
"Tha kenapa selalu saja ngira aku sama Felly, aku kan udah bilang berkali-kali cuma anggap dia adik" Zyan sedikit kesal karena selalu disuruh mendekati Felly.
"Ya menurut aku cocok aja bang Zy, kan kalian kemana-mana sering bareng"
"Udahlah yang, biarin si jones nyari jodohnya sendiri. Asalkan jangan anak kita aja ya!" sahut Andrea
"Kamu mah yang, belum tentu juga anak kita cewek." sahut Mitha
"Udahlah kalau anak kalian cewek, aku mau jadi menantu kalian" ucap Zyan asal sengaja mancing Andrea kesal.
Mama Erika datang menghampiri Andrea dan yang lainnya.
"De pulang yuk udah malam!" ajak Mama Erika.
Akhirnya Mama Erika, Andrea, dan Mitha pun pamit untuk pulang duluan.
***
Hari pun terus berlalu tak terasa perkuliahan pun sudah dimulai.
Andrea, Mitha dan Aryana mengambil jurusan yang sama agar mudah menjaga bumil yang kekeh ingin ikut kuliah.
"Sayang dandannya gak usah cantik-cantik, ntar banyak yang naksir" tegur Andrea saat melihat Mitha memakai make up padahal yang dipakai hanya pelembab dan bedak ditambah polesan lip tint yang tipis tapi Andrea merasa istrinya semakin cantik dengan make up tipis itu.
"Gak yang cuma pelembab aja, udah yuk berangkat" sahut Mitha setelah menguncir rambutnya seperti ekor kuda.
"Digerai aja yang rambutnya, jangan diiket!" sahut Andrea sambil merebut ikat rambut yang sudah terpasang rapi di rambut Mitha
"Ck! kamu mah jadi banyak banget aturannya, padahal cuma mau ke kampus" Mitha merengut dengan semua permintaan Andrea.
"Jangan marah donk yang!" rayu Andrea sambil memeluk Mitha dari belakang, "aku hanya ingin menjaga apa yang kumiliki dari mata-mata lelaki yang jelalatan" sambungnya.
Andrea pun melepasakan pelukannya kemudian membalikkan badan Mitha agar menghadap ke arahnya.
"Mata ini, hidung ini, pipi ini, dagu ini, dan bibir ini semuanya milikku. Aku tidak ingin dan lelaki lain yang menikmati kecantikanmu. Hanya aku yang boleh menikmatinya" sahut Andrea dengan nafas yang memburu menahan gejolak di dadanya
"Tapi kan aku..."
Cup
Tanpa menunggu Mitha menyelesaikan ucapannya, Andrea langsung menyambar bibir ranum itu. Meski hampir setiap malam Andrea menikmati iya iya mantap dengan Mitha tapi tidak ada puasnya untuk terus mengecup apa yang menjadi candunya.
"Astagfirullah al adzim" Mama Erika kaget dengan apa yang dilihatnya saat akan memberitahu Andrea dan Mitha kalau Aryana sudah menunggu di depan.
"Mamaaa" Andrea dan Mitha pun sama ikut kaget karena lagi-lagi kepergok sama Mama Erika.
"Kalian tuh, kalau mau iya-iya pintunya ditutup dulu. Gimana kalau si Tini yang lihat kan kasian gak ada layan" tegur Mama Erika
__ADS_1
"Hehehehe...tadi kelepasan mah, abisnya pagi-pagi menantu mama nih udah godain" sahut Andrea dengan cengengesan.
Mitha langsung mencubit perut Andrea gemas karena dijadikan kambing hitam.
"Tuh kan mah lihat! Mitha kodein aku ngajak iya-iya" sahut Andrea lagi sambil meringis karena cubitan maut istrinya.
"Udah-udah itu Yana sudah nungguin di meja makan, katanya mau berangkat bareng ke kampus" sahut mama Erika menengahi lalu beranjak pergi
Andrea dan Mitha pun mengekor dari belakang segera turun untuk sarapan bersama.
Sesampainya di meja makan, terlihat Aryana sendirian sedang menikmati roti bakar yang disiapkan oleh Bi Sumi.
"Sendirian aja mas bro, istrinya mana?" goda Andrea.
"Diem Ndre, cepetan makan nanti kita telat lagi di hari pertama." sahut Aryana datar
Andrea pun langsung mengambil tempat duduk disamping Mitha.
