Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
49. Jangan ikut campur


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu hingga tak terasa ujian akhir semester pun telah berakhir. Semua siswa merasa lega setelah satu minggu lamanya berkutat dengan soal-soal yang membuat otak mendidih, akhirnya bisa bernafas dengan lega.


"Jalan yuk buat refresh otak" ajak Shiren saat akan pulang


"Boleh tuh Shi idenya, Lea Yen gimana bisa gak" tanya Mitha


"So pasti bisa" sahut Yenita


"Boleh deh gue juga ikut" seru Juliea


Mereka pun jalan beriringan sambil bercanda ria.


"Lho itu kan cowok lo Tha," sahut Shiren saat melihat Andrea berjalan berlawanan arah dengannya.


"Iya, mau ngapain dia sama Juna" gumam Mitha


Andrea pun mempercepat jalannya saat melihat Mitha bersama teman-temannya akan pulang.


"Yang tungguin bentar ya, mau daftar buat turnamen dulu," sahut Andrea saat mereka sudah berhadap-hadapan.


"Iya, tunggu diparkiran ya!" jawab Mitha dan mereka pun berpisah


Saat sampai parkiran terlihat teman-teman sekelasnya lagi pada nongkrong diatas tunggangannya.


"Bukannya pulang malah pada nongkrong disini" sahut Mitha


" Kita lagi absen adik kelas yang bening Tha," sahut Doni yang nangkring diatas motornya.


"Nemu gak Don yang beningnya" sahut Shiren yang ikutan nongkrong dengan yang lainnya.


"Ada banyak ampe gue pusing" sahut Doni


"Duh sial banget pake kebelet lagi" gumam Mitha


"Kebelet kawin Tha, ayok" ajak Zyan yang sedari tadi diam.


"Apaan sih bang, gue ke toilet dulu guys." sahut Mitha sambil berlari ke toilet hingga dia harus masuk ke dalam lagi padahal di pos satpam juga ada.


Setelah selesai urusannya di toilet, Mitha pun segera keluar. Selain karena merasa takut sendirian, pasti teman-temannya juga sedang menunggunya.


Terdengar sayup-sayup ada orang sedang adu mulut di belakang ruang penyimpanan alat olah raga yang letaknya tidak jauh dari toilet.


"Gue gak mau tahu pokoknya lo harus tanggung jawab" kata si cewek


"Tanggung jawab kata lo, lo sendiri yang nyerahin diri lo ke gue saat gue lagi kacau. Lagian gue gak yakin kalo itu benih gue," kata si cowok dengan senyum meremehkan.


Karena penasaran Mitha pun mengendap-endap mengintip siapa yang sedang adu mulut hingga membawa-bawa pertanggungjawaban dan betapa terkejutnya saat tahu itu Melani dan Damian.


"Tapi ini anak lo Dam, gue berani bersumpah."

__ADS_1


"Sorry Mel gue ga yakin itu anak gue karena gue bukan cowok pertama yang nyentuh lo."


"Kurang ajar banget Damian" gumam Mitha sambil hendak beranjak dari tempatnya mengintip


Namun ada tangan yang mencekalnya hingga dia tertahan di tempatnya.


"Jangan ikut campur urusan orang lain" ucap Andrea pelan yang tadi menyusul Mitha ke toilet.


"Tapi kasian Melani, dia hamil tapi Damian gak mau tanggung jawab" sahut Mitha pelan.


"Itu salah dia sendiri karena tidak bisa menjaga kehormatannya" sahut Andrea


"Tapi yang...." belum selesai Mitha bicara Andrea sudah menarik tangan Mitha agar menjauh dari sana.


"Udah anggap aja kita tidak mendengar apapun, mereka sudah dewasa pasti mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri." sahut Andrea, "Mending kamu pikirin kapan mau kasih aku anak" sambungnya sambil merangkul pundak Mitha


"Kamu mah yang bikin aja belum gimana mau punya anak" sahut Mitha sambil memukul tangan Andrea pelan.


"Pulang maen kita bikin yuk" ucap Andrea sambil berbisik di telinga Mitha hingga membuat bulu kuduk Mitha berdiri.


"Kabita nyaaa...." ucap Mitha meledek Andrea


"Penasaran yang gimana rasanya" ucap Andrea dan tak terasa mereka sudah sampai parkiran


"Rangkulan terooosss bikin aing hareudang hareudang" seru Doni


"Iri bilang boss", cibir Mitha


"Hehehhe sorry tadi kita tuh..."


