Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
80. Zyan sadar


__ADS_3

Perlahan Zyan membuka matanya, setelah seminggu koma akhirnya dia dapat melihat kembali wajah yang selalu hadir dalam tidur panjangnya.


"Mitha" ucap Zyan lirih saat pertama kali membuka matanya dilihatnya Mitha dan Andrea disamping Mitha


"Alhamdulillah bang Zy udah sadar" ucap Mitha akan melepaskan genggaman tangan Zyan.


Andrea terus melihat kearah tangan itu, tangan yang awalnya Mitha pegang saat dia menempalkan pada perutnya namun setelah pergerakan itu, tangan itu menggenggam erat tangan istrinya. Kesal mungkin itu yang Andrea rasakan, meski dia tahu Mitha memegang tangan itu hanya untuk memberi kekuatan pada Zyan agar cepat sadar tapi saat melihat tangan Zyan menggenggam erat tangan istrinya, ada rasa tidak rela di hatinya.


Andrea pun menghembuskan nafasnya kasar untuk menetralkan kekesalan di hatinya.


Terlihat dokter dan mamanya Zyan datang tergopoh-gopoh untuk memeriksa keadaan Zyan hingga Mitha pun berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Zyan.


"Bang Zy, biar dokter periksa dulu ya" ucap Mitha dan Zyan pun melepaskan genggaman tangannya.


Andrea membawa Mitha untuk duduk di sofa sementara dokter memeriksa Zyan.


"Alhamdulillah perkembangannya sangat bagus, kita tinggal menunggu pemulihannya saja" ucap dokter setelah memeriksa Zyan.


"Terima kasih dok!" ucap mama Zyan


Dokter pun pamit setelah selesai memeriksa Zyan.


Ceklek!


Terlihat pintu dibuka dari luar hingga masuklah papa Zyan, Zidan dan tuan Malik kakeknya Zyan.


Deg


Andrea yang melihat kedatangan mereka langsung mengajak Mitha untuk pulang.


"Maaf tante om, saya pamit pulang dulu. Bang Zy cepat sembuh ya!" pamit Mitha pada keluarga Zyan, sedangkan Andrea hanya diam tak mengucapkan sepatah katapun


"Iya Tha, makasih ya udah nengokin Zyan" ucap mama Zyan dan tuan Zein hanya memganggukkan kepalanya.


Zyan hanya diam saja dengan sorot mata yang sulit diartikan. Meski sebenarnya dia tidak ingin Mitha pergi tapi dia tidak akan bisa menahannya.


Andrea pun langsung menarik tangan Mitha untuk keluar dari ruangan perawatan Zyan.


"Boy tunggu sebentar!" ucap tuan Malik menahan kaki Andrea dan Mitha saat akan membuka pintu ruangan

__ADS_1


"Bisa kita bicara sebentar?" ucap tuan Malik setelah berada di dekat Andrea.


"Maaf saya sibuk!" sahut Andrea datar


Tuan malik hanya menghela nafas dalam mendapat penolakan dari cucu istrinya.


"Saya minta waktumu 10 menit agar semua kesalahpahaman ini tidak saya bawa hingga mati" ucap tuan Malik


Andrea terdiam sesaat menimang permintaan tuan Malik, "baiklah 5 menit sepertinya cukup"


Dan disinilah mereka sekarang berada, disebuah cafetaria rumah sakit yang terlihat sangat bersih dan rapi.


Andrea dan tuan Malik duduk berhadapan disebuah meja sedangkan Mitha memilih di meja lain sambil menikmati semangkuk sup buah.


"Boy, sebelumnya saya minta maaf atas semua yang terjadi di masa lalu antara saya dan kakekmu" ucap tuan Malik memulai percakapan, "saya tidak akan membela diri saya atas semua yang terjadi tapi saya ingin kamu juga tahu dari sisi saya" sambungnya dengan menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.


"Dulu orang tuaku dan orangtua nenekmu bersahabat baik sehingga mereka menjodohkanku dengan nenekmu sedari kecil dan saya pun sangat mengharapkan pernikahan itu terjadi karena saya sangat mencintai Tyas dari kami masih sama-sama kecil tapi apa yang saya dapat saat saya kembali ke tanah air setelah menyelesaikan study saya, Tyas ternyata sudah menikah dengan Arya kakekmu. Hati saya hancur saat itu dan saya pun akhirnya menerima perjodohan dengan neneknya Zyan namun dia meninggal saat melahirkan putra pertama kami. kamu tahu boy, sebanyak apapun wanita yang disodorkan oleh orangtuaku tapi Tyas tidak dapat tergantikan. Hingga keegoisan saya membawa Tyas kembali pada saya." tuan Malik menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan bicaranya.


