My Toni Is Mr Anthony

My Toni Is Mr Anthony
Bab 98


__ADS_3

Weeks Later,


Salah satu acara penting dalam perusahaan Peterson adalah ulang tahun perusahaan yang juga merupakan hari lahir Tuan Peterson. Beliau yang tahun ini berusia delapan puluh tahun, sebenarnya tidak ingin kehebohan di hari ulang tahunnya. Keinginannya adalah menghabiskan hari - harinya bersama cucu - cucu dan sebisa mungkin ingin melihat cicitnya.


Tapi orang - orang di sekelilingnya tidak mengerti apa keinginannya, mereka hanya menjalankan tradisi yang sudah berjalan bertahun - tahun. Dan kali ada hal yang penting di acara ulang tahun kali ini, yaitu Eliana.


Deretan mobil mewah mengantre menuju pelataran pintu masuk yang dijaga dengan ketat. Orang - orang berjas hitam dengan earpiece di telinga mereka terlihat menyebar di beberapa tempat. Mereka memeriksa setiap orang yang datang, mengecek kartu undangan dan memastikan setiap orang yang masuk tidak membawa barang yang berbahaya.


Toni menoleh sebelum mereka turun. "Be confident, Baby. Semoga semua berjalan lancar seperti yang direncanakan."


(Percaya diri, Baby.)


Eliana mengangguk, dia mengusap pipi Toni mencoba menenangkan suaminya itu. "I love you, Toni." bisiknya.


Toni menjawabnya dengan ciuman cepat di bibir, membuka pintu dan menggenggam tangan Eliana. "Let's get over this." gumam Toni kemudian, seolah sedang berbicara dengan dirinya sendiri.


(Mari kita selesaikan ini.)


Rumah mewah Peterson punya ballroom sendiri. Kini ruangan yang didekor cantik itu terlihat sudah mulai ramai dengan berbagai macam orang. Hampir semua business partner Peterson hadir untuk merayakan hari jadi pebisnis bertangan dingin itu.


Kedatangan mereka tak hanya sekedar ingin memberi ucapan selamat tapi seperti biasa acara makan malam bersama ini bisa menjadi ajang memperluas jaringan. Di acara ini, merek bisa menambah kenalan dan memuluskan jalan menuju 'sukses'. Tak jarang terjadi business deal selama acara berlangsung. Itulah kenapa, acara ini selalu mereka berbondong - bondong datang, tak mau melewatkan kesempatan.


Toni dan Eliana tak heran, apabila pembicaraan mereka tidak jauh - jauh dari bisnis, politik dan 'pamer' kesuksesan.


"Ah, Mr. Anthony Peterson. The heir of Peterson Corp." Sebuah suara mengagetkan Toni dan Eliana yang berjalan berdampingan. Mereka tak lagi bergandengan, tapi masing - masing masih terus berada di dalam jarak aman.


"Oh, Tuan Wilson. Apa kabar?" Toni mengulurkan tangannya dan menyapa dengan sopan seorang laki - laki paruh baya.


"Wah, kamu kelihatan makin tampan dan gagah." Lelaki yang dipanggil Tuan Wilson itu langsung merangkul Toni seolah sedang mengajak bicara anaknya. Membuat Eliana sedikit tersingkirkan. "Aku dengar kamu menghentikan kerja sama smart city dengan Tiffany. Ayolah, jangan begitu dong."


Toni terkekeh. "Dimana Nyonya Wilson?" tanyanya. Toni sudah mengubah panggilan Aunty dan Uncle menjadi Tuan dan Nyonya. Dan dengan lihai dia membelokkan percakapan, tak ingin membahas masalah bisnis apa pun dengan Tuan Wilson.

__ADS_1


"Dia sedang ada urusan diluar kota."


Toni manggut - manggut, mungkin saja Nyonya Wilson sedang bersama Tiffany.


"Aku dengar kamu sudah ada pengganti Tiffany?" tanya Tuan Wilson sambil melirik Eliana sinis. "Anak keluarga siapa dia? Apa bisnisnya?"


Merasakan tatapan Tuan Wilson yang tak menyenangkan, Eliana memutuskan untuk mencari Grandpa. Lagipula, mungkin saja Toni sedang ingin berbicara bisnis. Tapi baru saja Eliana hendak melangkah, Toni sudah memanggilnya dan memberinya kode untuk mendekat.


"Eliana... , come to me, please!"


Eliana menoleh kaget, dia sedikit gugup karena akan berhadapan langsung dengan orang yang terang - terangan menatap sinis padanya.


Mendapati tatapan Toni yang mantap dan tanpa keraguan, Eliana buru - buru menepis keraguannya dan menghampiri mereka dengan lebih percaya diri. She is officially Mrs. Anthony Peterson. Itulah kenyataannya, tak ada yang bisa menyangkalnya.


"Dia adalah istri saya, Tuan Wilson. Namanya Eliana." Toni memperkenalkan sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Eliana dengan bangga. "Dia bukan business woman, mungkin dia bukan anak dari keluarga mana pun yang anda kenal. But she is my everything." tegas Toni, tak ingin Eliana dipandang rendah oleh siapa pun.


