
Mitha masih bingung dengan apa yang Tuan Zein katakan sehingga dia diam saja tidak menjawab ucapan Tuan Zein.
"Om kalau mau ngprank nanti aja, istriku masih dalam penyembuhan" sarkas Andrea
Tuan Zein hanya menghela nafas dalam, rasanya percuma dia menjelaskan tanpa adanya bukti karena semua itu akan dianggap omong kosong.
Tuan Zein langsung menyerahkam amplop coklat yang berisi hasil test DNA pada Andrea biar menantunya itu percaya dengan apa yang dikatakannya.
Andrea pun menerimanya dan mulai membaca huruf demi huruf yang tertera dalam selembar kertas putih. Betapa kagetnya Andrea saat dia melihat hasil test DNA yang menyatakan kemiripan Tuan Zein dan Mitha mencapai 99,9% dan dinyatakan sebagai ayah dan anak.
Mitha yang melihat suaminya melototkan matanya saat melihat hasil test DNA pun langsung merebut kertaa yang sedang Andrea baca
"Maaf Tuan, saya tidak percaya dengan kertas ini. Saya percaya dengan perasaan saya kalau ayah Haris adalah ayah saya" sanggah Mitha dengan memalingkan muka tidak ingin melihat ke arah Tuan Zein
Hancur remuk hati Tuan Zein memdapat penolakan dari Mitha tapi dia tetap bersabar dan yakin Mitha akan membuka hatinya.
"Sinta tolong jelaskan yang sebenarnya pada Mitha" mohon Tuan Zein
"Pulanglah Zein, Mitha butuh waktu untuk menerima semuanya" suruh Bu Sinta
"Tapi Sinta, Mitha itu putriku. Bagaimana bisa aku tenang saat dia tidak mengharapkanku" elak Tuan Zein
Zyan yang baru datang langsung kaget mendengar apa yang didengar dari mulut papanya.
"Apa maksudnya Pah? Siapa yang putri papa? Jangan bilang kalau Mitha itu putri papa dari wanita lain" berondong Zyan
"Tenanglah Zy, papa akan menceritakan semuanya" tukas Tuan Zein,
Flashback on
Dulunya orang tua Bu Sinta adalah pekerja di kediaman keluarga Pratama sehingga Bu Sinta pun tumbuh di lingkungan keluarga Pratama. Namun saat menginjak remaja benih-benih cinta itu tumbuh di hati Zein dan Sinta dan mereka diam-diam menjalin hubungan tanpa sepengetahuan keluarganya.
Suatu hari Tuan Malik menyadari kedekatan putranya Zein dan Sinta putri supir pribadinya, sehingga dia berniat memisahkan keduanya karena tidak setuju putranya menjalin hubungan dengan anak seorang supir.
Tuan Malik tidak memperlihatkan ketidaksukaannya pada Sinta, dia hanya memindahkan sekolah Zein ke luar negeri. Kemudian Tuan Malik memecat orangtua Sinta dari rumahnya.
Setelah 5 tahun berada di luar negeri untuk menuntut ilmu, Zein pun kembali ke tanah air. namun tidak mendapati Sinta di rumahnya.
Karena putus asa tidak bisa menemukan Sinta, Zein pun menerima perjodohan dengan Anisa mamanya Zyan.
__ADS_1
Setelah 3 tahun pernikahannya Zein dan Anisa, tanpa sengaja Zein bertemu lagi dengan Sinta yang bekerja di restoran tempat Zein meetting dengan Klien sehingga cinta yang belum usai itu bersemi kembali.
Sinta tidak tahu kalau Zein sudah menikah. Makanya saat Zein mengajaknya nikah siri, Sinta menerima karena Sinta tahu kalau Tuan Malik tidak merestui hubungan mereka.
Memang benar apa yang orang katakan 'serapat-rapatnya menyimpan bangkai, baunya pasti akan tercium juga'. Begitipun dengan pernikahan siri Zein dan Sinta yang akhirnya diketahui oleh Tuan Malik sehingga dia memaksa Zein untuk menceraikan Sinta.
Sebulan setelah talak itu keluar dari mulut Zein, ternyata Sinta dinyatakan positif hamil. Haris yang merupakan sahabat Sinta meminta Sinta untuk menikah dengannya dan menganggap bayi yang di kandung Sinta sebagai anak kandungnya.
