Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
Bab 20 Foto bersama


__ADS_3

Semuanya ikut berfoto dengan pengantin tak terkecuali Aryana


"Selamat bro udah jadi suami. Semoga samawa ya! Jagain adek gue! Awas aja kalo lo buat dia nangis" kata Aryana sebelum mereka berfoto bersama.


"Selamat juga ya Tha...jadi istri dan ibu yang baik ya! gue tunggu keponakan gue lounching".ucap Aryana tulus sambil merangkul pundak Mitha. Meski hatinya sakit tapi dia terus berusaha mengikhlasan seseorang yang bukan jodohnya.


"Jangan rangkul-rangkul istri gue lo, Ar!" seru Andrea sewot yang melihat istrinya dirangkul sahabatnya sambil menghempaskan tangan Aryana.


"Ck! biasanya kita kan suka gini ya gak, Tha?" sahut Aryana, " lagian cuma gini doang, posesif lo!" sambungnya


"Udah akh kalian malah ribut" sahut Mitha melerai perdebatan dua sahabat, "Malu noh kita jadi tontonan," sambungnya dengan mengedarkan pandangan, dan benar saja semua yang hadir malah menonton mereka.


"Ayo mas fotoin kita bertiga!" kata Aryana pada fotografer


"Siap ya mas, satu dua tiga," sahut mas fotografer


Cekrek


Aryana yang tadinya posisi berdiri biasa pas hitungan ketiga dia langsung merangkul Mitha sedang Andrea melotot ke arah Aryana dan Mitha malah merangkulkan kedua tangannya ke pinggang Andrea dan Aryana hingga mendapat protes dari Andrea.


"Yang kamu mah gitu!" sewot Andrea pada Mitha


"Udah ini terakhir kita rangkulan kaya gini, kan abis ini cuma kamu yang boleh rangkul aku," sahut Mitha mencoba merayu Andrea dan yang dirayu senyum senang merasa menang dari Aryana sedang Aryana hanya senyum miring.


"Bucin lo!" seru Aryana kemudian langsung pergi dari pelaminan.


"Yang udah yok kita ke kamar, gerah nih pengen ganti baju" ajak Andrea pada Mitha


"Emang acaranya udahan ya?" tanya Mitha


"Ya udah lah, kan kita mah gak nerima tamu" jawab Andrea, "abis ganti baju kita gabung makan siang," sambungnya.


"Ya udah yok, tapi bantuin naik tangganya ya!" pinta Mitha, "ribet banget pake highheel" sambungnya.


Andrea dengan setia menuntun Mitha naik ke atas tapi karena panggilan alam yang mendesak, pas sampai tangga terakhir Mitha ditinggal sendiri.


"Yang udah gak tahan nih, duluan ya!" ucap Andrea, "bisa kan sendiri dikit lagi nyampe." Tanpa menunggu jawaban Andrea langsung berlari ke kamarnya.


*****


"Andrea dan Mitha kemana? ga makan siang?" tanya Kakek Jo


"Biar aku panggilkan kek" sahut Aryana kemudian dia pun naik kembali ke atas.


Saat sampai diatas terdengar suara Mitha yang menjerit


Awwwww

__ADS_1


"Pelan-pelan yank sakit"


"Iya tahan bentar, nanti juga enakan"


"Tangannya jangan kasar gitu yank dilembutin lagi"


"Iya ini aku juga pelan-pelan"


"Awwww....yank jangan kenceng-kenceng sakit"


Aryana yang penasaran langsung mengambil handponenya lalu menerobos masuk tanpa mengetuk pintu.


" Hayo lo lagi pada ngapain," seru Aryana heboh sambil mengarahkan handpone miliknya untuk merekam


"Apaan lo Ar....Lihat nih Mitha abis jatoh , dia keseleo," sahut Andrea yang sedang mengurut kaki Mitha


"Kho bisa keseleo Tha? Emang lagi ngapain?" tanya Aryana


"Gara-gara selop gak ada akhlak nih, bikin gue jatoh," rutuk Mitha padahal bukan selop yang salah tapi dianya yang ga bisa pake hak tinggi.


"Duh kacian adek gw.....cup cup cup" sahut Aryana, "tapi selopnya ga kenapa-napa kan?" lanjutnya


"Sialan lo Ar! Selop lo khawatirin" seru Mitha sambil melempar bantal


"Eits gak kena"


Aryana terus memperhatikan interaksi Andrea dan Mitha.


