Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
91. Terjebak


__ADS_3

Kak Dena langsung menutup pintu lagi setelah melihat pemandangan yang seharusnya tidak dia lihat. Namun suaranya yang lumayan kencang membuat Mitha dan Andrea menghentikan kegiatan panasnya.


"Kak Dena!" teriak Mitha setelah membereskan bajunya yang sudah berantakan karena ulah Andrea.


"Eh iya Tha nanti kakak kesini lagi" ucap Kak Dena yang buru-buru pergi.


"Sayang ayo kita lanjut di kamar, kamu harus tanggung jawab udah bangunin pimen" rengek Andrea pada Mitha


Senntara Kak Dena yang grasak grusuk pun tak lepas dari pandangan Pak Karjo dari pos satpam


"Kenapa Na? buru-buru gitu?" tanya Pak Karjo


"Anu pak, lihat Mas Yanto gak?" tanya Kak Dena


"Oh tadi lihat sih ke rumah belakang" jawab Pak Karjo


Kak Dena pun langsung buru-buru ke rumah belakang yang merupakan rumah kakeknya Mitha.


"Syukurlah Mas Yanto ada, jadi bisa ikutan kaya Mitha. Hehhehe..." batin Kak Dena


***


Seminggu sudah berlalu setelah acara resepsi pernikahan Andrea-Mitha, kini mereka sudah kuliah seperti biasanya. Begitupun dengan Aryana dan yang lainnya.


Wajah Bella begitu berbinar karena dia berencana menagih janji pada Aryana.


Bella dengan setia menunggu kedatangan Aryana di parkiran. Saat terlihat mobil yang biasa Aryana pakai memasuki parkiran, Bella langsung bersiap untuk mendekatinya.


Terlihat Aryana keluar dari mobil sendiri, karena biasanya dia selalu bersama Andrea dan Mitha namun sudah seminggu ini Andrea dan Mitha tinggal di rumah barunya.


"Ar!" panggil Bella saat Aryana berjalan menuju koridor kampus.


"Kenapa?" tanya Aryana


"Bentar dong! aku mau nagih janji kamu" ujar Bella


"Janji apa?" Aryana mengeryitkan kening bingung dengan maksud Bella


"Ck! pura-pura lupa lagi" ketus Bella. "Lo kan janji Ar mau ngajak gue jalan seharian kalau sampai Resha datang ke acara resepsi Andrea" terang Bella


"Oh yang itu, ya udah tinggal atur aja waktunya" ujar Aryana


"Besok ya!" ajak Bella dan Aryana hanya menganggukkan kepalanya.


"Ar" panggil Bella


"Apalagi sih Bel?" tanya Aryana malas


"Lo masih suka sama Mitha?" tanya Bella

__ADS_1


"Gak usah kepo deh sama urusan orang" jawab Aryana jengah


"Iya deh gak nanya lagi, tapi makasih ya Ar udah mau ngobrol" ucap Bella


***


Hari yang di nanti pun telah tiba, kini Aryana tengah menuju ke kediaman keluarga Wijaya untuk menjemput Bella.


"Udah siap?" tanya Aryana saat bertemu Bella


"Tentu dong! ayo berangkat" ajak Bella


Setelah berpamitan pada orang tua Bella, Aryana dan Bella pun langsung berangkat menuju salah satu pulau yang ada di kepulauan seribu. Bella ingin snorkeling bersama Aryana.


"Ar tahu gak kenapa gue ngajak lo kesini untuk snorkeling?" tanya Bella saat mereka berada di atas yacth setelah snorkeling



"Mana gue tahu" jawab Aryana


"Gue hanya ingin menghapus semua ingatan gue tentang lo" jawab Bella getir


"Maksud lo?"


"Gue nyerah Ar, mulai besok gue gak akan gangguin hidup lo lagi."


Aryana hanya diam merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Jangan gila deh Bel" seru Aryana jengah


"Justru gue ingin waras dari kegilaan gue sama lo, please Ar kabulkan permintaan gue. Anggap saja sebagai salam perpisahan karena besok gue mau berangkat ke Paris"


"Gue sadar, cara gue mencintai lo itu salah. Gue gak mau seperti Resha, apalagi disama-samain dengan Resha" ucap Bella dengan menengadahkan kepalanya agar air mata yang memaksa ingin keluar masuk kembali.