"Nenekmu Tyas tidak bersalah boy, saya tahu dia terpaksa meninggalkan anak dan suaminya waktu itu dan kembali pada saya. Berkunjunglah! nenekmu sangat merindukanmu."


"Maaf tuan sepertinya anda bicara sudah lewat dari 5 menit, saya permisi" ucap Andrea masih dengan nada datar


Andrea masih bungkam dengan hati yang bergejolak, sungguh dia sangat tidak ingin mendengar apapun tentang masa lalu neneknya dan tuan Malik yang jelas sangat menyakiti kakeknya.


Seperginya Andrea, tuan Malik masih berdiam di mejanya, "semoga apa yang terjadi di masa lalu tidak terjadi lagi. karena ku lihat Zyan pun mencintai gadis yang bersama Andrea" gumamnya.


***


Sesampainya di rumah, Andrea langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dibawah guyuran air shower pikirannya terua berkecamuk "apa selama ini aku terlalu jahat hingga tidak pernah ingin bertemu dengan nenek meskipun ku tahu saat ini nenek sedang sakit" gumam Andrea


Sudah 5 tahun lebih Andrea selalu menghindar dari acara keluarga besar mamanya, semenjak dia menemukan buku harian kakek Arya dan membacanya Andrea pun langsung menutup diri dari keluarga besar Mahardika.


Tok tok tok


"Sayang masih lama gak? aku ingin pipis" ucap Mitha didepan pintu kamar mandi


"Masuk aja yang gak dikunci" teriak Andrea dari dalam kamar mandi

__ADS_1


Karena sudah tidak tahan menahan hajatnya, Mitha pun masuk menerobos ke kamar mandi.


Andrea yang melihat Mitha hanya tersenyum smirk dengan ide jail di kepalanya.


"Yang kalo udah tolong kesini sebentar" teriak Andrea dibawah guyuran shower.


Mitha yang sudah selesai dengan hajatnya pun langsung mendekati Andrea


Glek


Mitha langsung menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh toples Andrea dibawah guyuran shower, dengan tinggi proporsional kulit putih dan badan yang berotot meski tidak sebesar otot para binaragawan dan jangan lupakan roti sobek yang menantang untuk disobek-sobek oleh tangan mungil Mitha.


"Sayang malah bengong" ucap Andrea sambil menarik Mitha untuk ikut main hujan-hujanan dibawah shower, "jangan hanya dilihatin aja sayang, kamu boleh memegangnya," bisik Andrea sambil mengarahkan tangan Mitha untuk menyentuh dadanya kemudian turun ke perut kotak-kotaknya.


Mitha yang masih belum kembali kesadarannya hanya mengikuti apapun arahan Andrea.


"Sayang kenapa kamu terus menggodaku" ucap Andrea saat pytonnya sudah menantang


"A apa Ndre, i ini apa?" tanpa menjawab pertanyaan Mitha, Andrea langsung melahap bibir merah muda itu tanpa ampun. Hingga ritual mandi pun menjadi ritual lain yang menggairahkan.


***


Satu jam sudah acara mandi itu pun akhirnya selesai juga. Kini Andrea sedang mengeringkan rambut Mitha dengan handuk kecil.


"Yang, mungkin besok aku mulai kerja di kantor cabang papa yang ada disini" ucap Andrea


"Terus nanti aku sama siapa kalau mau nengokin Zyan?" tanya Mitha


Andrea hany mendengus mendengar nama itu disebut.


"Yang bisa gak kamu tidak tiap hari nengokin dia, apa kamu lupa kalau sekarang kamu hamil. Bukannya kurang bagus untuk ibu hamil sering-sering pergi ke rumah sakit apalagi sampai tiap hari" ucap Andrea mencari alibi karena yang sebenarnya dia masih tidak rela kalau Mitha memberikan perhatiannya pada Zyan.


"Iya deh sayang, aku kesana kalau sama kamu. Kalau aku berangkat sendiri nanti kamu curiga, gak percaya sama istri sendiri" sahut Mitha.


"Istriku memang yang ter the best" sahut Andre, "sayang jagain mama ya kalo papa nanti mulai kerja" sambungnya dengan berjongkok didepan Mitha dan mengelus perut Mitha yang mulai buncit.


...*****...


...Happy reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!...


__ADS_2