar kayu atau geladak kapal.
Tak tega melihat ekspresi Eliana yang terlihat begitu ingin duduk disana, Toni merangkul bahu Eliana dan mengecup kepalanya. "Baiklah, ayo kita makan disana. Mari kita nikmati makan sambil berperang bersama burung camar." ucap Toni sambil tersenyum penuh arti.
Sebenarnya Eliana ingin bertanya apa maksud kata - kata Toni, tapi dia mengurungkan niatnya. Keinginannya untuk duduk di beranda sambil makan dan menikmati pemandangan alami pelabuhan lebih besar dari pada rasa ingin tahunya terhadap omongan Toni. Dia segera duduk di spot yang diinginkannya.
"Kamu menyukai tempat ini?"
Eliana mengalihkan pandangannya dari mengamati gerak gerik burung camar kepada wajah tampan suaminya. Dia tersenyum dan berkata, "Suasananya natural, aku senang sekali disini. Kamu tidak menyukainya?"
Toni menggeleng. "Asalkan bersamamu, aku menyukai apa pun."
Wajah Eliana memerah. "Jangan merayuku, Toni." Semakin hari Toni semakin pintar ngomong saja.
"Aku ingin suatu hari pergi kesini lagi bersama anak - anak kita untuk berpetualang. Kita akan mengajak mereka jalan - jalan mengelilingi dunia, belajar sambil bermain. Dan yang paling penting melihat bagaimana indahnya dunia ciptaan Tuhan supaya mereka bisa bersyukur telah lahir di dunia ini."
Suara Toni seakan membawa Eliana terbang ke imajinasi yang indah. Toni, dirinya dan anak - anak impian mereka sedang berpetualang. What a dream!
Tanpa sadar, dia menautkan jarinya dengan jari Toni. Senyum penuh makna dengan pandangan menerawang menghiasi wajahnya. Perasaan hangat melingkupi Eliana, mulai dari hati kemudian merambat ke seluruh tubuhnya.
Beep! Beep! Beep! Pager berbunyi, menjeda moment spesial mereka.
"Wait a moment." kata Toni.
__ADS_1
Dia mengusap lengan Eliana, kemudian segera menghampiri koki untuk mengambil fish and chips dengan porsi jumbo. Ada dua fillet ikan goreng tepung, calamari goreng tepung, kentang goreng melimpah ruah, semangkuk kerang dan semangkuk salad. Toni menyiramkan perasan air lemon di atas fish and chips, begitupun vinaigrette, salad dressing ala Italia dengan minyak zaitun dan cuka.
"Let's eat!" kata Eliana penuh semangat.
Perutnya sudah meronta - ronta melihat makanan yang tersaji di hadapannya. Ikan goreng tepung itu begitu gurih dan lembut, begitu pun calamari yang kenyal dan segar. Dia mencocol kentang goreng dengan mayonaise. Hm... lezat!
Owh, kerang yang dimasak tomat tampak menggoda. Eliana membayangkan rasa asam manis yang meleleh di mulut. Toni memberikan semangkuk salad dingin yang pastinya crunchy dan segar.
"Makanlah, ini favoritmu." katanya.
Ups! Mendadak saja Eliana merasakan sebuah ancaman, burung camar yang tadinya hanya satu dua kini berkumpul hingga sekitar tiga puluh ekor. Astaga!
"Apa yang mereka lakukan, Toni?" kata Eliana pelan.
Eits!
Seekor camar menyambar kentang goreng yang ada di piring Eliana sebelum Toni sempat menjawab. Eliana melongo dan Toni terkekeh.
"Jangan lengah, atau mereka akan memakan apa pun yang ada di piringmu." kata Toni dengan mata bersinar jenaka.
Eliana menoleh, dia melihat dua, yang sepertinya berasal dari Jepang, sedang melongo melihat fish and chip yang baru dia beli diserbu oleh kawanan camar.
Toni tertawa kecil melihat ekspresi Eliana yang kebingungan. Tangannya bergerak mengusir seekor camar yang mendekati piring Eliana.
"Memang di sini sudah biasa banyak camar, itulah sebabnya pelayan langsung membereskan bekas makanannya begitu pengunjung selesai makan." kata Toni, memberi penjelasan kepada Eliana. Tangan Toni berkali - kali mengibas untuk mengusir pencuri - pencuri makanan tersebut.
Yah, gagal!
Seekor camar berhasil menyambar sepotong kentang dari piringnya.
"Aw!" pekir Eliana.
Ups! Lagi!!
Ada camar lain yang ternyata sudah mengikuti kawannya untuk ikutan menyambar. Kali ini giliran piringnya yang kecolongan.
__ADS_1
Toni terbahak, Eliana jadi ikut tertawa. Makan sambil berebut dengan camar benar - benar mempunyai kesan dan tantangan tersendiri.
Sekarang Eliana baru paham kenapa tadi Toni berkata 'makan sambil berperang dengan burung camar'.
Eliana mengangkat bahunya dan berkata, "Tak apalah, ini yang disebut untuk makan saja kita harus berjuang." Senyum lebar terukir di wajahnya.
Setelah selesai makan, mereka melangkahkan kaki keluar dan bersiap untuk menjelajahi sisi lain kota Fremantle di hari terakhir liburan mereka.
"Look! Kamu pasti tidak membacanya tadi." Ucap Toni saat mereka sudah keluar dan berdiri di depan pagar restaurant.
"What?" tanya Eliana.
Toni tersenyum dan matanya mengerling ke arah tulisan yang ada di pagar restaurant. Eliana mengikuti arah dimana mata Toni tertuju. Tertulis 'Do Not Feed the Seagulls'.
(Jangan memberi makan burung camar.)
"Oh!"
"Lalu disana juga ada!" kali ini tangan Toni menunjuk ke tembok restaurant yang bertuliskan 'Please Do Not Leave Your Meals Unattended Due To The Seagulls'.
(Tolong jangan tinggalkan makanan tanpa pengawasan karena kawanan camar.)
"Ha?"
Toni tertawa melihat wajah Eliana yang tercengang - cengang. "How was your meal?"
"It's challenging." jawabnya sambil terbahak, mentertawakan dirinya sendiri yang tidak teliti membaca.
Jangan salahkan Eliana, perjalanan ke Australia adalah hal baru baginya. Semua begitu menakjubkan.
Bersambung ya...
Note
Pager : alat elektronik kecil yang akan bergetar jika ada pesan masuk. Ini benda yang langsung dilupakan orang ketika manusia menemukan ponsel
__ADS_1