Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
52.


__ADS_3

Sementara Andrea, setelah mengantar Mitha ke sekolahnya dia langsung ke ruang guru karena ada mata pelajaran yang harus remedial namun guru yang bersangkutan belum datang.


"Ngapain bro bengong disini," tanya Aryana duduk disamping Andrea.


"Nungguin pa Bram gue, bilangnya pagi-pagi tapi dia sendiri yang ngaret," sahut Andrea


"Lagian lo tumben-tumbenan remed, biasanya kan meski gak belajar gak nyampe remed," sahut Aryana yang merasa heran sama Andrea


"Gak fokus gue, kepikiran Mitha terus" sahut Andrea, "lo kan tahu sendiri tiap mau berangkat kesana gue selalu waswas takut gak bisa balik lagi kesini" sambungnya dengan mata menerawamg jauh ke depan.


"Jangan takut berlebihan bro, terkadang ketakutan itu yang membuat hal yang tidak kita inginkan terjadi," sahut Aryana memberi sedikit masukan pada Andrea, karena bagaimanapun Andrea sudah seperti adiknya sendiri, "mending lo terus sugesti diri lo kalo semuanya akan baik-baik saja" sambungnya.


"Gw titip Mitha kalo gue berangkat kesana tapi jangan lo embat, karena dia hanya milik gue," ucap Andrea dengan menenkan pada kata 'hanya milik gue'


"Ck! takut banget lo" sahut Aryana dengan berdecih.


"Karena gue tahu dihati lo masih ada nama dia, tapi gue yakin lo gak bakal khianatin gue." sahut Andrea dengan menatap intens Aryana dan Aryana hanya tersenyum hambar karena apa yang dikatakan Andrea memang benar.


"Yang mau remedial mata pelajaran bapak masuk ke ruang 301," Ucap pak Bram selaku guru Matematika dan Andrea pun langsung mengikuti intruksi pak Bram.


Semua siswa yang remedial Matematika sedang fokus dengan angka-angka yang butuh penyelesaian tapi belum ada 15 menit Andrea langsung berdiri karena lampu kecil digelangnya menyala pertanda Mitha dalam bahaya.


"Pak saya ijin keluar, remedialnya disambung besok lagi," sahut Andrea langsung berlari keluar ruangan tanpa memperdulikan apa yang pak Bram katakan.


"Andrea selesaikan dulu soalnya atau kamu tidak dapat nilai" seru pak Bram saat melihat Andrea langsung berlari keluar.


"Ck! anak itu selalu semaunya, kalian lanjutkan kembali." ucap pak Bram, " jangan pernah tiru kelakuan Andrea yang tidak baik," sambungnya.


Sedangkan Aryana yang melihat Andrea berlari langsung mengikutinya tanpa tahu dengan apa yang terjadi.


"Ndre, lo mau kemana?" tanya Aryana saat sampai parkiran dan melihat Andrea sudah siap diatas motornya.


"Mitha, gue duluan" sahut Andrea dengan langsung menancap gas motornya.


Tanpa pikir panjang Aryana pun langsung mengikutinya dari belakang.


***


Dengan tergesa Andrea terus menyusuri koridor mencari titik kordinat dimana Mitha berada, hingga akhirnya dia melihat apa yang dicari.


"Yang," ucap Andrea dengan berjongkok didepan Mitha, seketika Mitha mendongakkan kepalanya dan melihat Andrea sudah ada di depannya.

__ADS_1


"Ndre," ucap Mitha dengan suara yang bergetar dan langsung menghambur ke dalam pelukan Andrea.


"Dimana mereka?" tanya Andrea sambil mengelus punggung Mitha


"Ke rumah sakit"


"Kita juga kesana, kamu juga harus diobatin." ucap Andrea lembut


"Aku ga papa, anter aku ke uks aja dan beliin ea batu buat ngompres" ucap Mitha yang sudah sedikit tenang karena kedatangan Andrea dan Andrea langsung menganggukkan kepalanya.


Seketika Andrea langsung menggendong Mitha ala bridal style.


"Ndre turunin, malu banyak yang lihat" ucap Mitha pelan


"Diamlah kalo tidak ingin mereka melihat wajahmu yang berantakan," sahut Andrea dan Mitha langsung menelungkupkan wajahnya ke dada bidang suaminya.


