Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
89. Resepsi plus Anniversary


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu, Mitha telah sembuh dari sakitnya. Kini usia kandungan Mitha memasuki trimester kedua.


Setelah berunding dan mencapai kesepakatan, telah ditentukan untuk resepsi pernikahan Andrea dan Mitha bertepatan dengan anniversary pernikahan mereka yang pertama yaitu tanggal 1 oktober yang bertepatan dengan hari kesaktian pancasila.


Berkat dukungan dari berbagai pihak, kini persiapan sudah mencapai 90 persen dan undangan pun sudah disebar.


Mitha yang semakin hari semakin lengket dengan Andrea membuat Andrea sedikit kesulitan untuk mengatur jadwal kuliah dan kerjanya.


"Sayang, hari ini kamu di rumah aja ya! kata mama harus perawatan." Kata Andrea


"Tapi aku ingin ikut sama kamu, tar kamu tepe-tepe lagi kalau gak ada aku" dalih Mitha


"Sayang aku cuma sebentar ke kampus, kan hari ini cuma matkul yang 2 sks aja" bujuk Andrea.


"Ya udah deh, tapi janji ya langsung pulang" tukas Mitha


"Iya sayang, lagian aku gak betah jauh-jauh dari kamu. Gak bisa nengokin AP junior." bisik


Andrea, "papa berangkat dulu ya twins, jagain mama kalian buat papa ya nak" imbuh Andrea seraya mengelus sayang perut Mitha yang sudah mulai kelihatan menonjol.


***


Hari yang dinanti pun telah tiba. Resepsi dengan tema outdoor menyulap rooftop perusahaan JS Group yang biasa dipakai untuk landasan heli Papa Jae Sung seperti negeri diatas awan dengan pemandangan malam kota Jakarta yang memanjakan mata.



Tidak banyak undangan yang disebar, hanya orang terdekat saja yang diundang.


Mitha dan Andrea sudah siap dengan baju rancangan Mama Erika yang khusus dibuat untuk Andrea dan Mitha.



Tak ketinggalan ketiga joker Aryana, Akas, dan Zyan dengan penampilan necisnya, membuat para gadis dibuat melongo.


Andrea dan Mitha sudah duduk disinggasananya, para tamu pun bergantian untuk memberikan selamat kepada pengantin yang sudah tidak baru lagi.


Berbagai rangkaian acara pun berjalan dengan lancar. Tak terkecuali saat pelemparan bunga.


Para jomblo berkerumun menunggu pengantin melemparkan buket bunganya. Semuanya menghitung mundur dari tiga


Tiga


Dua


Satu


Tap! bunga yang dilempar oleh Mitha dan Andrea ditangkap oleh Zidan membuat semua pasang mata mengarah padanya.


Dengan wajah datarnya, Zidan berjongkok di depan Kejora, "Will you marry me?" ucapnya


Kejora pun malu dan bingung mendapat lamaran dadakan dari Zidan. Pasalnya mereka sepupuan tapi jauh dari dalam hatinya dia pun sebenarnya menyukai Zidan. Dengan malu-malu akhirnya dia menganggukkan kepalanya menerima lamaran Zidan. 'Biarlah masalah restu orang tua urusan belakangan' pikirnya.


Sementara itu, Andrea dan Mitha sudah duduk kembali di pelaminan.


"Sayang aku ngantuk, kakiku pegal banget" keluh Mitha yang merasa lelah.


Di usia kandungannya yang sudah memasuki bulan ke empat, Mitha selalu mudah lelah apalagi dia mengandung anak kembar.

__ADS_1


"Ya udah yuk kita istirahat aja" ajak Andrea


Andrea dan Mitha berniat untuk turun namun kedatangan sepupu somplak Andrea mengnhentikannya.


"Eitss, kalian mau kemana?" tanya Yohan


"Mitha ngantuk, kita mau tidur" jawab Andrea


"Masih sore Ndre sudah mau bercocok tanam aja" cerca Thio


"Udah ayo kita foto bersama dulu sama pengantin" ajak Orion yang langsung mengambil posisi di sebelah Mitha


"Bang O sana jangan di samping Mitha" usir Andrea, "Kimmy sini foto bareng disamping Mitha" lanjutnya.


Akhirnya mereka pun berfoto dengan berbagai macam gaya.


"Sudah stop! kalian cepat turun, Mitha udah capek mau istirahat" ujar Andrea menghentikan kekonyolan saudaranya saat foto bersama.


Tak ingin memancing kemarahan Andrea, para sepupu Andrea yang ikut foto bersama pun turun dari pelaminan, bisa gawat kalau Andrea sampai marah seperti membangunkan singa yang sedang tidur.


Merasa tak tega dengan Mitha, Andrea pun langsung menggendong Mitha dengan bridal style.


Andrea menuju penthouse yang ada di rooftop perusahaan papanya. Dengan perlahan dia mendudukkan Mitha dia atas tempat tidur yang sudah dihias begitu indah dengan taburan kelopak bunga mawar dan hiasan sepasang burung bangau di tengahnya.


Andrea segera membersihkan semua bunga itu agar Mitha bisa tidur dengan nyaman.


"Sayang, sini kakinya" pinta Andrea sambil mengambil kaki Mitha dan meletakkannya diatas pangkuannya. Sementara Mitha tiduran.


Andrea terus memijat kaki Mitha hingga istri tercintanya tertidur keenakan karena pijatannya.


