Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
69. Obsesi atau Cinta


__ADS_3

"Maaf bang Zy" Mitha hanya menunduk tak sanggup melihat sorot mata kecewa Zyan.


"Tha, apa sudah tidak ada kesempatan untukku?"


"Bang Zy, ada gadis lain yang lebih berhak untuk mendapatkan cinta bang Zy dan itu bukan aku. Maaf!"


Zyan masih diam mematung mendengar penolakan Mitha. Sakit, ingin marah , kecewa berkecamuk jadi satu di hati Zyan.


"Bang Zy aku pergi ya!" ucap Mitha sambil beranjak pergi.


Namun saat kakinya baru melangkah, secepat kilat Zyan langsung memeluknya dari belakang.


"Kumohon sebentar saja Tha, setelah hari ini mungkin kita akan jarang bertemu"


"Tha, meski nanti kita tidak berjodoh tapi satu hal yang harus kamu tahu, perasaanku tidak akan berubah sama kamu" ucap Zyan masih dengan erat memeluk Mitha.


"Aku yakin bang Zy pasti akan jatuh cinta lagi pada gadis yang tepat"


Kemudian Mitha pun bergegas pergi setelah Zyan melepaskan pelukannya.


Seperginya Mitha, Zyan kembali duduk di bangku sambil memandang ikan-ikan yang berenang bebas kesana kemari.


"Mau aku bantuin gak buat dapetin Mitha" ucap Resha yang tiba-tiba duduk disamping Zyan.


"Caranya?" sahut Zyan dengan memicingkan matanya


Resha pun seketika membisikkan sesuatu ke telinga Zyan hingga membuat mata Zyan sontak membola merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Jangan gila kamu Sha! aku memang ingin memiliki Mitha tapi tidak dengan cara kotor seperti apa yang kamu katakan" seru Zyan dengan nada tinggi


"Kamu gak usah marah gitu, jelas-jelas itu menguntungkan buat kamu sama aku" sahut Resha memutar bola mata jengah karena dibentak Zyan


"Hentikan kegilaanmu Sha! kamu pikir aku gak tahu selama ini kamu selalu mencoba mencelakai Mitha?" seru Zyan masih dengan nada tinggi.


"Udahlah Zy, lu tuh jangan munafik! tinggal ikuti rencana yang gue bilang, maka kita akan dapetin orang yang kita cintai" seru Resha yang mulai terpancing dengan omongan Zyan.


"Lo tuh bukan cinta sama Andrea Sha tapi obsesi karena lo gak pernah mendapatkan perhatian Andrea meskipun lo selalu mendekatinya"


"Terserah lo bilang gue cinta atau obsesi sama Andrea tapi kalo gue gak bisa dapetin dia maka si gembel itu pun gak boleh dapetin dia"


Grep


Zyan langsung mencengkram rahang Resha dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya menunjuk muka Resha.


"Denger Sha! kalo lo berani nyakitin Mitha sampai diluar batas, jangan salahkan gue kalo bokap lo kena imbasnya karena gue gak akan segan-segan buat pecat bokap cewek gila kaya lo dari perusahaan keluarga gue" seru Zyan dengan penuh penekanan kemudian dia langsung pergi meninggalkan Resha sendiri.


Zyan tidak habis pikir dengan Resha, kenapa sahabat kecilnya itu bisa berubah. Padahal Resha yang dia kenal dulu anaknya lembut meski sedikit pemaksa dan manja.


Bukan sekali Zyan memergoki Resha yang ingin mengunci Mitha di toilet atau memasukan kecoa dan tikus ke tas Mitha tapi untungnya Zyan selalu memergokinya sehingga Mitha tidak pernah tahu dengan apa yang Resha lakukan.

__ADS_1


***


Saat tiba di parkiran Mitha melihat teman-temannya sedang berkumpul.


"Woyyy darimana aja lo? daritadi kita tungguin," sahut Doni


"Ngapain lo nungguin gue? mau minta jajan ya?"


"Emang lo punya duit?" tanya Doni


"Ada nih 2rb" sahut Mitha sambil kipas-kipasi n lembaran 2rb di depan muka Doni


"Ck! punya pacar kaya tapi uang jajan lo cuma 2rb" cibir Doni.


"Ya kali gue cewek matre Don," sahut Mitha dengan memutar bola mata malas.


