
Andrea yang melihat Mitha mematung diambang pintu langsung mendekatinya.
"Kenapa yang?" tanya Andrea, "Ga usah di dengerin omongan Gio" sambungnya sambil mengambil nampan di tangan Mitha.
" Eh nggak kho, aku malah makasih sama dia akhirnya aku tahu jawabannya" sahut Mitha dengan tersenyum manis.
"Nih minum kalian, gw tinggal bentar dulu ya!" ucap Andrea sambil menarik Mitha ke lantai atas menuju kamarnya.
Teman-temannya hanya cengo melihat Andrea membawa Mitha ke atas.
"Sudah lanjut lagi makannya" sahut Aryana
Dan mereka pun melanjutkan makan siangnya sambil bercerita kesana kemari.
Sementara Andrea dan Mitha sesampainya di kamar langsung duduk di sofa.
"Yang jelasin jawaban apa maksudnya tadi!" sahut Andrea
Sebelum menjawab Mitha menghela nafas dalam, sebenarnya dia tidak ingin menceritakan tentang Resha tapi rasanya percuma karena Andrea pasti akan mencari tahu sendiri.
"Aku jadi ngerti sekarang kenapa Resha seperti gak suka sama aku, ternyata dia menyimpan rasa sama kamu" jawab Mitha
"Itu hak dia kan yang suka sama siapa aja. Dan hak aku juga untuk tidak menanggapi perasaannya," sahut Andrea, "tapi aku minta kamu hati-hati yang sama dia." sambungnya.
"Kamu tenang aja, istrimu ini kan wonder women. Sekelas Resha mah lewat" sahut Mitha sambil menjentikkan jari kelingkingnya.
"Iya lewat ya yang, sampai pingsan kena lemparan bolanya," sahut Andrea terkekeh
"Ikh itu kan karena aku gak siap." sahut Mitha, "coba kalo aku lihat dia mau lemparin bola ke aku, pasti aku tangkap." sambungnya
"Mana ada orang yang mau celakain nunggu korbannya siap, pasti mereka nunggu korbannya lengah," sahut Andrea sambil mengusak rambut Mitha gemas. Dan Mitha hanya cengengesan.
"Aku mau mandi dulu ya gerah nih. Tapi pinjem baju ya!"
"Hmm"
Dan Mitha pun langsung bergegaa ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tidak sampai 15 menit Mitha sudah selesai dengan ritual mandi dan langsung mencari baju yang kira-kira bisa dipakai. Saat sedang asyik memilih dan memilah tak sengaja dia melihat baju yang sepertinya tidak asing buatnya.
"Ini kan bajuku yang dulu hilang pas tour ke jogja, kenapa bisa ada disini?" gumam Mitha pelan. Dia teringat saat dulu masih SMP kelas VII sekolahnya mengadakan tour ke jogja tapi baju yang bekas dipakenya malah hilang dan dia pikir kalau baju itu ketinggalan di toilet saat dia telah membersihkan diri.
"Kenapa bengong yang?" tanya Andrea yang masuk ke walk in kloset untuk ganti baju.
Mitha hanya menunjuk baju berwarna biru langit di depannya.
__ADS_1
"Owh itu punyamu, waktu itu aku iseng ngumpetin baju kamu malah kebawa pulang. Tiap mau kukasihin selalu kelupaan jadilah dia penunggu lemariku" terang Andrea panjang lebar sambil membuka kaos miliknya di depan Mitha.
"Yang ikh kamu mah ga ada malu-malunya buka baju depan aku," sungut Mitha saat Andrea melepaskan bajunya.
"Udah sering juga masih aja protes. Kenapa masih malu?" goda Andrea yang melihat semu merah di pipi Mitha.
Grep
Andrea langsung menarik tangan Mitha hingga Mitha terhuyung ke dada bidang Andrea.
"Gak usah malu yang, kamu harus terbiasa melihat aku tanpa baju" sahut Andrea dengan manaik turunkan alisnya.
"Ikh kamu mah mesummm" pekik Mitha sambil mendorong Andrea untuk keluar.
