
Setelah pamit pada Mitha, Andrea dan Aryana langsung menuju lantai atas tepatnya kamar rahasia Andrea.
Dipojokan kamar tersebut ada mini bar tempat Andrea dulu menghilangkan penat ataupun kesedihannya.
Kini dua sahabat itu sama-sama ingin menghilangkan kegundahan hatinya
"Bagaimana nenek lampir itu sudah ditangkap" tanya Aryana
"Papa nyerah dan mencabut tuntutannya"
"Nanti kita cari cara buat ngerjain perusahaannya"
"Hmmm...Gimana lo siap jadi pengantin?"
"Gue siap gak siap Ndre, gue dituntut untuk siap. Gue gak mau anak gue gak dapat kasih sayang ayahnya kalau gue gak nikahin Bella"
"Lo hanya perlu membuka hati lo buat Bella Ar. Sebenarnya dia gadis yang baik, dia bisa menjaga kesuciannya tidak seperti Resha. Hanya saja cara dia mencintai lo itu emang ekstrim."
Terus saja dua sahabat itu saling berbagi cerita hingga entah berapa botol vodka yang mereka habiskan berdua.
Sementara itu, Bella yang tidak bisa menahan dirinya untuk bertemu dengan Aryana menyelinap keluar rumah meskipun dilarang oleh papanya.
Saat sampai di rumah Aryana, dia tidak bisa menemukan calon suaminya itu sehingga dengan diantar oleh Mama Winda, Bella mencarinya ke rumah Andrea.
"Assalamu'alaikum" salam Bella dan Mama Winda kompak
"Wa'alaikumsalam" balas Bi Sumi
"Bi lihat Aryana kesini tidak?" tanya Mama Winda
"Tadi keatas sama Den Andrea Nyonya, tapi kita tidak bisa masuk ke dalam kamar Den Andrea" terang Bi Sumi
"Apa Andrea sudah pulang Bi" tanya Mama Winda memastikan
"Sudah semalam bersama Aden Kecil" jawab Bi Sumi
"Maksud Bibi bayinya Erika?"
"Iya Nyah"
"Dimana dia sekarang Bi, aku ingin melihatnya" ucap Mama Winda dengan mata berkaca-kaca
Bi Sumi pun membawa Mama Winda dan Bella ke kamar tamu karena setelah Mitha melahirkan, Andrea akan memboyong keluarganya untuk tinggal di mansion agar keamanannya lebih terjaga.
"Mirip sekali sama Andrea waktu bayi ya Bi" tutur Mama Winda
"Iya Nyah"
"Semoga saja bayi ganteng ini tidak menyebalkan seperti Andrea ya Mah" ucap Bella
Mama Winda hanya mengulas senyum mendengar perkataan calon menantunya karena dia tahu kenapa Andrea dan Aryana selalu menunjukkan ketidaksukaannya pada Bella.
__ADS_1
"Itu karena Bella belum kenal dekat sama Andrea," ucap Mama Winda.
Tak lama kemudian Mitha datang karena tadi diberitahu oleh pelayan di rumahnya.
Mitha langsung mencium punggung tangan Mama Winda dan Mama winda pun mengelus sayang rambut Mitha.
"Beruntung sekali kamu Erika, memiliki menantu sebaik dia. Meskipun dia tidak berjodoh dengan Aryana, Tapi Andrea juga sudah kuanggap seperti putraku sendiri. Semoga Bella juga bisa menjadi menantu yang baik dan sayang keluarga" batin Mama Winda
"Tante apa kabar?" sapa Mitha
"Alhamdulillah tante baik" jawab Mama Winda
"Bella bagaimana dengan kandungannya? Apa baik-baik saja?" tanya Mitha kemudian
"Baik Tha tapi anakku selalu ingin dengan papanya" jawab Bella melas.
"Bang Ar lagi diatas, mau kuantar kesana?" tawar Mitha.
"Mauuu" wajah Bella langsung berbinar mendengar tawaran Mitha
"Tan, Bi Sum ditinggal dulu ya! Titip Joen, kalau ada apa-apa Mitha diatas" pesan Mitha
Kemudian Mitha dan Bella pun ke lantai tiga dengan naik lift karena kalau lewat tangga Mitha kesusahan dengan kondisi perutnya yang besar.
Sesampainya di depan kamar rahasia Andrea, Mitha tidak langsung masuk meskipun dia tahu password kamar itu.
Mitha pun berbicara lewat interkom agar Andrea mendengarnya.