"Zyan juga kemana? tadi bilangnya mau ke toilet tapi kho gak balik-balik" ucap Bams sedikit gelisah


"Ada di taman belakang Bams, upss..." Mitha langsung menutup mulutnya saat menyadari kalo dia keceplosan.


"Kalian abis ngapain disana?" tanya Bams penuh selidik.


"Eh ga ngapa-ngapain kho, cuma tadi ngobrol bentar" jawab Mitha gugup.


"Ck ck ck ...Sungguh mencurigakan" Anton yang sedari diam ikut berkomentar.


"Teman yang mana? trus kita bukan teman lo gitu?" tanya Anton ketus.


"Ishh pak ketos, maksud gue tuh Juliea, Shiren, sama Yenita"


"Mereka udah duluan ke cafe," jawab Doni


"Ya udah akh gue juga mau nyusul mereka, cowok gue udah nungguin nih" sahut Mitha sambil beranjak pergi namun tasnya langsung ditahan oleh Anton.


"Barengan aja ma kita Tha, lagian lo kapan sih putus ma Andrea" sahut Anton


"Jelek banget lo do'ain gue putus ma dia, salah apa coba Andrea sama lo" sahut Mitha sendu hingga teman-temannya malah saling sikut melihat reaksi Mitha.


"Gak salah apa-apa sih, gue pengen aja ngjodohin lo sama si jago" sahut Anton


Plak


"Sialan lo! cowok cakep aja masih ada yang suka ma gue, ngapain gue harus dijodohin sama ayam peliharaan lo. Lo pikir gue chicken!" seru Mitha ngegas setelah sebelumnya dia menggeplak tangan Anton.


Hahahahaha


Teman-temannya malah tertawa melihat Mitha yang marah dengan mimik wajah yang menggemaskan.


"Kalian nyebelin!" pekik Mitha dengan menghentakan kakinya

__ADS_1


"Kenapa Tha?" tanya Zyan yang baru datang.


"Mereka nyebelin bang Zy," adu Mitha seperti anak kecil yang mengadu pada kakaknya karena diganggu oleh teman-temannya.


"Ya udah ntar aku traktir es krim di Mizy dengan cup super jumbo, mau?" sahut Zyan dan diangguki oleh Mitha.


***


Sesampainya di cafe Mizy terlihat teman-temannya sudah ngumpul dipojokan cafe.


"Tumben gak di rooftop" tanya Zyan


"Katanya udah ada booking" jawab Akas yang sudah lebih dulu ada disana.


"Siapa?" tanya Zyan lagi yang hanya mendapat jawaban dengan gelengan kepala dari teman-temannya.


Mitha dan temannya yang baru datang akhirnya bergabung disana dengan menyatukan beberapa meja agar berdekatan.


Sesuai janjinya, Zyan pun memberi Mitha es krim dengan cup yang besar.


Saat sedang asyik makan es krim, tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar di lehernya dengan dagunya yang menumpu pada pucuk kepala Mitha.


"Enak banget makan es krimnya" ucap Andrea yang baru datang ke cafe.


"Hehehe iya yang dikasih bang Zy," ucap Mitha keceplosan ,"aduh muluttt kenapa gak bisa di rem sih. Sayang banget kalo sampai gak diabisin" monolog Mitha dalam hati memukul-mukul mulutnya.


"Kenapa yang? sayang ya kalo gak diabisin?" tanya Andrea yang melihat memukul-mukul mulutnya.


"Hehehehe....iya"


"Ya udah ga papa abisin aja, tapi lain kali kalo mau es krim minta aja ma aku ya!" ucap Andrea lembut sambil beralih duduk disamping Mitha.


"Mau?" tanya Mitha sambil menyodorkan sesendok es krim


Andrea pun membuka mulutnya dan menikmati es krimnya.


"Sayang es krim yang ini buat aku aja ya, kamu pesen lagi yang baru yang lebih gede cup nya," ucap Andrea ditengah-tengah menikmati es krimnya.


"Emang boleh?" tanya Mitha yang mendapat anggukan dari Andrea.


Andrea pun segera menghabiskankan sisa es krim Mitha yang masih setengah sedangkan Mitha segera memesan yang baru.


"Kalo bukan karena lagi males ribut, ogah banget gue makan es krim dari lo Zy. Emang enak es krimnya gue abisin" monolog Andrea dalam hati dengan tersenyum smirk dan mata melirik ke arah Zyan.


...*****...


...Happy reading...


...Jangan lupa like comment dan vote yang belum kepake bisa kasih kesini ya kak!...

__ADS_1


__ADS_2