Aryana masih mencerna dengan apa yang Resha katakan. Dia masih tidak percaya gadis yang selalu jadi stalkernya akan berhenti begitu saja mencintainya.


"Apa lo serius dengan apa yang lo katakan" tanya Aryana


"Iya ,gue sangat serius. Lo gak usah khawatir setelah hari ini gue udah gak ada di negeri ini lagi. Gue mau mengejar cita-cita gue." Bella terus meyakinkan Aryana agar mau memenuhi permintaannya.


"Baiklah aku akan memenuhinya" ucap Aryana yang akhirnya memenuhi keinginan Bella.


"Mari bersulang" ajak Bella dengan memberikan segelas wine pada Aryana.


Aryana hanya mengikuti apapun yang Bella inginkan, toh besok juga Bella udah pergi ke negeri orang tanpa sadar ada seaulas senyum smirk menghiasi bibir.


Bella mulai mendekat ke samping Aryana, perlahan benda kenyal itu saling menempel.


Dengan disaksikan lembayung senja mereka berpagutan melepaskan hasrat yang membuncah di dada.

__ADS_1


***


Pagi telah menyapa, sang surya mulai menampakkan sinarnyaAryana mengerjap bangun dari tidurnya.


"Betapa bugar rasanya setelah bangun tidur. Namun terasa ada yang aneh, kenapa gue gak pakai sehelai benang pun. Dan ini apa? begitu banyak tanda merah di badanku." batin Aryana


Lagi-lagi Aryana merasa bingung dengan apa yang terjadi, apalagi setelah mendapatinya masih berada di tengah lautan.


"Akhhhhh Bellaaa apa yang lo lakuin ma gue" teriak Aryana


Aryana pun turun hendak membersihkan diri. Namun kakinya tertahan saat dia melihat selembar kertas diatas nakas samping tempat tidurnya.


"Makasih ya Ar malam panasnya, I love you"


Aryana langsung meremas kertas itu dan membuangnya ke sembarangan tempat


" Sialll gue terjebak oleh Bella." pikir Aryana


Aryana langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tanpa menunggu lama, Aryana sudah siap untuk kembali ke ibu kota.


Sesampainya di dermaga, Aryana langsung menuju parkiran dan membawa mobilnya menuju kediaman keluarga Wijaya untuk mencari keberadaan Bella


"Maaf Pak bisa bertemu dengan Bela, saya teman sekolahnya" tanya Aryana pada security rumah Bella


"Maaf juga Den, Non Bellanya sudah berangkat tadi pagi ke Paris" jawab security rumah Bella.


"Makasih ya Pak!"


Aryana langsung mengemudikan mobilnya ke Bandara.


"Sial sial sial, kenapa gue malah percaya sama cewek itu" umpat Aryana sambil terus memukuli stir mobil


"Awas lo Bel! lo harus tanggung jawab dengan apa yang lo lakukan" geram Aryana dengan mencengkeram stir mobil.


Sementara jauh di ketinggian sana, Bella yang sedang dalam pesawat menuju Paris tersenyum puas dengan apa yang telah dilakukannya


"Tak mengapa kalau gue gak bisa dapetin hati lo, yang penting gue bisa dapat keturunan dari lo Ar. Semoga resep dari dokter untuk meningkatkan kesuburan tokcer hasilnya, biar kecebong Aryana tumbuh sehat di rahim gue" batin Bella


Bella terus mengelus perut ratanya dengan bibir yang tersenyum bahagia.


"Kamu kenapa dek, kayaknya seneng banget," tanya Mama Bela yang mengantar Bella ke Paris.


"Iya donk Ma, ade baru dapat jackpot nih" sahut Bella


"Jackpot apaan Ma?" tanya Mama Bella


"Rahasia donk, si mama mau tahu aja nih" sahut Bella

__ADS_1


...*****...


...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya...


__ADS_2