Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
75. Kamu tidak gila


__ADS_3

"Gila, cewek gila itu yang membuat semua kekacauan ini?" Andrea merasa tidak habis pikir pada Resha.


"Om tahu! dia udah gak virgin dari kelas XI. Dan yang mengambilnya teman sekolahku," seru Andrea, "kenapa om gak bisa bedain yang ori sama yang second?"


"Om juga tidak sadar melakukannya boy, saat om bangun dia sedang menangis dengan banyak tanda merah dibadannya dan om lihat ada bercak darah di seprai. Om kira semua itu benar"


"Sudahlah om, biar anak buah papa dan kakek yang mengurus cewek gila itu, aku mau menemui istriku," sahut Andrea sambil beranjak pergi


Sepanjang perjalanan Andrea terus menghubungi Aryana untuk mengurus Resha sedangkan dia sendiri menuju ke tempat Kejora.


Sungguh Andrea sangat malas kalau harus berhubungan dengan Resha dari dulu saat mereka masih kecil hingga sekarang pun perasaan itu tidak berubah.


Flashback on


Andrea kecil setelah kejadian penculikan saat tinggal didaerah puncak kemudian pindah ke ibu kota dan bersekolah di SD. Garuda yang bertaraf internasional.


Andrea kemana-mana hanya berdua dengan Aryana atau selalu bersama dengan para sepupunya yang 5 tahun diatasnya.


Meskipun Andrea satu kelas dengan Zyan, Akas, Anton, Resha, Shiren, Gusti, dan Dimas tapi Andrea sama sekali tidak peduli dengan sekitarnya bahkan kalau ditanya siapa nama teman sekelasnya dia hanya taunya Aryana sehingga banyak teman yang tidak menyukainya karena dia tidak mau berbaur dengan yang lain.


Berbeda dengan Resha, dia selalu mencari perhatian Andrea.


Tiap hari selalu membawakan bekal untuk Andrea tapi sekalipun Andrea tidak pernah menggubrisnya. Terkadang Resha berpura-pura pinjam alat tulis dengan alasan lupa membawa tapi Andrea tetap tidak pernah mau peduli ataupun bicara pada Resha.


Semakin sering Resha mencoba mendekatinya, semakin risih Andrea dibuatnya.


Awalnya Resha hanya ingin berteman dengan Andrea namun karena selalu dicuekin oleh Andrea sehingga jiwa pemaksa dalam dirinya merasa tertantang untuk menaklukannya


Flashback off


Andrea sudah memasuki kota Jb tapi dia tidak ke tempat Kejora tinggal melainkan langsung ingin menemui Mitha.


Dengan mengandalkan gps di smartphonenya, Andrea pun dapat menemukan keberadaan Mitha karena sebelumnya dia sudah meminta no handphone Mitha yang baru pada Kejora.


Terlihat seorang gadis sedang duduk sendiri di halte depan kantor pos di kota itu. Dia menunduk sambil terus memandangi layar handphonenya. Sudah lebih dari seminggu dia ada di kota ini, sebuah kota industri dengan ratusan pabrik berdiri kokoh didalam tiap kawasan.


Tiap hari dia berkeliling mencari kerja namun belum ada satupun panggilan kerja untuknya.


"Kangen" lirih Mitha sambil mengelus-elus gambar dalam ponselnya.


"Sudah pulang belum ya, apa papa baik-baik saja, apa dia sudah baca suratku?" Mitha terus bermonolog dalam hatinya hingga ada orang yang mendekatpun dia tidak menyadarinya.

__ADS_1


Andrea yang sedari tadi sudah ada di belakang Mitha hanya diam saja memperhatikan apa yang sedang Mitha lakukan.


"Ndre aku kangen, aku harus bagaimana? bagaimana nasib pekerja Mahardika kalau aku kembali? aku gak mungkin egois demi perasaanku harus mengorbankan banyak orang" gumam Mitha pelan namun Andrea masih bisa mendengar apa yang Mitha bicarakan.


