
Keesokan harinya, Aryana kembali datang ke rumah keluarga Wijaya bersama mama dan kakaknya. Meski sebelumnya Mama Winda merasa terpukul dengan apa yang terjadi pada putra bungsunya, tak urung dia pun memberikan restu untuk pernikahan putranya.
Kedatangan keluarga Aryana disambut hangat oleh Tuan Wijaya sedangkan mamanya Bella sudah meninggal 10 tahun yang lalu sehingga Bella tumbuh menjadi pribadi yang semaunya karena Tuan Wijaya sangat memanjakan Bella.
"Maaf Tuan, dengan tidak mengurangi kesopanan kami, sebenarnya kami bermaksud untuk melamar putri tuan untuk adik saya Aryana" ucap Kak Rey
"Terima kasih sudah berkenan datang ke rumah kami, in sya Allah saya menerima lamaran Aryana untuk putri saya Bella" ucap Tuan Wijaya yang langsung menerima lamaran keluarga Aryana tidak peduli dengan latar belakangnya yang dari segi materi mungkin tidak sebanding dengannya.
Tapi Tuan Wijaya yakin kalau lelaki yang dipilih putrinya bisa mengarahkan Bella yang terkadang susah diatur pada kebaikan.
Setelah makan malam dan bercakap-cakap, diputuskan pernikahan Aryana dan Bella dua minggu yang akan datang. Namun Aryana meminta pernikahannya secara sederhana saja tidak ada pesta mewah meskipun sebenarnya Tuan Wijaya ingin mengadakan pesta besar mengingat Bella adalah putri satu-satunya.
Dirasa cukup perbincangan antara dua keluarga, Aryana, Kak Rey dan Mama Winda pun pamit karena hari sudah malam.
Melihat Aryana yang akan keluar bersama mama dan kakaknya, sontak Bella menarik baju Aryana dari belakang membuat Aryana menghentikan langkahnya.
"Apaan sih Bel?" sentak Aryana kaget
"Ishh.. jangan marah-marah dong! dedek bayinya nanti sedih papanya marah-marah terus" protes Bella
Aryana menghela nafas dalam menghadapi sikap Bella yang selalu membuatnya pusing.
"Iya ada apa Bella?" ucap Aryana
"Kamu belum bilang selamat malam sama anak kita" sahut Bella
Aryana pun akan berjongkok untuk menyapa calon anaknya yang ada di perut Bella. Namun baru juga Aryana akan berjongkok, Bella sudah menarik kerah baju Aryana.
Cup
Bella mencuri ciuman di bibir Aryana membuat si empu melototkan matanya kaget. Apalagi disitu masih ada Tuan Wijaya tapi dasar Bella yang kewarasannya tinggal separo membuat Tuan Wijaya hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan anaknya.
"Bella kira-kira dong" gerutu Aryana dan Bella menanggapinya dengan cengengesan.
"Dikit doang juga Ar" kekeh Bella
"Ya udah aku pulang dulu" pamit Aryana sambil mengelus lembut perut Bella
Bella tersenyum lebar mendapatkan perlakuan manis dari Aryana
"Makasih ya nak! karena ada kamu di perut mama, papamu jadi sering elus-elus perut mama. Semoga aja besok-besok Ar ngelus yang lainnya juga seperti malam itu" batin Bella
***
Dua minggu sudah Andrea berada di negeri papanya. Dua minggu itu pula Dia hanya bisa video call dengan istri kesayangannya.
Sebenarnya Andrea ingin cepat-cepat pulang ke tanah air tapi ternyata tidak semudah itu menjerat Ny. Kim ke ranah hukum karena ternyata dia dilindungi oleh genk mafia pimpinan ayahnya Ny. Kim.
__ADS_1
Andrea baru mengerti sekarang kenapa dulu kakeknya sangat keras dalam melatihnya karena Tuan besar Lee ingin Andrea bisa menjaga keluarganya dari serangan musuh bisnisnya. Tidak sepertinya yang harus melihat istrinya meninggal di depan matanya.
Andrea menerawang jauh melihat Kota Seoul dari ketinggian gedung lantai 50 perusahaan JS group.
"Boy" panggil Papa Jae Sung
"Iya pah" jawab Andrea
"Pulanglah, istrimu pasti sangat membutuhkanmu" ujar Papa Jae Sung
"Bagaimana dengan disini, kita belum bisa mengumpulkan bukti yang kuat meski rekaman CCTV itu bisa kita jadikan bukti." ujar Andrea
Papa Jae Sung menghela nafas dalam sebelum dia menjawab perkataan Andrea.
