Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
70. Sarapan yang lain


__ADS_3

Setelah memesan es krim yang baru untuk Mitha, Andrea pun mengajak Mitha untuk ke rooftop cafe Mizy agar bergabung bersama teman-temannya.


Saat sampai disana terlihat teman-teman Andrea sedang menyanyi bersama lagu kemesraan. Ya mereka sedang mengukir moment-moment terakhir bersama teman-temannya dalam seragam putih abu.


"Ndre sini" panggil Aryana yang memilih duduk dipinggir pagar pembatas .


Andrea dan Mitha pun langsung menuju ke tempat dimana Aryana berada.


"Hai Tha! lama gak ketemu," sapa Aryana pada Mitha.


"Hai bang Ar! bang Ar kemana aja kho gak pernah main ke apart lagi." sahut Mitha sambil mendudukkan bokongnya diatas kursi


"Biasalah Tha keliling-keliling cari dolar" jawab Aryana


"Ketemu bang dolarnya?"


"Ketemu tapi digondol semua noh sama dia" sahut Aryana sambil menunjuk dengan dagunya pada Andrea.


"Ga papa bang Ar ikhlasin aja kan dolarnya buat ngasih makan aku" sahut Mitha dengan terkekeh


Obrolanpun terus berlanjut hingga setelah 3 jam mereka bicara yang gak penting akhirnya membubarkan diri.


***


Selama masa bebas, Andrea dan Mitha banyak menghabiskan waktu berdua. Mereka benar-benar lengket seperti perangko seakan takut berpisah meskipun hanya sebentar.


Seperti pagi ini, setelah menghabiskan malam panjang berdua memadu kasih dan melepaskan semua rasa yang tersimpan di hati, terlihat Andrea masih bergelung dengan selimutnya sedang Mitha entah sudah ada dimana.


Andrea mengerjapkan matanya karena merasa silau dengan cahaya yang masuk lewat jendela kamarnya.


Dirabanya tempat disampingnya yang sudah terasa dingin, dengan segera dia membuka matanya lebar-lebar karena tidak mendapati istri tercintanya.


Andrea bergegas keluar kamar dengan hanya memakai celana pendek tanpa sempet memakai baju.


"Tha sayang dimana" Andrea terua berteriak mencari Mitha seperti yang kehilangan induknya.


Mitha yang mendengar teriakan Andrea hanya diam saja di dapur, dia ingin tahu apa yang akan Andrea lakukan.


Grep


Andrea langsung memeluk Mitha dari belakang saat dia tahu kalo istrinya sedang memasak di dapur.


"Nakal ya dipanggilin diem aja" sahut Andrea dengan terus menciumi tengkuk Mitha hingga Mitha jadi merinding geli-geli enak.


"Yang ikh jangan gini akhhh" mulut Mitha gak tahu malu malah mendesah manja


"Enak kan yang, itu hukuman karena dipanggil suami malah diam saja" bisik Andrea dengan suara seraknya.


"Iya maaf! pengen tahu aja kalo aku gak ada kamu mau ngapain?" tanya Mitha dengan tangan terus menyiapkan bahan untuk membuat omlete.


"Aku akan cari sampai ke ujung dunia pun ku jabanin" seru Andrea masih dengan memeluk Mitha dari belakang


"Terus kalo udah ketemu mau diapain?" tanya Mitha lagi


"Mau aku rantai terus aku kurung dalam kamar biar ga ngilang lagi"

__ADS_1


"Kaya tawanan dong!"


"Emang! kamu kan tawanan cintaku" sahut Andrea dengan tangan yang mulai nakal memainkan squisy kembar Mitha.


"Yang ikh tangan kondisikan! aku mau bikin sarapan dulu, laper!" seru Mitha kesal dengan kenakalan Andrea


"Dikit doang juga yang"


Awww


Seketika Mitha menjerit karena Andrea malah menggendongnya dan mendudukkannya di meja pantry.


"Aku ingin sarapan yang lain," ucap Andrea dengan suara seraknya


Tanpa komando Andrea langsung menyambar yang menjadi candunya, awalnya pelan saling mengecap saling menghisap namun lama kelamaan saling memburu dengan hasrat yang bergemuruh di dada hingga pagi pun mereka lalui dengan sarapan yang lain yang lebih bernutrisi untuk kebutuhan biologis.


***


"Yang udah siap semua belum?" tanya Andrea saat mereka akan berangkat ke kota ibunya Mitha.


"Udah nih, jadinya berangkat siang kan? katanya mau pagi-pagi" sahut mitha dengan cemberut


"Hehehe...jangan cemberut gitu donk! mau kumakan lagi hm?" sahut Andrea dengan menaikturunkan alisnya.


"Ga ada! ayo berangkat biar nyampenya gak kemaleman" sahut Mitha dengan jalan buru-buru takut disergap lagi oleh Andrea seperti tadi pagi.


Andrea yang melihat tingkah Mitha hanya mengulas senyum sambil mengejar Mitha.