"Ndre Mitha kenapa?" tanya Akas dan Aryana bersamaan yang berpapasan di koridor saat akan berbelok ke uks.


"Yan beliin es batu cepat dan langsung bawa ke uks" bukannya menjawab, Andrea malah menyuruh Aryana.


***


"Yang udah ikh, aku udah baikan" sahut Mitha yang mencoba menghentikan Andrea yang terus menciumi pipinya yang bekas ditampar oleh Melani dengan sesekali mencium bibir Mitha sekilas.


"Biar cepat sembuh yang," sahut Andrea, "aku gak tahan lihat muka kamu ada cap lima jarinya." sambungnya


"Ndre udah ada anak-anak malu," ucap Mitha saat melihat keberadaan ketiga sahabatnya.


"Lanjutin aja Tha, kita mau nonton live kho," sahut Yenita yang berdiri diambang pintu dengan Juliea dan Shiren dan Mitha hanya cengengesan mendengarnya.


"Coba pake sendok yang didinginkan Tha, biar bekas jarinya ilang," sahut Juliea yang melihat dari dekat wajah Mitha.


"Tar aku pinjem dulu ke bu kantin sendoknya," sahut Shiren dengan segera menuju kantin.


"Kenapa bisa gini Tha? trus kenapa ga melawan" tanya Yenita yang heran karena biasanya Mitha gak mudah ditindas.


Mitha menghela nafas dalam sebelum menjawan pertanyaan Yenita sedang Andrea keluar untuk menerima panggilan.


"Kayaknya Melani salah paham, dia ngira gue yang nyebarin videonya," sahut Mitha menjeda ucapannya, " trus gue gak melawan karena takut bikin kegaduhan ditambah gue takut gak sengaja nyelakain kandungannya Melani meski akhirnya Melani pendarahan karena jatuh," sambungnya.


"Pantesan tadi gue lihat dia digendong sama Damian" sahut Juliea

__ADS_1


"Iya Damian yang tadi nolongin gue," ucap Mitha.


***


"Udah lumayan Tha gak kentara banget," sahut Shiren yang tadi mempraktekan apa yang dikatakan Juliea.


"Sekarang tinggal touch up Tha biar kelihatan mulus lagi," sahut Juliea dengan mulai merias wajah Mitha karena kebetulan dia membawa peralatan lenong


Sedang Yenita dia menyisir rambut Mitha yang berantakan.


"Makasih ya sist, kalian selalu ada buatku" ucap Mitha terharu dengan perlakuan ketiga sahabatnya.


"Udah Tha ga usah terima kasih segala, kayak ke orang lain aja" ucap Juliea yang dibenarkan oleh Shiren dan Yenita.


" Gue sayang kalian," ucap Mitha dengan memeluk ketiga sahabatnya.


Ekhm ekhm


"Udah belum pelukannya" ucap Akas yang baru masuk.


"Eh bee, ada apa?" tanya Juliea


"Ada yang mau ketemu sama Mitha" sahut Akas kemudian dia sedikit menyingkir membiarkan orang yang dibelakangnya untuk masuk ke dalam. Terlihat Sari dibelakang Akas dan ada Andrea dibelakang Sari


"Sari? ada apa?" tanya Mitha


"Itu Tha, gue gue" ucap Sari terbata dan sebelum melanjutkan ucapannya dia mengedarkan pandangannya yang langsung mendapat pelototan dari Andrea yang langsung duduk disamping Mitha.


"Gue gue minta maaf Tha, karena bikin Melani salah paham sama Lo," sambung Sari


"Maksudnya?" tanya Juliea


"Sebenarnya gue yang nyebarin video Melani karena gue sakit hati selalu dibully sama dia," sahut Sari sambil menundukkan kepalanya, dia tidak berani melihat ke arah Mitha apalagi ada Andrea disampingnya yang menatapnya dengan sorot mata yang tajam seolah-olah akan mengulitinya. Seandainya saja tadi dia tidak diancam akan dikeluarkan dari sekolah oleh Andrea dan Akas karena bukti yang dipegang oleh Andrea kuat mana mau sekarang dia ada disini berterus terang dengan apa yang sudah dilakukannya dan berdiri seperti terdakwa yang dikelilingi oleh jaksa yang siap menginterogasinya.


"Maafin gue Tha,"


...*****...


...Happy reading...


...Jangan lupa like comment vote dan di favorite ya!...

__ADS_1


__ADS_2