"Papa tidak ingin ambil resiko besar dengan terus mendesak Kim agar mengakui kejahatannya. Kalian terlalu berharga untuk papa. Papa tidak ingin mengorbankan anak-anak papa. Karena meski kita bisa memasukkan Kim ke penjara pasti akan ada serangan balik dari keluarganya." tutur Papa Jae Sung
"Kita ikhlaskan mama dan lupakan dendam. Biarkan Tuhan yang akan memberi keadilan pada mamamu" lanjut papa Jae Sung
"Maksud papa?"
"Papa sudah mencabut tuntutan pada Kim boy. Maaf! bukannya papa tidak ingin memberi keadilan pada mamamu, tapi papa tidak ingin membahayakan kalian anak-anak papa" tutur Papa Jae Sung
"Baiklah pah, kalau secara hukum tidak bisa menghancurkannya. Aku akan cari cara lain" tegas Andrea
"Boy jangan ulangi kesalahan kakekmu, karena masalah tender beliau berurusan dengan genk mafia dan akhirnya nenekmu yang jadi korban" nasihat Papa Jae Sung
"Besok aku akan pulang sekalian bawa Joen bersamaku." lanjut Andrea
"Papa titipkan putra bungsu papa, jaga dia dengan baik ya boy" pinta Papa Jae Sung
Andrea hanya mengangguk menanggapi permintaan papanya. Karena tanpa dimintapun Andrea pasti akan menjaga Lee Joen Pyo adik satu-satunya.
Setelah dari kantor papanya, Andrea langsung pulang ke mansion papanya untuk berkemas dan menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan Joen.
Drrttt drrrttt
Terlihat di layar handphone 'Sweetheart is Calling'
Andrea langsung mengangkat telpon dari Mitha
📲"Hallo Assalamu'alaikum"
📱"Wa'alaikumsalam sayang"
📲"Yang kho lama banget gak pulang-pulang"
📱"Kenapa kangen ya?"
__ADS_1
📲"Udah tahu nanya lagi! yang aku pengen nonton sama kamu"
📱"Kita nonton virtual aja ya!"
📲"Nonton virtual gimana?"
📱"Kita nonton film yang sama tapi aku disini dan kamu disitu"
📲"Tapi kan gak bisa pegang-pegangan"
📱"Sabar ya sayang, aku secepatnya pulang kho"
📲"Yang, Bang Ar mau nikah lusa"
📱"APA? Kho bisa? nikah sama siapa?"
📲"Sama Bella, makanya cepetan pulang KANGEN"
Melihat mata Mitha yang sudah berkaca-kaca membuat hati Andrea berdenyut linu. Bukan hanya Mitha yang kangen, Andrea pun sama kangennya
📱"Iya sayang, aku pasti pulang secepatnya. Sabar ya! telponnya aku tutup, Assalamu'alaikum"
Klik
Andrea langsung menutup telponnya sepihak. Buru-buru dia menghubungi Om Mark untuk menyiapkan kepulangannya bersama Joen. Yang tadinya rencana besok, Andrea memajukan menjadi sore itu juga.
Setelah melewati perjalanan selama 7 jam, akhirnya Andrea sampai di Jakarta dini hari. Sebelum Andrea menemui Mitha terlebih dahulu dia memastikan keadaan adik bayinya baik-baik saja bersama perawat yang dibawanya dari negeri ginseng.
Namun Andrea yang merasa kurang yakin pada perawat adiknya, dia pun meminta Bi Sumi untuk ikut menjaga Joen.
"Bi mulai sekarang bibi fokus saja pada Joen, soal bersih-bersih dan masak nanti kita cari orang lagi" tutur Andrea
"Iya Den, bibi pasti jaga Aden kecil" jawab Bi Sumi
"Aku keatas dulu ya Bi" pamit Andrea
Dengan gontai Andrea menaiki tangga satu persatu menuju kamarnya di lantai 2.
Ceklek
Andrea membuka pintu kamar dan terlihat istri kesayangannya sedang tertidur pulas dengan memeluk guling dan baju sweaternya.
"Segitu kangennya kamu yang, sampai tidur aja peluk bajuku" gumam Andrea
Andrea membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa memeluk dan mencium istrinya.
...*****...
__ADS_1