Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
56.Tentang Mitha


__ADS_3

"Ndre ishh...Yang lepasin sakit" rengek Mitha karena Andrea mencekal tangan Mitha begitu kencang sambil menariknya.


Seketika Andrea menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Mitha yang sedang meniupi pergelangan tangannya yang sedikit memerah setelah Andrea lepaskan.


"Sorry" ucap Andrea kemudian menarik tangan Mitha dan menuip pergelangan tangan Mitha yang sedikit memerah, "Sorry aku gak maksud buat nyakitin kamu," sambungnya dengan nada menyesal.


"Iya ga papa, kamu megangnya kekencengan." sahut Mitha, "udah yuk pulang gerah pengen mandi" sambung Mitha sambil menarik tangannya yang masih ditiupi Andrea.


Mitha berjalan terlebih dahulu hingga sampai parkiran.


Sepanjang perjalanan tak ada yang membuka suara, keduanya bungkam asyik dengan pikirannya masing-masing.


Pov Andrea


Akh gue kenapa harus kasar gitu ma dia ampe tangannya memerah. Yang gue tahu, gue benci banget lihat mata itu saat menatap Mitha. Mitha hanya milik gue dari dulu hingga sampai kapanpun hanya milik gue.


Masih teringat saat pertama kali melihatnya, saat gue mulai masuk sekolah di SMP Negeri favorite di kota ini. Ada seorang gadis berponi yang berpipi Chuby dengan hidung mungil dan tubuh yang sedikit berisi sedang menatapku tanpa berkedip saat gue memasuki kelas bareng Aryana. Dan saat perkenalan gue tahu namanya Paramitha Putri, namun saat dia tersenyum di akhir perkenalan entah kenapa gue jadi teringat dengan boneka beruang pemberian terakhir kakek sebelum beliau wafat karena kejadian terkutuk itu. Boneka yang selalu gue peluk saat tidur ataupun saat teringat dengan kakek.


Mitha, teman sekelas memanggilnya begitu. Gadis yang ceria mudah bergaul dengan siapa saja tapi anaknya ngambekan. Apalagi saat anak-anak cowok menggodanya, dia akan marah dan cemberut tapi justru itu membuat dia semakin menggemaskan dimata gue dan yang lainnya hingga tiap hari gue pun mulai iseng ikut mengerjainya. Entahlah rasanya hati gue seneng melihat tiap perubahan ekspresinya dari dia marah cemberut hingga semenit kemudian tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya.


Tiga tahun gue sekelas dengannya, tiga tahun pula tanpa lelah gue isengin dia. Tiap ada cowok yang mendekatinya, rasanya gue gak rela dia dimiliki yang lain hingga gue ancam untuk tidak mendekati Mitha. Begitupun saat Aryana bilang menyukainya, hati kecil gue gak rela tapi gue gak mau kalau harus ribut sama Aryana yang sudah seperti sodara buat gue. Tapi untungnya Mitha tak menanggapi perasaan Aryana, akh betapa lega perasaan gue mendengarnya.


Namun ternyata gue kecolongan saat tahu Mitha jadian sama Damian. Marah campur kesal gue mendengarnya tapi gue gak tahu harus sama siapa gue lampiaskan kemarahan gue. Gue berusaha mendekati Mitha, berusaha ungakapin perasaan gue tapi sekalipun Mitha gak percaya karena menurutnya gue lagi isengin dia hingga gue panggil dia 'oon' karena gak peka dengan perasaan gue.


Pov Andrea end


Mobil sudah terparkir dihalaman rumah mama Erika namun Mitha masih terduduk ditempatnya tanpa adanya pergerakan sedikitpun. Hingga Andrea pun merasa aneh, "kenapa Mitha diam aja?" pikir Andrea


"Pantesan dari tadi diem, orangnya lagi molor," gumam Andrea


"Gue yang cape kho dia yang tidur" gumam Andrea tanpa berniat membangunkan, dia pun langsung menggendong Mitha.


Baru beberapa langkah Mitha dalam gendongan Andrea, mama Erika keluar rumah dengan papa Jae Sung.


"De, Mitha kenapa?" tanya mama Erika


"Tidur mah, mungkin kecapean." jawab Andrea, "papa kapan datang?" tanya Andrea kemudian


"Tadi siang boy, papa ingin peluk kamu tapi kamu sedang menggendong Mitha." ucap papa Jae


"Ade keatas dulu ya ma pa, berat" ucap Andrea kemudian segera menuju kamarnya dilantai atas.