"Ndre" tegur Aryana saat melihat Andrea keluar dari kamar. Karena sedari tadi dia menunggu di samping pintu kamar.


Andrea mengeryit heran melihat keberadaan Aryana, "Kenapa Ar?" tanyanya


"Resha sudah ditangkap, tadi dia berusaha menyusup ke dalam pesta," terang Aryana.


"Kho dia bisa tahu tentang resepsi gue? bukannya yang diundang hanya keluarga dekat dan relasi bisnis papa aja" tanya Andrea


"Sebenarnya gue yang mancing dia keluar" jelas Aryana


Flashback on


Aryana baru keluar dari kelasnya dan dia mendapati Bella sedang menunggunya di depan pintu kelas.


"Ar bentar dong" rengek Bella menarik tangan Aryana saat Aryana bergegas pergi.


"Ada apaan sih Bel? gak cape apa lo kejar-kejar gue terus. Gue aja cape banget ngehindar dari lo terus" seru Aryana


"Ya makanya gak usah menghindari gue biar gak cape. Lagian gue kan gak gigit" tukas Bella.


"Ar nanti bareng ya ke acara resepsi Andrea dan Mitha." pinta Bella. "Gue gak nyangka kalau ternyata mereka udah nikah" lanjutnya


Aryana hanya diam tidak menanggapi permintaan Bella, hingga dia menemukan sebuah ide.


"Oke, tapi lu harus pastikan Resha juga datang ke acara resepsi mereka. Kalau lu berhasil, lu bisa ngajak gue jalan seharian" ujar Aryana


"Beneran kita bakal jalan seharian? gue pasti ajak Resha kesana" seru Bella sumringah

__ADS_1


"Lu kasih tahu saja Resha kalau Andrea mau ngadain resepsi. Bukan lu datang bareng sama dia, pasti dia datang." jelas Aryana


"Oke deh gue ikutin saran lu" sahut Bella


Cup


Saking senangnya karena akan jalan dengan Aryana tanpa sadar Bella mencium pipi Aryana dengan berjinjit kemudian langsung melarikan diri takut Aryana marah dengan ulahnya.


"Gadis bodoh" gumam Aryana sambil memegang pipi yang bekas dicium Bella


Flashback off


"Resha minta ketemu sama lo Ndre, setelah itu dia berjanji tidak akan mengganggu kehidupan lo lagi" ujar Aryana


"Lu percaya omongan dia? gue sih enggak" tukas Andrea


"Gue tuh jijik lihat wajah munafik dia, dia pikir gue gak tahu kenapa dia sampai ngejar gue terus-terusan. Karena dia tahu kalau gue yang mendapat julukan The Secret Prince of Mahardika" terang Andrea


"Sekali ini saja Ndre, gue ingin tahu apa dia bisa dipegang omongannya apa nggak. Kalau dia sampai ingkar, kita hancurkan dia bersama-sama" bujuk Aryana


Andrea terdiam sesaat menimang apa yang Aryana katakan.


"Oke! gue ikutin permainan lo" sahut Andrea


Andrea dan Aryana pun menuju lantai bawah tempat dimana Resha berada dengan pengawalan ketat.


Resha yang melihat Andrea datang langsung tersenyum manis menyambut kedatangannya. Sedangkan Andrea memasang wajah datar dengan sorot mata yang tajam seolah ingin mencabik-cabik orang yang ditatapnya.


"Ndre" ucap Resha segera mendekat ke arah Andrea


"Stop! lu tetap disitu, gak usah mendekat" sentak Andrea


"Ndre segitu bencinya kamu sama aku, padahal aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang. Kenapa kamu tidak memberikan kesempatan padaku untuk mengisi hatimu. Aku selalu berusaha untuk memantaskan diri agar bisa mendapatkan perhatianmu tapi kamu selalu memalingkan muka saat kita bertemu." ucap Resha dengan menitikkan air matanya.


"Apa kurangnya aku Ndre?" lirih Resha


"Aku memiliki segalanya yang setiap gadis impikan tapi kenapa kamu sekalipun tidak pernah menganggapku ada?" pekik Resha


Tak dapat menahan rasa sakit hatinya, Resha pun menangis sejadi-jadinya.


"Aku mencintaimu Andrea sangat mencintaimu. Aku tidak akan membiarkan orang lain memilikimu kalau aku tidak bisa memilikimu" raung Resha


Andrea yang sedari tadi diam mendengarkan apa yang ingin Resha katakan, akhirnya angkat bicara


"Lo bukan cinta sama gue Sha tapi obsesi. Kalau lo memang benar cinta sama gue, lo pasti biarkan gue bahagia meskipun itu bukan sama lo." ujar Andrea, "Lo bahkan menyia-nyiakan orang yang cinta sama lo demi mewujudkan obsesi lo" lanjutnya lalu beranjak pergi


Saat sampai pintu, Andrea menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke belakang.


"Sekuat apapun lo berusaha menyakiti orang yang gue cintai, sekuat itu pula gue akan melindunginya. Gue gak akan pernah biarkan siapapun menyakiti orang-orang yang gue cintai" ucap Andrea dengan nada datar, "Serahkan dia pada yang berwajib, dan jangan biarkan dia lolos lagi" lanjutnya.


...*****...


...Happy Reading...


...Tinggalkan jejak ya reader tersayang dengan like comment vote rate dan masukin ke favorite!...


...Terima kasih!...

__ADS_1


__ADS_2