"Kalo kamu kangen kenapa tidak langsung menemuiku?" bisik Andrea yang ada di belakang Mitha


"Sepertinya aku sudah gila. Saking kangennya sampai dengar suara dan mencium wangi parfumnya" gumam Mitha sambil memukul-mukul kepalanya


Andrea yang sudah berpindah ke depan Mitha langsung berjongkok didepan Mitha.


"Aku bener-bener udah gila, sekarang malah lihat dia jongkok didepanku." ucap Mitha kemudian menangkup pipi Andrea dengan kedua tangannya.


Andrea hanya membiarkan saja Mitha melakukan apapun pada wajahnya, dari menjembil pipinya, menjepit hidung mancungnya, menjewer hidungnya dan terakhir mengelus bibirnya.


"Hahaha...aku sudah gila, ini benar-benar seperti nyata" Mitha tertawa dengan sumbang.


Andrea mendongak manatap manik mata Mitha hingga beberapa saat mata mereka bertatapan.


"Kamu tidak gila yang, ini aku suamimu" ucap Andrea dengan suara serak


"Ndre" Mitha langsung memeluk Andrea erat, ada setetes air mata yang memaksa keluar karena dia terlalu bahagia bisa bertemu dengan sahabatnya sekaligus suaminya kekasih halalnya.


Andrea dan Mitha pun langsung melepas pelukannya, dengan kode lirikan mata mereka pun berlari menuju mobil Andrea yang ada diseberang jalan.


Sampai didalam mobil tawa mereka pun pecah


Hahahaha...


Cup


Andrea mencium Mitha sekilas hanya sekilas saat Mitha sudah berhenti tertawanya.


"Jangan pernah pergi lagi, kemanapun kamu sembunyi aku pasti akan menemukanmu" ucap Andrea


"Maaf! tapi bagaimana dengan Mahardika group?"


"Semuanya aman sayang, kita cari makan yuk!" ajak Andrea


Dan mereka pun makan di mall terdekat yang satu kawasan dengan kantor pos.


" Yang selama ini kamu tinggal dengan siapa?" tanya Andrea saat sedang menunggu pesanan datang

__ADS_1


"Aku ikut mbak Tiwi"


"Trus darimana kamu kenal kak Kejora"


"Dia kan bu manager di tempat aku test dulu tapi mereka kira ijasahku palsu karena udah dapat duluan" sahut Mitha, " tapi kho kenal sama kak Kejora" sambungnya


"Diakan kembarannya idola kamu yang Orion"


" Berarti yang dimaksud sepupunya yang aneh itu kamu donk!"


"Apa? dia bilang aku aneh?" pekik Andrea, "awas aja aku bongkar nenek lampir cerewet" sambungnya dengan wajah kesal


"Sudahlah yang, meski kata orang aneh tapi aku tetep suka kho" ucap Mitha dengan tersenyum manis.


Setelah menghabiskan makannya, Andrea dan Mitha pun pergi ke apartemen kak Kejora.


Karena sebelumnya Andrea sudah bilang kalau mau menumpang tidur di apartement Kejora sehingga dia pun diberitahukan password apartementnya.


***


Sementara Aryana dan orang-orang utusan papa Jae Sung sudah mengumpulkan bukti yang kuat untuk menyeret Resha ke ranah hukum sehingga tidak butuh waktu lama mereka bisa menjebloskan Resha ke penjara.


Zyan yang mendengar kabar tentang Resha hanya bisa menghela nafas panjang, sungguh susah sahabatnya yang satu ini dibilangin karena obsesinya sudah menutup akal sehatnya.


"Pah!" sapa Zyan pada papanya yang sedang membaca koran paginya


"Iya Nak ada apa?" ucap tuan Zein papanya Zyan


"Pah, apa papa sudah dengar berita tentang putrinya om Hendro" tanya Zyan pada tuan Zein


"Sudah! maksud kamu Resha kan?" sahut tuan Zein dengan mata masih fokus pada koran.


"Pah, apa sebaiknya om Hendro cepat dipensiunkan?" tanya Zyan


"Kenapa? kinerjanya bagus Zy untuk perusahaan" jawab tuan Zein menghentikan membaca koran paginya.


...*****...


...Happy Reading...


...Jangan lupa ya like comment vote dan favorite!...

__ADS_1


__ADS_2