Andrea yang mendengar suara istrinya langsung berjalan sempoyongan menuju pintu .
Ceklek
Terlihat Mitha dan Bella sedang mematung di depan pintu kamarnya.
"Bella kamu pulang saja, Ar lagi mabuk. Besok juga kamu kan ketemu sama dia" suruh Andrea
"Aku ingin melihatnya Ndre, please bentar aja" mohon Bella
"Tapi aku gak suka ada orang asing masuk ke kamarku" tolak Andrea
"Sayang ajak Bang Ar nya keluar saja, aku tunggu di gazebo ya"
Andrea pun langsung mengikuti apa yang Mitha katakan. Dia memapah Aryana yang sudah mulai mabuk menuju gazebo yang dekat kolam renang.
Setelah sampai gazebo Aryana langsung tertidur dengan beralaskan paha Bella.
"Apa begitu terpaksanya lo nikah sama gue Ar? Sampai mabuk disaat pernikahan kita tinggal sehari lagi. Tapi gue gak akan menyerah untuk bisa dapetin hati lo. Gue yakin suatu hari nanti lo gak bisa berpaling dari gue" batin Bella
***
Hari yang dinanti pun telah tiba, kini Aryana sudah siap dengan jas putihnya sedangkan Bella memakai kebaya berwarna putih dengan hiasan siger di kepalanya.
__ADS_1
Pernikahan yang awalnya akan sederhana berubah tiba-tiba saat Bella merajuk ingin dibuat pesta yang meriah.
Dengan terpaksa Aryana menyetujui keinginan Bella karena dia sempat mogok makan kalau keinginannya tidak dituruti.
Dengan bertempat di ballroom hotel milik keluarga Pratama acara sakral itupun berlangsung khidmat.
Terlihat Aryana akan mengucap ijab kabul. Namun karena perasaan gugup membuat dia harus mengulang lagi 2 kali ijab kabulnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya sodara Mitha Bella Wijaya binti Andika Wijaya dengan maskawin 50 garam perhiasan 24 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"
Pffttt...hahahaha...
Hadirin yang hadir dibuat tertawa karena Aryana salah mengucap nama calon istrinya ditambah lagi maskawinnya garam. Namun saat yang kedua kalinya, Aryana pun dengan lancar mengucapkan ijab kabul di depan penghulu dan sanak keluarga.
"Saya terima nikah dan kawinnya sodara Cintya Bella Wijaya binti Andika Wijaya dengan maskawin 50 gram perhiasan 24 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"
"Bagaimana saksi sah?" tanya Penghulu
"Sahhh" serempak hadirin yang hadir di pernikahan Aryana dan Bella
"Alhamdulillah"
Kemudian penghulu pun memimpin do'a pernikahan dan dilanjutkan dengan nasihat pernikahan
Setelah mendengarkan nasihat pernikahan kemudian dilanjut dengan acara sungkeman pada orang tua kedua mempelai.
Acara demi acara pun berjalan dengan lancar kini waktunya foto-foto dan pemberian ucapan selamat pada kedua mempelai.
Dengan perlahan Andrea menuntun Mitha untuk naik ke pelaminan memberikan ucapan selamat pada Aryana dan Bella.
"Selamat ya Bang Ar, Bella semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah" ucap Mitha tulus.
"Makasih Tha, boleh aku peluk kamu untuk yang terakhir kalinya. Agar aku bisa melepaskan semua perasaanku sama kamu" pinta Aryana
"BRO!" seru Andrea
"Please Ndre sekali ini saja" mohon Aryana
"Tapi Bang Ar harus janji akan membuka hati untuk Bella dan tidak akan menyia-nyiakan cinta Bella" Mitha pun akhirnya mengajukan syarat dan langsung disetujui oleh Aryana.
Dengan berat hati Andrea pun mengijinkan namun hanya 1 menit mereka boleh berpelukan. Sedangkan Bella hatinya mencelos mendengar permintaan Aryana. Meski terasa sakit tapi dia tetap tersenyum untuk menghilangkan sakit hatinya.
"Gue kira lo udah hilangin Mitha di hati lo Ar, tapi ternyata lo diam-diam masih menyimpannya. Maafin gue Ar kalau gue egois dan bahagia di atas luka hati lo. Semoga dengan pernikahan lo sekarang, lo juga bisa merasakan kebahagian seperti gue rasakan bersama Mitha." batin Andrea
...*****...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like comment, vote, rate dan masukin juga ke favorite....
...Terima kasih!...
__ADS_1