Flashback off
"Aku gak percaya, kalau orang yang aku cintai itu adikku sendiri" sangkal Zein dengan tertawa hambar. "Ternyata takdir sebercanda itu"
"Maafkan papa Zy, tapi ini kenyataan yang harus kamu terima" tegas Tuan Zein
"Aku lebih baik pulang. Maaf Tha aku pamit!" ucap Zyan langsung pergi dari kamar perawatan Mitha
"Benar kata Zyan, ternyata takdir sebercanda itu. Aku yang sangat benci dengan kelurga Pratama ternyata aku juga sangat mencintai gadis berdarah Pratama. Tapi bagaimana dengan pernikahanku, apa aku harus mengulanginya lagi" batin Andrea
***
Setelah dua minggu dirawat di rumah sakit, kini Mitha sudah diperbolehkan pulang. Para pekerja di rumah Andrea menyambut kedatangan dua malaikat kecil yang diberi nama Elvano AP Wiratama dan Allana AP Wiratama.
Kini Andrea dan Mitha sudah bisa menerima Tuan Zein sebagai ayah kandung Mitha dan rencananya setelah selesai masa nifas Mitha, Andrea akan mengulang pernikahannya dengan Mitha karena dulu yang disebut adalah ayah Mitha, Pak Haris Gunawan.
"Sayang, apa kamu gak nyesel nikah sama aku?" tanya Mitha sendu
"Kenapa harus nyesel? Aku malah merasa beruntung bisa memiliki istri oon secantik kamu" goda Andrea
"Kalau mau muji, muji aja yang. Jangan sekalian ngeledek" gerutu Mitha
"Iya istri cantik kesayangannya Andrea. Ini kenapa pipinya jadi makin gemesin gini" ujar Andrea dengan menjembil kedua pipi Mitha.
"Ikh kamu mah yang, sakit" rengek Mitha
cup cup
Andrea langsung mencium kedua pipi Mitha yang makin mengembang
"Masih sakit gak yang?" tanya Andrea
__ADS_1
"Masih"
Andrea langsung menyambar bibir Mitha, kangen rasanya dia dengan candunya. Begitupun dengan Mitha yang membiarkan Andrea berbuat sesukanya mengekplor seisi mulut Mitha dengan tangan nakalnya yang tidak mau diam sehingga suara itu menghentikan kegiatan yang baru setengah mateng panasnya.
Oek oek oek
Terdengar suara Baby El menangis karena haus ingin minum asi
"Kenapa El sering banget minta jatah yang, papanya juga kan pengen" gerutu Andrea karena kesenangannya merasa terganggu.
"Karena dia bayi laki-laki sayang jadi nenennya kuat" jelas Mitha
"Tapi Joen kan nggak yang" debat Andrea
"Karena tiap anak itu beda sayang, jangan pernah menyama-nyamakan mereka. Karena anak-anak punya keistimewaannya sendiri." terang Mitha
"Aku gak sabar ingin mereka cepat besar, biar kita bisa terus berdu'aan" angan Andrea
Mitha hanya tersenyum mendengarnya, sambil menatap dalam pada Andrea. Sungguh hatinya sangat bahagia mendapatkan suami seperti Andrea, meskipun banyak temannya yang tidak suka tapi Mitha lebih percaya pada hatinya, pada cintanya kalau Andrea tidak seburuk yang mereka katakan.
Andrea yang ditatap seperti itu oleh Mitha mengeryit heran dengan tatapan Mitha.
"Sayang kamu kenapa? Kho lihatinnya gitu amat" tanya Andrea
"Aku lagi jatuh cinta yang, jatuh cinta yang sejatuh-jatuhnya" jujur Mitha
"Hahhhh, kamu jangan bercanda yang. Kamu mau hianatin aku?" dengus Andrea
"Kenapa emang kalau iya"
"Mau aku ajak gelud di gurun sahara, biar kalau dia kalah langsung aku kuburin aja" ketus Andrea
"Kalau aku jatuh cintanya sama kamu gimana?" tanya Mitha
"Kamu lagi nembak aku yang?" tebak Andrea
"Nggak aku lagi main ludo sama si oneng"
"Cieee mommy Al El Joen ngambek" ledek Andrea
__ADS_1
"I love u my sweety wife" bisik Andrea
...*****...