***
"Gak nyangka ya Tha, kita satu kelas lagi. Berasa jaman SMP" ucap Aryana saat sudah mendudukkan bokongnya di kursi kelas.
"Iya ya, tapi dulu dia ngeselin banget" sahut Mitha sambil menunjuk Andrea
"Apa sih yang, ngeselin tapi ngangenin kan" sahut Andrea sambil menaikturunkan alisnya.
"Hai, kita satu kelas ternyata" sapa Zyan yang baru datang
"Tuh tahu jadi gak usah dijelasin lagi kan"
"Bang Zy duduk sini aja deketan biar ntar gampang kalau nyontek, hehehehe" sahut Mitha cengengesan
"Iya nanti Bams sama Akas juga masuk kelas sini kho!" sahut Zyan sambil duduk di depan Mitha
Tak lama kemudian Akas dan Bams pun masuk kedalam kelas.
"Kenapa banyak temanmu yang masuk kelas ini yang, kita minta pindah yuk!" sahut Andrea
"Gak mau! kita disini aja kan biar rame"
Tak lama dosen pun datang untuk memberikan materi.
Mitha yang sedang hamil muda bawaannya ngantuk terus, sehingga dia terus menguap saat kelas berlangsung.
"Kamu yang duduk di belakang yang dari tadi menguap terus coba jelaskan apa yang saya terangkan tadi" ucap Dosen pada Mitha
"Hah siapa pak?" tanya Mitha cengo
__ADS_1
"Iya kamu yang dari tadi menguap terus. Kalau merasa bosan dengan materi yang saya sampaikan, silahkan keluar!" sahut Dosen sambil menunjukkan arah pintu.
"Maaf pak! saya kurang mengerti" jawab Mitha sambil menunduk
"Silahkan kamu menunggu diluar sampai kelas saya berakhir" ucap Pak Dosen
Mitha pun dengan gontai keluar dari kelas.
"Kamu mau kemana?" tanya Pak Dosen saat melihat Andrea bangun dan beranjak pergi.
"Saya juga tidak mengerti pak, jadi mau ikut dia keluar" jawab Andrea sambil menunjuk Mitha.
"Silahkan keluar tapi kamu tidak akan mendapat nilai dari mata kuliah saya" sahut Pak Dosen
Andrea hanya mengendikkan bahunya masa bodoh, "gak dapat nilai ya tinggal ngulang" pikirnya.
"Loh yang kho ikutan keluar?" tanya Mitha saat melihat Andrea datang ikut duduk di bangku taman bersamanya.
"Mana tega aku biarkan kamu sendirian," sahut Andrea, "masih ngantuk?" tanyanya kemudian
"Iya yang, mataku rasanya lengket banget pengen merem" jawab Mitha melas.
"Ke kantin aja yuk! beli jus biar segeran" ajak Andrea dan disetujui oleh Mitha.
Andrea berjalan beriringan dengan Mitha sambil merangkul bahunya dengan sebelah tangannya dia masukkan kedalam saku celana menambah kesan cool yang melihatnya.
Saat masuk ke dalam kantin, banyak pasang mata yang melihatnya dengan tatapan memuja, sungguh pesona calon papa muda yang satu ini tidak dapat dielakkan lagi.
Mitha yang menyadari banyak gadis yang terpesona dengan Andrea membuat dia menjadi geram sendiri.
"Yang biasa aja dong, gak usah dicakep-cakepin gitu" sahut Mitha jutek saat melihat Andrea menyibakkan rambutnya.
"Aku kan memang udah cakep dari orok" sahut Andrea yang tidak mengerti keadaan
"Cepetan pesenin jusnya, aku tunggu disana" sahut Mitha masih dengan nada jutek sambil menujuk meja yang kosong.
"Kenapa lagi istri gue kho marah-marah gini"(batin Andrea)
Andrea pun mengikuti apa yang Mitha katakan, 'daripada ribut mending ngalah aja' pikirnya
Setelah mendapatkan jus pesanan Mitha, Andrea pun menuju ke meja yang Mitha tempati hingga datang seorang gadis cantik ke arah meja mereka.
"Andrea kan? kamu kuliah disini juga?"
...*****...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa ya like comment vote dan favorite!...