"Ngebo banget kamu yang, kalo aku perkosa kira-kira bangun gak ya?" gumam Andrea pelan setelah membaringkan Mitha di tempat tidur, "tapi ngapain gue perkosa, kan dia istri gue. Makin penasaran aja gimana rasanya iya iya sama Mitha, kira-kira lebih memabukkan dari ciuman ga ya? makin ga sabar pengen cepet-cepet lulus biar gak penasaran lagi," Andrea terus bermonolog sambil menatap lekat Mitha yang tertidur pulas.


"Sudahlah mending mandi dulu, ntar pimen malah bangun gara-gara liatin Mitha tidur," lagi-lagi Andrea bermonolog lalu pergi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


***


Untuk kebanyakan orang mungkin saat pengambilan raport adalah saat-saat yang membahagiakan karena dapat menunjukkan prestasinya di depan kedua orang tuanya. Tapi tidak bagi Mitha, sedari dia duduk dibangku sekolah dasar hanya kakek Jo yang selalu datang setiap ada undangan dari sekolah. Padahal Mitha juga ingin seperti anak lain, kedua orang tuanya hadir disaat pengambilan raport. Bukan Mitha tidak mensyukuri dengan kasih sayang yang kakek Jo berikan padanya tapi jauh dari lubuk hatinya dia ingin sekali merasakan hangatnya keluarga yang utuh.


"Woy Tha ngelamun aja, dipanggilin juga dari tadi" seru Juliea menyamai langkah kaki Mitha


"Sorry Lea, gue gak denger" ucap Mitha lesu


"Jangan lesu-lesu, ntar kita ikutan jingkrak-jingkrak yuk depan panggung." sahut Juliea, "bintang tamunya TYPO band yang lagi naik daun itu lho" sambung Juliea


"Beneran?" tanya Mitha antusias, "yang ada babang Theo, Yoan, Peter, dan Orion yang imut-imut gemesin itu?" sambungnya dengan wajah sumringah


"Akh Lea, gue pengen salaman ma mereka sekalian foto juga," ucap Mitha dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Akh lo mah ketinggalan info Tha, ngapain aja kemaren-kemaren?"


"Gue sekolah, Uas, terus jadi panitia turnamen," jawab Mitha dengan polosnya dan Juliea hanya menepuk jidatnya.


"Aneh, nilai aja selalu tinggi tapi kadang konyol sama polosnya ga ketulungan," pikir Juliea


"Tha, Andrea kesini gak ntar?" tanya Juliea


"Kayaknya nggak deh, paling pas acara malam dia datang," jawab Mitha


"Bagus deh" ucap Juliea


"Ga papa, tanya doank." jawab Juliea kemudian mereka bergabung bersama teman sekelasnya yang sudah duduk rapi di kursi depan panggung.


Setelah raport dibagikan sebagian orang tua ada yang pulang dan ada juga yang melihat pementasan seni yang dipersembahkan para siswa untuk merayakan hari jadi sekolah.


Namun kakek Jo masih mengobrol dengan pak Bens selaku pemilik sekolah.


Sedang Mitha dan teman-temannya masih setia di depan panggung untuk menyaksikan persembahan para siswa dalam memeriahkan ulang tahun sekolah.


Ada yang menampilkan dance, menyanyi, baca puisi bahkan drama namun kelas Mitha diwakili oleh O2 band.


O2 band terlihat memasuki panggung saat namanya dipanggil oleh MC.


"Mari kita saksikan penampilan O2 band dari kelas XII IPA 1 yang akan membawakan lagu Dia dari Anji" seru MC yang disambut sorak sorai oleh penonton.


"Selamat siang teman-teman, lagu ini persembahan dari O2 band untuk kalian semua" seru Bams


Zyan mulai menyanyi dengan suara merdunya, matanya tak lepas terus memandang ke arah Mitha membuat Mitha jadi salah tingkah.


"Lea ternyata suara Zyan bagus banget ya, tapi kenapa dia terus ngelihatin gue lea," tanya Mitha pada Juliea yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Karena itu lagu emang buat lo tha" sahut Juliea dengan mata terus memandang kedepan.


Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu


Aku yang pernah terluka, kembali mengenal cinta


Hati ini kembali temukan senyum yang hilang


Semua itu karena dia


Oh Tuhan kucinta dia


Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuhkanlah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya, untuk dia


Jauh waktu berjalan kita lalui bersama


Betapa di setiap hari, kujatuh cinta padanya


Dicintai oleh dia kumerasa sempurna


Semua itu karena dia


Oh Tuhan kucinta dia


Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuhkanlah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya, untuk dia


Oh Tuhan kucinta dia


Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuhkanlah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya, untuk dia


Hanya padanya, untuk dia


...*****...

__ADS_1


...Happy reading...


...Jangan lupa like comment vote dan di favorite ya!...


__ADS_2