"Gue seneng kalo lihat kalian bahagia. Ternyata rasanya lebih plong saat gue memutuskan untuk menganggap Mitha sebagai adik" bathin Aryana


"Napa lo bengong disitu?" tanya Andrea


"Udah ayo turun, udah pada nungguin," sahut Aryana tanpa berniat menjawab pertanyaan Andrea kemudian dia pun pergi.


"Gak papa kan ditinggal dulu?" tanya Andrea


"Iya gak papa! Aku mau tidur dulu sambil nu gguin kamu," sahut Mitha


Cup


Andrea langsung mencium bibir Mitha sekilas kemudian dia pergi ke bawah untuk makan bersama.


"Loh kho sendiri, Mitha nya kenama nak" tanya Bu Sri saat melihat hanya Andrea yang datang.


"Itu Nek tadi Mitha jatuh trus kakinya keseleo," jawab Andrea seadanya


"Udah dipijat trus dikasih salep?" tanya Mama Erika

__ADS_1


" Udah tadi Andrea pijat sama kasih salep, sekarang Mitha nya lagi tidur," jawab Andrea


"Ya udah kita langsung makan aja, ayo pak Johan, Bu Sri ,Mba Sinta, Yana makanannya dinikmati", ucap Mama Erika mempersilahkan untuk memulai makan. Dan mereka pun makan dengan hening


Setelah acara makan bersama, semuanya menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena rencananya selepas ashar akan kembali ke ibu kota untuk menjalani aktivitas seperti biasa.


Meski Mama Erika, Kakek Jo, dan Nenek Sri melarang Andrea dan Mitha kuntuk sekamar dulu, mengingat keduanya masih sekolah dan sebentar lagi lulus tapi Andrea dengan kekehnya ingin sekamar bersama Mitha dengan dalih ada hak suami disitu sehingga para orang tua bingung menghadapi sikap keras kepala Andrea.


"Ingat Ndre kalian masih sekolah tidak boleh melakukan hal yang orang dewasa lakukan sebelum kalian lulus sekolah" Nasihat Kakek Jo yang dengan terpaksa mengijinkan pengantin baru satu kamar.


"Kakek tenang aja! kita kan cuma tidur bareng" ucap Andrea meyakinkan Kakek Jo


"Gimana bisa tenang Ndre klo kita semua tahu modus kamu," ucap Mama Erika jengah pada putra semata wayangnya


"Ikh Mama kayak gak pernah muda aja, lagian sekolah juga tinggal bentar lagi," sahut Andrea dengan bibir yang dibikin cemberut


"Udah mba tenang aja yang penting mereka bisa menunda kehamilan sampai Mitha lulus sekolah," ucap Bu Sinta bijak sedikit memahami keinginan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta.


"Ibu Mertua yang ter the best pokoknya," seru Andrea senang karena keinginannya ada yg mendukung. "Aku ke kamar dulu, Mitha nungguin," sambungnya pamit kemudian pergi sambil membawa nampan berisi makan siang Mitha.


*****


Sedangkan Mitha yang dari tadi nunggu sampai ketiduran


Ceklek


Pintu kamar dibuka Andrea, tetlihat Mitha yang sedang terlelap sudah berganti baju.


Andrea pun mendekat kemudian menyimpan nampan yang berisi makanan di atas nakas.


Saat hendak membangunkan Mitha, terlihat piyama Mitha yang tersingkap sehingga menampilkan perut ramping Mitha yang mulus.


Glekkk


Seketika Andrea menelan ludahnya kasar. Susah payah Andrea menahan hasratnya tapi rasa penasarannya lebih tinggi hingga dia pun mulai menyentuh perut rata Mitha, semakin keatas tak sengaja sampai di bukit kembar.


"Gercep banget lu Ndre," seru Aryana yang sedari tadi diam mematung melihat Andrea karena pintu kamar Mitha terbuka. "Pelan-pelan aja, istri lu masih tingting," sambungnya, "Ntar gue videoin ya!" lagi-lagi Aryana godain pengantin baru.


Bugh


"Sialan lo!" seru Andrea sambil melempar bantal ke Aryana dan yang dilempar hanya terkekeh geli meski lemparan Andrea tepat mengenai mukanya.


...*****...


...Happy reading...


...Jangan lupa like, comment, vote dan di favorite ya!...

__ADS_1


__ADS_2