
Kini ketiganya telah kembali ke ibu kota setelah sebelumnya membawa Zyan ke rumah sakit terlebih dahulu. Mitha yang merasa tidak enak pada Zyan karena telah menyebabkan alerginya kambuh, berkali kali dia minta maaf namun Zyan hanya menanggapinya dengan santai.
Mobil yang dibawa Andrea sudah memasuki pelataran rumah mewah keluarga Pratama. Karena alergi Zyan kambuh, mobil yang dibawa Zyan disimpan di apartement Kejora. Sedangkan Zyan kembali pulang bersama Andrea dan Mitha.
"Mau mampir dulu gak?" tanya Zyan sebelum dia turun dari mobil Andrea.
"Next time aja" jawab Andrea
Setelah cukup berbasa-basi, Zyan pun turun dari mobil Andrea.
Dilihatnya bangku disamping kemudi, terlihat Mitha yang sedang tertidur pulas semenjak masih dalam tol.
"Semakin lama kita bersama, semakin dalam perasaanku padamu. Tetaplah bersamaku Tha, baik dunia dan akhirat nanti" lirih Andrea pelan.
***
Keesokan harinya, Andrea terbangun dan mendapati Mitha terlihat lemas tidak seperti biasanya dengan badan yang demam. Andrea yang menyadarinya saat dia mengecup kening Mitha merasa kaget karena semalam saat pulang dari kota JB, Mitha masih terlihat baik-baik saja.
"Sayang bangun!" ucap Andrea sambil menggoyangkan tubuh Mitha
Perlahan Mitha membuka matanya, namun kepalanya terasa pusing, "Sayang jam berapa?" tanyanya.
"Udah jam lima, badan kamu panas banget. Ganti baju dulu ya! nanti kita ke rumah sakit" ujar Andrea dan hanya mendapat anggukan dari Mitha.
Setelah sebelumnya Andrea sholat subuh, Andrea pun langsung membantu Mitha untuk berganti baju dan langsung membawanya ke rumah sakit keluarga Mahardika.
Saat sampai di rumah sakit, Dr. Reyhan sudah menunggu di depan lobi bersama dokter kandungan yang biasa Mitha datangi.
Setelah melewati pemeriksaan di igd, akhirnya Mitha harus rawat inap untuk menurunkan suhu tubuhnya.
Demam saat hamil tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ketika suhu tubuh naik, maka suhu tubuh janin juga ikut naik. Hal ini bisa menyebabkan detak jantung Si Kecil di dalam kandungan ikut meningkat.
Apabila tidak segera ditangani, demam saat hamil dapat meningkatkan risiko janin mengalami keguguran dan cacat bawaan lahir, seperti kelainan tabung saraf, kelainan jantung, serta bibir dan mulut sumbing. Semakin tinggi suhu demam dan semakin lama demam berlangsung, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya hal-hal tersebut.
Andrea dengan setia menemani Mitha yang terbaring di brangkar rumah sakit. Tangannya terus menggenggam tangan Mitha, ditempelkannya tangan Mitha yang ada dalam genggamannya ke pipinya
"Sayang cepat sembuh" ucap Andrea sendu
Ada ketakutan yang luar biasa dalam diri Andrea, Apalagi setelah dia mendengarkan penjelasan dokter tentang bahayanya ibu hamil apabila mengalami demam. Tak hentinya Andrea berdo'a untuk kesembuhan Mitha.
__ADS_1
Merasa usahanya kurang maksimal, Andrea pun segera naik ke atas ranjang untuk melakukan skin to skin pada Mitha
Dibukanya kancing kemeja Andrea hingga terpampang jelas roti sobeka yang begitu menggoda. Kemudian Andrea masuk ke dalam selimut yang sama dengan Mitha dan disingkapnya blouse yang Mitha kenakan. Dikikisnya jarak di antara mereka sehingga punggung Mitha dan dadanya menempel satu sama lain dengan tangan Andrea melingkar di perut Mitha. Sambil terus mengelus perut Mitha, Andrea bicara dalam hati pada calon anak-anaknya, "Anak papa sayang yang kuat ya, beri kekuatan pada mama untuk melawan segala macam penyakit. Papa akan selalu berdo'a untuk kesembuhan mamamu. Papa mencintaimu terutama mamamu, bertahanlah untuk papa dan mama.