"Buru-buru amat neng, mau abang anterin gak" goda Andrea saat sudah sejajar dengan Mitha.


"Beneran nih, gratis lho neng! ada layanan plus plus nya juga" goda Andrea lagi dengan merangkul Mitha.


"Boleh, pokoknya sampai rumah ibu kamu harus pijitin aku!" seru Mitha


"Dengan senang hati cantik" sahut Andrea sambil mengerlingkan matanya.


Belum tahu saja Mitha pijit yang dimaksud Andrea berbeda dengan pijit yang diinginkan Mitha.


Sesampainya di kota C tempat ibunya Mitha tinggal, hari sudah sore menjelang magrib namun Mitha dan Andrea tidak langsung ke rumah ibunya Mitha tetapi menyewa sebuah cottage yang seperti rumah apung yang berada di bibir pantai dengan balkon langsung menghadap ke laut lepas



"Yang malam ini kita nginep disini aja ya," ucap Andrea saat mereka memasuki cottage yang Andrea sewa untuk semalam.


"Kenapa gak dirumah ibu aja sih" sahut Mitha merengut pasalnya dia sudah ingin menikmati mie ramen buatan ayah tirinya yang terkenal di kota C.


"Kalo di rumah ibu, nanti aku gak bisa pijitin kamu yang. Kan kalo ada ibu kalian tuh ngobrol mulu gak ada habisnya" sungut Andrea.


"Iya deh iya, aku mandi duluan ya gerah." sahut Mitha kemudian beranjak ke kamar mandi.


Sementara Mitha mandi, Andrea ke balkon kamar untuk menikmati sebatang rokok.


Setelah selesai mandi, Mitha pun menghampiri Andrea yang sedang asyik menikmati senja dengan menumpu kedua tangannya pada pagar balkon.


"Yang mau mandi sekarang gak?" tanya Mitha yang berdiri disamping Andrea.

__ADS_1


"Nanti yang, kita nikmati sunset dulu" ucap Andrea dengan mata yang tidak berpaling dari mentari yang akan pergi ke peraduannya.


"Sunsetnya cantik banget ya yang" ucap Mitha dengan mengikuti arah pandang Andrea.


"Memang cantik tapi kehadirannya hanya sesaat" sahut Andrea


"Tapi sunset mengajarkan kita bahwa apa pun yang terjadi hari ini pasti akan berakhir indah" sahut Mitha dengan menerawang jauh kedepan.


"Masuk yuk yang! langitnya udah gelap" ajak Andrea sambil merangkul Mitha dan Mitha pun hanya mengikuti ajakan Andrea.


Selepas Andrea mandi dan melaksanakan sholat magrib berjamaah bersama Mitha, mereka pun keluat cottage untuk makan malam karena cacing di perut Andrea dan Mitha sudah berdisko ria.


"Yang mau makan diluar apa di resto sini aja?" tanya Andrea


"Sini aja yang, kita kesana yuk!" ajak Mitha pada sebuah bangunan yang berbentuk kapal laut yang ternyata adalah sebuah restoran dengan nuansa romantis.


"Pinter banget yang pilih tempatnya, istri siapa sih?" goda Andrea dengan mencolek dagu Mitha


"Istrinya bang jago mungkin" jawab Mitha cuek


"Kamu mah yang aku dibilang bang jago" sahut Andrea merengut tidak suka


"Iya deh sayangnya akoh" sahut Mitha menoel pipinya Andrea.


Andrea dan Mitha pun larut dalam suasana romantis yang disuguhkan.


***


Pagi pun menyapa, terdengar sayup-sayup adzan subuh berkumandang dari kejauhan.


Mitha menyingkap selimut yang menutupi tubuh polosnya, dengan segera dia ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mandi wajib.


Masih teringat saat semalam Andrea memenuhi janjinya untuk memijat Mitha, namun yang terjadi bukanlah pijatan biasa seperti yang Mitha harapan tapi pijat plus plus yang membawa mereka berdua menuju puncak kenikamtan.


"Yang bangun!" ucap Mitha sambil mengguncang tubuh Andrea, "kita berjamaah dulu baru" sambungnya.


Dengan enggan Andrea membuka matanyaa karena kantuk yang masih menguasainya.


"Udah pagi, mandi dulu! air hangatnya sudah kusiapkan" ucap Mitha


"Iya yang, aku mandi dulu!" sahut Andrea dengan malas-malasan


Ting


Ada satu pesan masuk di handpone Mitha dari no yang tidak dikenalnya.


08xxxxx : [Ingat waktumu tinggal 5 hari lagi, cepat lakukan apa yang harus kamu lakukan]


Mitha hanya mendesah panjang mendapat pesan dari no yang tidak dikenalnya hingga dia pun menghapusnya.


"Siapa ya yang suka kirim sms gak jelas ke nomorku? meresahkan saja" monolog Mitha dalam hati.


...*****...


...Happy reading...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk like comment vote dan di favorite ya!...


__ADS_2