
Mitha yang merasa terganggu karena suara berisik akhirnya dia pun terbangun dari tidurnya.
"Kenapa sih kalian berisik banget? gangguin aja tahu," sungut Mitha kesal yang Aryana terus memperhatikan interaksi Andrea dan Mitha tidurnya.
"Makan dulu yang! abis makan ntar lanjut tidur lagi," sahut Andrea tanpa berniat menjawab pertanyaan Mitha
"Wah kebetulan banget aku laper," ucap Mitha
"Ya udah aku mandi dulu, gerah," sahut Andrea
Selepas Andrea pergi mandi, kemudian Mitha pun memakan makanan yang dibawa Andrea sampai habis setelahnya dia hanya diam dikasur sambil memainkan handponenya karena kakinya masih terasa sakit untuk berjalan.
Saking asyiknya Mitha berselancar di dunia maya kepoin kegiatan teman-temannya yang kemping bersamanya sampai Mitha tak menyadari kedatangan Andrea yang sudah ada disampingnya sedang ikutan kepo apa yang dilihat istrinya.
"Kamu suka ya sama tuh cowok?" tanya Andrea saat melihat Mitha sedang melihat video Zyan yang sedang bernyanyi di malam terakhir kegiatan kemping.
Mitha menengok ke arah suara yang ternyata Andrea sedang ikutan nonton.
"Hmmm...Suka sih soalnya dia baik banget"
"Baikan mana sama aku?"
"Tentu saja baikan...." sebelum melanjutkan omongannya Mitha melirik ke arah Andrea yang serius menunggu jawaban Mitha, "Kamulah, kan kamu imam aku sekarang, jadi mulai sekarang stop minum, stop balapan, stop tawuran, karena akan ada aku yang selalu menunggumu di rumah, selalu mencemaskanmu saat kamu pulang telat, bisa kan!" sahut Mitha mengeluarkan unek-unek yang selama ini dipendamnya.
"Aku pasti akan berusaha meninggalkannya tapi mungkin tidak bisa sekaligus, aku butuh waktu," sahut Andrea
"Makasih udah mau berusaha," ucap Mitha tulus dengan senyuman mengembang dibibirnya
"Tha boleh gak aku nyicil?" tanya Andrea kemudian duduk disamping Mitha yang sedang duduk sambil senderan
"Nyicil apa? kamu mau ajuin kredit buat buka usaha?" tanya Mitha antusias karena pikirnya Andrea ingin buka usaha buat menafkahinya.
"Nggak! aku udah punya usaha kho!" jawab Andrea
"Trus mau nyicil apa? Motor kamu kan punya, mobil juga ada, oh iya pasti kamu mau nyicil rumah ya?" tanya Mitha dan Andrea hanya geleng-geleng kepala
"Aku mau nyicil...." jawab Andrea sambil berbisik yang membuat bulu kuduk Mitha meremang, "Makan kamu", sambungnya lalu langsung menarik Mitha ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Jangan Ndre ntar...", belum selesai Mitha bicara Andrea langsung melahap bibir Mitha yang menjadi candunya semenjak dia mencuri ciuman pertama Mitha di apartemennya.
Semakin lama semakin dalam semakin membuat rasa yang membuncah di dadanya menginginkan hal yang lebih dari sekedar ciuman namun akal sehat Mitha kembali saat Andrea mulai memainkan bukit kembar miliknya hingga dia melepaskan pagutannya.
"Jangan Ndre kita masih sekolah, aku ga mau hamil sebelum lulus." Dengan nafas yang masih ngos ngosan Mitha berusaha mengingatkan Andrea.
Andrea hanya menghela nafas panjang, dia tahu kalo sekarang belum saatnya melakukan hal yang iya-iya bersama istrinya mengingat status mereka yang masih pelajar tapi dia juga penasaran dengan hal yang belum pernah dialaminya yang selalu membuat dirinya ingin melakukan hal yang lebih dari ciuman.
"Maaf Tha aku kelepasan," ucap Andrea dengan rasa sesal
"Sayang sabar ya sampai kita abis ujian akhir," sahut Mitha lembut
"Beneran Tha abis ujian akhir aku boleh jebol gawang," tanya Andrea antusias dengan senyum sumringah.