"Eliana!"


Eliana mendekat dan membungkuk, memeluk Grandpa yang disayanginya. "Selamat ulang tahun ya, Grandpa! Sehat terus ya, supaya bisa terus sama - sama kami."


Grandpa terkekeh dengan tawa khasnya dan menepuk - nepuk punggung Eliana. "Asalkan melihat cucu - cucuku bahagia, aku pasti sehat terus."


Kemudian Grandpa menoleh pada Tuan Wilson yang diam - diam memperhatikan interaksi Tuan Peterson dan cucu menantunya. Mereka tampak begitu dekat dan saling menyayangi. Dirinya sudah gagal menjadi bagian dari keluarga Peterson.


"Baiklah! Mari kita mulai acaranya, aku sekarang lebih cepat mengantuk." ajak Tuan Peterson sambil menepuk punggung tangan Eliana.


Seperti biasa acara formal makan malam hanya berlangsung selama dua jam, termasuk sambutan dan sepotong cerita dari Grandpa Peterson. Dan kali ini, yang disampaikan oleh Tuan Peterson membuat semua orang terdiam.


"Saya pernah membaca sebuah buku yang yang berjudul Everything Is F-u-c-k-ed. Dan ada tulisan yang berkesan bagi saya, kurang lebih begini bunyinya." Tuan Peterson berhenti sejenak dan melayangkan pandangannya kepada orang - orang yang ada di sekelilingnya, kemudian melanjutkan kalimatnya. "Suatu hari, kamu dan semua orang yang kamu cintai akan meninggalkan dunia ini. Dan sedikit hal yang anda lakukan itu akan menjadi berharga. Ini adalah sebuah fakta yang tidak menyenangkan. Setiap kali kita berpikir betapa pentingnya diri kita, mengira telah menentukan tujuan hidup kita. Tapi sebenarnya kita bukanlah apa - apa."


Orang - orang bertepuk tangan, Tuan Peterson mengangkat tangannya memberi kode supaya tidak terlalu gadiuh. Setelah suasana tenang, beliau melanjutkan kembali.

__ADS_1


"Semua manusia berharga karena semua tindakan yang kita lakukan selalu berdampak pada kehidupan orang lain. Dan meskipun yang kita bantu hanyalah satu orang, tetap saja hal tersebut adalah sesuatu yang berharga bukan?"


Semua orang mengangguk setuju dan kembali bertepuk tangan. Tuan Peterson tersenyum puas.


"Bukankah kalimat itu menarik? Seperti Eliana yang begitu baik dan tulus. Dia yang rela kehilangan pekerjaan hanya demi orang yang tidak dikenalnya. Demi panggilan hatinya untuk merawat orang dengan tulus dan iklas.


Eliana menunduk malu, merasa Tuan Peterson terlalu melebih - lebihkan. Apalagi saat Tuan Peterson mengarahkan tangannya kearah dirinya. Toni menoleh ke Eliana dengan tatapan bangga, seulas senyum tersungging di bibirnya.


"Selain itu, di dalam buku ini juga menuliskan bahwa kita harus punya harapan untuk terus hidup. Secara psikologis, manusia membutuhkan harapan bahwa masa depan akan lebih baik. Harapan adalah bahan bakar bagi mental kita. Buku karya Mark ini, menyadarkan saya bahwa selama ini, saya hidup dengan menggenggam harapan. Harapan bahwa Peterson Corp akan terus maju, keluarga saya akan lebih bahagia. Dan untuk itulah, saya berharap ---" Tuan Peterson mengangkat gelas di hadapannya. "Mari kita bersulang untuk hidup, harapan dan pewaris Peterson Group, pengganti saya. Anthony Peterson!"


Eliana dan Toni terpaku di tempatnya, tak menyangka kalau yang go public mereka bersamaan dengan pengumuman penyerahan posisi Tuan Peterson kepada Toni.


Tuan Peterson tersenyum dan berseru dengan suara seraknya. "Sekarang, Peterson adalah dia. Let's support him!"


...🌹🌹🌹The End🌹🌹🌹...


Author's Note:


Thanks buat semua yang sudah mengikuti cerita Toni sampai hari ini. πŸ™


Mohon maaf kalau sering tersendat dalam penulisan. Tak pernah menyangka, menulis cerita ini sulit sekali πŸ˜„πŸ˜…


Beneran maaf ya readers πŸ™πŸ™πŸ™


Kalau ada banyak part yang miss. Pertama kalinya menulis dengan alur dan plot yang diarahkan. πŸ˜†πŸ˜† Rasanya amazing 😊


Ceritanya saya cukupkan sampai disini saja karena inti cerita sebenarnya hanya saat Toni hilang ingatan dan kembali ke Peterson trus happy ending sama Eliana.


Takut bertele - tele dan tidak jelas arahnya, jadi saya putuskan untuk mengakhiri saja.


Thank you banget ya...

__ADS_1


__ADS_2