
"Becanda kamu Ndre, aku gak percaya kalau kalian udah nikah" Zyan terus menyanggah tidak mau percaya dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Terserah lu percaya apa nggak, gue gak peduli" ketus Andrea
"Boy apa benar kamu udah nikah?" tanya Nyonya Tyas lembut yang sedari tadi diam melihat enteraksi cucunya dan cucu sambungnya.
"Iya, dan ini Mitha istriku sedang hamil jadi jangan pernah berharap bisa mendapatkan istriku karena aku tidak akan pernah membiarkan siapapun untuk merebutnya ataupun memisahkannya dariku" jawab Andrea dengan mata tertuju pada Zyan
Zyan yang mendengar penuturan Andrea mau tidak mau dia berusaha untuk percaya meskipun hatinya terus menolak kebenaran yang ada.
"Sini sayang, nenek ingin menyapa cicit nenek" ucap Nyonya Tyas mengajak Mitha untuk mendekat padanya
Mitha pun mendekati Nyonya Tyas dan membiarkannya untuk mengelus perutnya yang sedikit buncit.
"Selamat datang sayang di keluarga Mahardika, semoga kelak bisa menyatukan keluarga ini kembali" Nyonya Tyas hanya bicara dalam hati dengan bibir terus tersenyum sambil mengelus perut Mitha.
"Nyonya makan malamnya sudah siap" ucap Art keluarga Pratama
Andrea langsung menggandeng Mitha sedangkan Zyan mendorong Nyonya Tyas yang duduk di kursi roda menuju meja makan.
Terlihat di meja makan sudah berkumpul keluarga besar Malik Pratama dan Mahardika. Andrea dan Mitha pun duduk di dekat Mama Erika.
Tuan Zein membuka makan malam dengan ucapan syukur atas kesembuhan putranya dan juga harapan bersatunya keluarga Pratama dan Mahardika.
Andrea yang enggan mendengarnya hanya diam saja, sedari tadi Andrea terus mengukir kata-kata di telapak tangan Mitha membuat Mitha merasa geli sendiri.
Sedangkan Zyan yang melihatnya menjadi tidak berselera makan.
Andrea makan dengan sesekali menyuapi Mitha dan semua itu tidak lepas dari pandangan Zyan karena sedari tadi dia hanya menatap terus Mitha tanpa berniat sedikit pun untuk memakan makanannya.
"Zyan boleh gak kalo gue colok mata lu sama garpu" ucap Andrea jengah karena sedari tadi Zyan terus melihat Mitha.
"A apa maksud kamu Ndre?" tanya Zyan kaget mendengar pertanyaan Andrea begitupun dengan yang lain karena suasana hening di meja makan membuat semua orang langsung mengarahkan pandangannya pada Andrea.
"Makan ya makan aja, gak usah lu dari tadi lihatin istri gue terus. Noh lihat makanan lu masih utuh" Andrea rasanya sudah habis kesabaran kalau sudah berhadapan dengan Zyan.
__ADS_1
"Sayang jangan gitu, noh pada ngelihatin" tegur Mitha pelan karena dia malu jadi pusat perhatià n seluruh keluarga.
"Apa benar kamu sudah menikah boy?" tanya Pak Bens menghentikan makannya karena penasaran dengan apa yang didengarnya.
"Tentu saja sudah, istriku malah sekarang lagi hamil. Iya kan sayang?" ucap Andrea
"I iya tuan sebenarnya kita udah nikah dari bulan Oktober tahun lalu" Mitha ikut menimpali dengan menundukkan pandangannya.
"Kak Er bisa jelaskan sebenarnya yang terjadi?" sahut Pak Bens merasa geram karena dia tidak diberitahu sebelumnya.
Mama Erika menghela nafas dalam sebelum dia memulai bicaranya.
"Andrea memang sudah menikah dengan Mitha Oktober tahun lalu secara siri di villa kenangan namun pernikahannya sudah didaftarkan ke catatan sipil setelah kelulusan mereka, tepatnya setelah Mitha kembali ditemukan" Mama Erika menjelaskan dengan terperinci tentang pernikahan putranya.
"Kakak keterlaluan sampai hal sebesar itupun dirahasiakan, apa selama ini kakak tidak menganggapku adikmu?" Pak Bens benar-benar merasa tersinggung dengan sikap kakaknya. Andai dia tahu hal yang sebenarnya, mana mungkin dia tega menyuruh Mitha yang sudah berstatus istri Andrea untuk pergi dari kehidupan keponakannya.