Hahahaha
Andrea malah tertawa ngakak melihat reaksi istrinya, "Gimana nanti kalo dia liat si pimen yang menantang, bisa teriak-teriak nih anak"(batin Andrea)
Tok tok tok
"Siapa sih gangguin aja" sungut Andrea kesal seraya dia menuju pintu kamar.
Ceklek! terlihat Aryana di depan pintu dengan tangan yang menggantung di udara hendak mengetuk pintu namun keburu dibuka sama Andrea.
"Anak-anak nungguin lo di taman belakang." sahut Aryana
"Ayo yang! anak-anak sudah nungguin" ajak Andrea.
"Kamu aja deh yang turun, aku mager mau rebahan aja." sahut Mitha yang malah mendudukkannya bokongnya di tepi tanjang.
"Gak bisa! pokoknya kamu harus ikut!" seru Andrea, "Emangnya kamu mau gitu suami tampannya dideketin pelakor" sambungnya
" Aku males jalannya Ndre," sahut Mitha dan Andrea langsung jongkok di depan Mitha
"Ayo naik!" seru Andrea
"Iya deh" sahut Mitha, kemudian dengan malas-malasan dia naik ke punggung Andrea.
Sesampainya ditaman belakang terlihat teman-temannya lagi pada memainkan. ikan ****** koleksi Andrea. Sementara Mitha malah tertidur di punggung Andrea.
"Ndre cewek lo tidur tuh" seru Tyo temannya Andrea
"Iya bro" sahut Andrea kemudian dia menurunkan Mitha di kursi malas
__ADS_1
"Udah sampai yang?" tanya Mitha yang terbangun dari tidurnya
"Hey bro udah sehat lo?" tanya Arjuna menghampiri Andrea dan Mitha disusul oleh Resha di belakangnya.
"Alhamdulillah obatnya tokcer jadi gw cepat sembuhnya," sahut Andrea, "iya ga yang?" sambung Andrea sambil mengedipkan sebelah matanya pada Mitha dan Mitha hanya tersenyum geli melihatnya.
Arjuna hanya memutar bola matanya malas sedang Resha menutup kekesalannya dengan tersenyum.
"Kamu baik-baik saja kan Ndre," tanya Resha sambil memegang tangan Andrea, seketika Andrea menghempaskan tangan Resha.
"Gw baik-baik aja karena selalu ada Mitha di samping gw," sahut Andrea
Cup
Sekilas Andrea mencium pipi Mitha di depan Arjuna dan Resha tanpa perduli dengan perasaan mereka. Sedang Mitha pipinya langsung merona
"Yang kamu kho kurusan, pipinya jadi gak seempuk kemaren," tanya Andrea
"Ck! lo mah pamer kemesraan. lagian cewek lo manja banget Ndre, udah tahu lo sakit malah minta gendong," sahut Arjuna
"Gak masalah bro, cewek gw manja pada tempatnya. Lagian gw juga suka." sahut Andrea
"Aku ke dapur dulu ya! haus.." ucap Mitha pada Andrea.
"Sekalian bikinin aku kopi ya!" sahut Andrea dan Mitha hanya mengacungkan jempolnya.
Mitha pun beranjak pergi menuju dapur untuk mengambil air minum membuatkan Andrea kopi.
Saat Mitha akan membawa kopi ke taman, tempat dimana Andrea dan teman-temannya berada.
Brukkk
Mitha terjatuh dengan kopi panas menyiram tangannya setelah langkah kakinya ada yang menjegalnya.
Andrea langsung berlari saat melihat Mitha terjatuh, tanpa banyak bicara Andrea langsung menggendong Mitha dan membawanya ke dalam untuk mengobati luka bakar yang ada di tangan Mitha.
"Yang maafin aku bikin kamu malu," ucap Mitha pelan, " tadi aku gak sengaja tiba-tiba kakiku tersandung saat keluar dari dapur" sambungnya lagi denga suara sedikit bergetar.
Andrea masih diam tak bersuara, dia terus mengobati luka bakar yang ada di tangan Mitha.
"Aku gak marah sama kamu yang, aku cuma ngerasa ga becus jagain kamu" ucap Andrea sendu
...*****...
__ADS_1
...Happy reading...
...Ditungu like comment gift vote dan favorite ya!...