"Udah yuk berangkat" Andrea langsung memotong ucapan Mitha takut Mitha keceplosan.


***


"Masih satu jam filmnya, mending kita makan dulu yuk! laper nih" ucap Mitha sambil mengelus-elus perutnya.


"Lagian kamu yang, beternak cacing jadinya laper terus kan," sahut Andrea dan Mitha hanya cemberut dengan memanyunkan bibirnya.


"Yang bibirnya jangan nantangin gitu, mau ku makan disini" seru Andrea


"Ish... lo mesum banget sih Ndre" seru Shiren memutar bola matanya malas yang kebetulan duduk disamping Mitha, meski mata dan tangan fokus dengan handponenya tapi telinganya masih mendengar percakapan Mitha dan Andrea.


"Mesum sama istri sendiri emang salah?" tanya Andrea


"Udah yuk kita cari makan dulu," ucap Mitha menengahi takut Andrea sampai membocorkan rahasia mereka. Kemudian Mitha pun langsung pergi sambil menarik tangan Andrea.


"Udah Shi mereka emang gitu, bucin ga tahu tempat" sahut Juliea, "mending kita ikut makan juga yuk!" ajak Juliea kemudian


Dan mereka pun menyusul Mitha dan Andrea yang sudah terlebih dulu masuk ke resto.

__ADS_1


"Udah pada pesen belum?" tanya Juliea yang baru sampai dan langsung bergabung ke meja Mitha.


"Kita udah Lea," jawab Mitha, "Akas sama Dimas mau nyusul kesini gak?" sambungnya.


"Paling jemput aja." sahut Juliea yang tahu kalau Akas menjadi panitia turnamen bola voly, basket, dan futsal untuk memeriahkan hari jadi sekolah.


"Lagian kita kan rencananya jalan berempat eh lo malah ada yang ngintilin" sahut Shiren yang gak suka dengan kehadiran Andrea.


Dan Andrea pura-pura tidak dengar aja, males kalau harus meladeni debat sama cewek. "Mending langsung adu jotos" pikirnya.


"Yang, aku keluar dulu." ucap Andrea, "mau ketemu Yana," sambungnya lalu Andreapun bergegas keluar karena sudah ditunggu Aryana di counter.


"Gila...most wanted hamidun," pekik Yenita saat melihat video yang viral di grup sekolah.


Deg


"Kho lo tahu Yen?" tanya Mitha heran


"Makanya update dong neng jangan ngbucin terus jadinya ketinggalan info" sahut Yenita


"Emang lo tahu dari mana Yen?" tanya Juliea dan Shiren kompak.


"Nih grup sekolah lagi ramai video perdebatan Melani sama Damian" sahut Yenita


Juliea dan Shiren pun segera melihat postingan di grup sekolah sedang Mitha hanya diam saja sambil terus berpikir siapa yang tega memposting aib Melani.


"Tha, lo kho gak penasaran?" tanya Yenita yang menyadari Mitha diam saja tidak ikut melihat video yang viral


"Gue udah lihat langsung, tapi siapa ya yang tega posting di grup sekolah." sahut Mitha


"Kho bisa?" tanya Yenita, Juliea, dan Shiren serempak


"Tadi pas gue ke toilet, makanya lama." jawab Mitha, "pas mau gue samperin Andrea ngelarang, katanya gue ga boleh ikut campur urusan mereka," sambungnya.


"Gue gak nyangka Tha, mantan lo brengsek juga ya," sahut Shiren dan Mitha hanya menggendikkan bahunya.


Percakapan mereka pun terhenti karena pesanan mereka sudah datang.


"Silahkan dinikmati" ucap kakak pelayan


"Makasih kak!" sahut mereka kompak


"Kalian makan duluan aja, gue nunggu Andrea dulu" sahut Mitha.


"Ck! lo mah pasti mau nyuapin bayi gede," sahut Shiren jengah dan hanya dibalas dengan cengiran oleh Mitha.


...*****...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Makasih reader semua atas semua dukungannya pada author dan jangan bosan ya untuk terus mendukung author untuk terus berkarya dengan memberi like, comment, vote, gift, rate dan tentunya masuk list favorite reader semua....


...πŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ™πŸΎ...


__ADS_2