"Sekarang juga boleh kalo jebol gawang mah, noh sono ke lapangan bola," suruh Mitha
"Lapangan bola punya kamu maunya juga. beneran boleh sekarang?" tanya Andrea
"Ishh suamiku ganteng tapi oneng, dibilang ntar abis ujian juga," rengut Mitha kesal
"Biarin oon juga tapi kamu doyan," sahut Mitha kesal padahal dia duluan yang mulai bilang suaminya oneng
"Doyan banget malah," sahut Andrea kemudian mengungkung Mitha lalu menggelitik pinggang Mitha.
"Hahahahaha.....Ampun bang jago...," mohon Mitha yang gak kuat menahan geli
"Suaminya oneng gak?", tanya Andrea
"Nggak bang hanya kadang-kadang hahahahaa...." jawab Mitha yang langsung dapat gelitikan Andrea
Tok tok tok
Seketika Mitha berhenti tertawa saat mendengar suara pintu ada yang mengetuk.
Andrea langsung bangkit dari tubuh Mitha dan membuka pintu kamar, dilihatnya mama Erika ada di depan pintu
"Ada apa mah?" tanya Andrea yang melihat raut cemas di wajah cantik mamanya
__ADS_1
"De papamu pulang, sekarang dia dalam perjalanan menuju kesini" ucap Mama Erika, "Kamu ajak yang lainnya pulang sekarang juga ya! sebelum papamu datang" sambungnya.
"Iya Mah" sahut Andrea
"Mama mau ke kamar Yana, kamu ajak Mitha berkemas" ucap Mama Erika kemudian berlalu menuju kamar yang ditempati Aryana dan Andrea pun langsung menutup pintu dan segera menghampiri Mitha yang menunggunya di atas tempat tidur.
"Tha kita pulang sekarang juga, mama lagi ada perlu," ucap Andrea lalu bergegas mengemasi barang-barang miliknya dan juga Mitha
Mitha mencoba berjalan mendekati Andrea hendak membantunya namun saat pergerakannya terlihat oleh sudut mata Andrea, Andrea pun menghentikan kegiatannya.
"Tha tunggu aja disitu, biar aku yang beresin semuanya," sahut Andrea
"Ndre kalo ada hal yang mengganggu pikiranmu, kamu boleh membaginya sama aku," ucap Mitha karena selama mereka bersahabat hanya sedikit hal pribadi tentang Andrea yang dia ketahui apalagi tentang keluarganya karena Andrea menutup rapat tentang jati dirinya yang sesungguhnya
"Tentu saja istriku sayang," sahut Andrea dengan memaksakan tersenyum pada istrinya agar kekalutannya tidak disadari oleh Mitha
Setelah semuanya rapi, Andrea menurunkan dulu barang-barangnya ke lantai bawah kemudian dia kembali untuk membantu Mitha.
Sesampainya di lantai bawah semuanya ternyata sudah bersiap untuk segera pulang
"Mah... Mama gak pa pa sendiri di sini, gimana kalo papa tahu aku nikah?" tanya Andrea pelan, dia sangat mengkhawatirkan keadaan mamanya.
"Ade tenang aja! semarah-marahnya papamu, dia tidak pernah kasar pada Mama", sahut Mama Erika, "Yang harus Ade khawatirkan keadaan keluarga istrimu Nak, tapi semoga papamu dapat menerima alasan yang Mama berikan." sambungnya
"Iya Mah... Ade pamit dulu...jaga diri Mama baik-baik," ucap Andrea kemudian memeluk dan mencium tangan mamanya.
"Hati-hati dijalan Nak" ucap mama Erika kemudian mencium pucuk kepala putranya
Setelah semuanya berpamitan dengan Mama Erika mereka pun pulang dengan memakai dua mobil. Mobil pertama yang dikendarai supir pribadi Mama Erika membawa kakek, nenek dan ibu Mitha sedang mobil kedua dikendarai oleh Andrea sedang Aryana ada di kursi belakang sendirian.
Selepas kepergian mereka, sepuluh menit kemudian datang tiga mobil mewah ke villa kenangan dengan setelah jas hitam yang melekat di tubuh para pria yang berbadan atletis yang siap mengawal tuannya.
...*****...
...Happy reading...
...Jangan lupa like, comment, vote dan favorite ya!...
__ADS_1