"Maaf untuk hal ini, tapi aku tidak berpikir sejauh itu Bens, aku hanya tidak ingin orang berpikiran negatif karena mereka masih berstatus pelajar. Dan juga Andrea segera menikahi Mitha karena dia ingin berpacaran secara halal" Mama Erika pun menjelaskan dengan panjang lebar.
"Dan untuk Zyan, tante harap kamu ikhlas Mitha bahagia dengan Andrea karena mereka saling mencintai satu sama lain."
Meski selama ini Mama Erika diam dan berdamai dengan takdirnya namun jauh di lubuk hatinya ada luka yang masih menganga dengan perpisahan kedua orang tuanya. Sehingga saat tahu Zyan dan Andrea mencintai gadis yang sama, ada rasa was-was dihatinya takut kejadian yang sudah berlalu puluhan tahun kembali terulang lagi.
Sesak sebenarnya dada Zyan dengan kenyataan yang baru diketahuinya tapi dia juga sadar kalau cinta memang tidak bisa dipaksakan.
Setelah acara makan selesai, semua keluarga berkumpul di ruang keluarga saling berbagi cerita.
"Ndre, bisa kita bicara berdua aja?" ucap Zyan pada Andrea saat baru keluar dari toilet.
Andrea mengeryitkan keningnya karena merasa heran pada Zyan, "apa dari tadi dia nungguin gue depan toilet"(batin Andrea)
"Ada apa emang? jangan lama-lama ntar Mitha nyariin gue" jawab Andrea datar
Zyan pun menarik tangan Andrea untuk mengikutinya ke taman belakang.
"Lepas Zy, geli gue tangan gue ditarik-tarik sama cowok" sahut Andrea yang menghempaskan tangan Zyan.
__ADS_1
"Oke" Zyan pun mengangkat kedua tangannya ke udara pertanda dia tidak lagi memegang tangan Andrea.
"Aku cuma mau kasih tahu, jangan biarkan Mitha kemana-mana sendiri karena yang ku dengar Resha masih bebas berkeliaran" sahut Zyan
"Iya gue tahu, dia kabur ke luar negeri jadinya polisi menghentikan pencarian karena ini bukan kasus berat"
"Kita hanya perlu waspada karena sewaktu-waktu dia pasti kembali" sahut Zyan
"Zy, apa lu benar-benar cinta sama Mitha?" tanya Andrea.
"Aku menyukainya dari pertama kali bertemu saat masa MOS tapi aku tidak pernah berani mengungkapkannya karena aku takut dia menjauh saat tahu perasaanku" sahut Zyan mengenang masa-masa putih abunya.
"Terima takdir ya, dia Tuhan ciptakan buat jadi jodoh gue" Andrea berbangga diri karena bisa memiliki apa yang ingin Zyan miliki.
"Ck! sombong lu Ndre"
Andrea hanya mengendikkan bahunya masa bodoh dengan apa yang Zyan ucapkan.
"Ndre bisa kita berteman kembali, lupakan semua masalah di masa lalu. Aku hanya ingin ikut menjaga Mitha dari obsesi Resha" ucap Zyan tulus.
"Apa lu bisa dipercaya? gue gak yakin kalau lu gak bakal nikung gue"
"Ck! curigaan mulu Ndre, lagian Mitha lagi hamil. Mana tega aku misahin kalian, mending nungguin anaknya Mitha siapa tahu jodohku." sahut Zyan yang langsung mendapat bogeman dari Andrea
"Enak aja pengen jadi mantu gue, emaknya gak dapat trus lu ngincer anaknya gitu. Ketuaan lu Zy buat anak gue" sahut Andrea ketus
Zyan menggendikkan bahunya tidak peduli dengan apa yang Andrea katakan.
"Sayang kemana aja, aku cariin" ucap Mitha yang melihat Andrea dan Zyan baru datang dari taman belakang.
"Ini yang, si jones ini minta dicariin jodoh katanya" jawab Andrea enteng sedang Zyan hanya membulatkan matanya mendengar apa yang Andrea katakan.
"Kenapa harus nyari kan ada Felly bang Zy"
...*****...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!...