Tes! tak terasa air mata menetes di matanya, Andrea kalut melihat keadaan Mitha,
Satu jam sudah Andrea dan Mitha dengan posisi intim, Mitha pun panasnya sudah berangsung menurun. Dengan perlahaan Mitha membuka matanya, dilihatnya Tangan Andrea yang masih terus mengelus perutnya. Sebuah senyuman terbit bibirnya dengan apa yang Andrea lakukan.
"Sayang, aku baik-baik saja" lirih Mitha pelan namun masih terdengar oleh Andrea.
"Alhamdulillah sayang panasnya menurun" ucap Andrea
Ceklek! pintu kamar inap pun ada yang membuka dari luar.
Seorang dokter dan perawat datang untuk memeriksa keadaan Mitha.
"Ekhmm, permisi" ucap dokter saat melihat ranjang pasien diisi oleh dua orang yang sedang berpelukan.
Andrea pun melepas pelukannya dan segera membalikkan badannya untuk melihat siapa yang datang, Karena posisi Andrea membelakangi pintu masuk.
"Iya dok ada apa?" tanya Andrea
"Sebentar dok!" dengan segera Andrea mengancingkan kemejanya.
Andrea pun segera turun dari ranjang dan mempersilahkan dokter untuk memeriksa istrinya.
"Alhamdulillah panasnya sudah turun, semoga tidak naik lagi ya" ucap dokter tulus
"Iya makasih dok" ucap Mitha tulus
"Ini sudah menjadi tugas kami sebagai dokter." ucap Bu Dokter, "Diusakan jangan terlalu banyak aktifitas dulu ya!" lanjutnya
Setelah memberikan beberapa nasihat, Dokter pun pamit untuk memeriksa pasien lain.
"Tuh kan sayang, gak boleh kecapean kata bu dokter juga. Kamu kuliahnya mending nanti aja kalau udah lahiran" tawar Andrea
"Kamu gak mau ya kalau kuliah bareng aku" tuduh Mitha
"Bukan begitu sayang, aku cuma khawatir kamu kecapean. Nanti aku pasti langsung pulang tiap kali selesai kelas" sanggah Andrea
__ADS_1
"Assalamu'alaikummm" kompak ketiga cogan joker ( jomblo keren)
"Wa'alaikumsalam" jawab Andrea dan Mitha bersamaan
"Sakit apa sayangnya abang" tanya Akas yang langsung mendapat pelototan dari Andrea.
"Elah Ndre, aku tuh udah anggap Mitha adik sendiri. Kamu gak perlu sewot gitu" terang Akas
"Iya adik ketemu gede" tukas Aryana dan Akas hanya senyum simpul.
Sementara Andrea, Akas, dan Aryana masih berdebat yang gak ada gunanya, Zyan menempelkan telapak tangannya di kening Mitha. Andrea langsung ingin menghempaskan tangan Zyan tapi Zyan keburu menarik tangannya saat melihat ada pergerakan dari Andrea.
"Aku cuma ingin memastikan kondisi Mitha Ndre, gak perlu sewot gitu." kilah Zyan
"Kalian tuh datang-datang bikin gue gerah aja" ketus Andrea
"Kamunya aja yang terlalu posesif Ndre, menganggap semua yang mendekat pada Mitha akan merebutnya darimu" komentar Akas telak langsung menghunjam hatinya.
"Aku memang takut pada setiap laki-laki yang dekat dengan Mitha akan mengalihkan perhatiannya dariku. Aku ingin akulah pusat dunia Mitha bukan yang lain." batin Andrea
"Udahlah kita kesini kan mau nengokin Mitha jadi stop debat kalian" ujar Aryana menengahi
"Akh iya Tha bagaimana keadaan keponakanku?" tanya Akas
"Alhamdulillah baik bang, tapi kho tahu aku lagi hamil" tanya Mitha heran
"Itu Tha aku yang kasih tahu Akas biar dia juga bisa ikut jagain kamu" terang Zyan
"Kalian tuh pada lebay, orang hamil itu bukan orang sakit sampai dijagain segala" protes Mitha
"Emang bukan orang sakit sayang tapi rentan sakit makanya harus dijaga dengan baik," jelas Andrea
Setelah menghabiskan waktu bersama sampai sore hari, Aryana, Akas, dan Zyan pun pamit.
"Sayang mama titip salam, mama minta maaf belum bisa nengokin kamu" ucap Andrea
"Iya gapapa yang, lagian aku kan baik-baik aja" sahut Mitha
"Alhamdulillah Ya Allah, Engkau telah mengirimkan orang-orang baik berada di sekelilingku. Terima kasih suamiku atas semua cinta dan kasih sayangmu" batin Mitha
__ADS_1