
Terlihat salah satu pria dengan setelan jas hitam membukakan pintu mobil mewah berlogo kuda jengke yang berada ditengah-tengah.
"Silahkan tuan!" ucap pria bersetelan jas hitam kepada tuannya yang masih duduk dengan memejamkan matanya meski dia tidak tidur.
Sang Tuan hanya menghembuskan nafas kasar sebelum kemudian dia turun dari mobil.
Mama Erika sudah menunggu di teras rumah untuk menyambut kedatangan suaminya yang jarang sekali menemuinya karena kesibukan sang suami.
Saat terlihat seorang pria dewasa sekitar usia 45 tahun yang masih terlihat muda keluar dari mobil yang kedua, Mama Erika dengan tidak sabar menghampiri suami yang selalu dirindukannya. Seandainya hanya dia sendiri pemilik pria tampan yang ada di depannya, mungkin Mama Erika akan selalu bersama laki-laki yang selalu dicintainya tanpa harus berbagi dengan wanita lain.
Akan tetapi takdir berkata lain, karena Mama Erika harus ikhlas menjadi yang kedua meski dia sendiri tak menginginkannya. Seperti nasi yang sudah menjadi bubur karena Mama Erika baru mengetahui kalo dirinya menjadi istri kedua presdir JS grup, sebuah perusahaan raksasa di negeri ginseng setelah Andrea berumur 1 tahun, sehingga mau tidak mau dia berusaha mengikhlaskan takdir hidupnya sebagai istri kedua Tuan Lee Jae Sung.
"Sayang..." Sambut Mama Erika menghambur ke pelukan Tuan Lee Jae Sung, papa kandung Andrea kemudian mencium tangannya
"Kamu baik-baik disini sayang?" tanya Papa Jae Sung setelah sebelumnya mencium bibir Mama Erika sekilas.
"Tentu saja sayang," jawab Mama Erika
"Kamu sendiri?" tanya Papa Jae Sung sesampainya di dalam rumah setelah mengerlingkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.
"Iya sayang." jawab Mama Erika sambil menganggukkan kepalanya.
"Mereka dimana?" tanya Papa Jae Sung
Deg
Seketika jantung Mama Erika berdetak kencang dan kegugupan menyelimutinya.
"Ma ma maksudmu sayang?" tanya Mama Erika gugup.
"Dia pasti sudah tahu tanpa kuberitahupun", batin mama Erika
"Kau pasti tahu maksudku sayang," ucap Papa Jae Sung geram menahan kemarahannya.
"Mereka sudah pulang sebelum kau datang," sahut mama Erika
"Kau menyembunyikannya dariku," sahut Papa Jae Sung dengan menangkup dagu mama Erika, "Kenapa kau melakukannya?" sambung Papa Jae Sung dengan suara yang menggelegar
"Aku aku aku hanya ingin....."
Sebelum Mama Erika melanjutkan ucapannya, Papa Jae langsung membawanya masuk ke kamar kemudian menghempaskan Mama Erika ke atas ranjang dan menutup rapat pintu kamarnya.
"Kau ingin Andrea bahagia? saya juga sama!" seru papa Jae yang marah karena tidak diberi tahu tentang pernikahan putranya.
" Kau tahu Erika? Saya sangat mencintai kalian dan kebahagian kalian hal yang paling utama buat saya." Lagi-lagi pria tampan itu bicara dengan nada tinggi.
Dia marah, dia kecewa pada istri dan anaknya yang tidak mau memberitahukan tentang pernikahan putra bungsunya meskipun dia mempunyai putra dan putri dari istri pertamanya tapi dia lebih menyayangi putra bungsunya yang lahir dari wanita yang sangat dicintainya karena penikahan pertamanya adalah pernikahan bisnis.
"Maaf...maafkan aku...," ucap mama Erika yang tak kuasa membendung air matanya untuk tidak keluar.
__ADS_1
Sungguh Papa Jae tak kuasa melihat air mata yang keluar dari mata wanita yang sangat dicintainya. Seketika semua amarah itu meluruh, Papa Jae langsung membawa Mama Erika ke dalam dekapannnya.
"Jangan ulangi Erika, saya tidak ingin kehilangan moment penting dalam hidup Andrea," ucap Papa Jae dengan suara yang mulai melembut
"Aku takut kalo sampai papamu mengetahuinya, aku tidak ingin papamu sampai mengusik keluarga istri Andrea", ucap mama Erika dengan isakannya.
"Percaya pada saya! saya akan selalu menjaga kalian," ucap Papa Jae lembut yang dijawab anggukan oleh mama Erika kemudian dengan cepat Papa Jae mengecup kening Mama Erika turun ke mata hidung dan terakhir bibir yang selalu dirindukanya hingga berakhir dengan pelepasan yang sangat memabukkan keduanya.
*****
Sementara di lain tempat, Andrea sudah sampai di rumah Kakek Jo.
"Ndre boleh tidak Ibu pinjam Mitha dulu untuk semalam ini," ucap Bu Sinta, "karena besok Ibu kembali lagi ke Cirebon," sambungnya
"Boleh Bu tapi Aku mau nginep di sini juga, boleh kan Kek"sahut Andrea
Kakek hanya menghela nafas panjang mendengar permintaan cucu mantunya.
"Kalau Andrea nginep di sini, Aryana juga ikut nginep biar tetangga tidak ada yang curiga" sahut Kakek Jo
" Aku gak bisa Kek!" sahut Aryana, "Mamahku pasti nyariin gak pulang dari kemaren," sambungnya.
Tanpa bicara lagi Andrea langsung menghubungi Mama Winda
Tut tut tut
📱"Hallo tante, ini Andrea"
📲"Iya ada apa Ndre"
📱"Tante malam ini Yana nginep lagi di rumah aku ya!"
📲"Besok kalian kan sekolah"
📱"Pagi-pagi pulangnya tan, boleh ya?"
📲"Ya udah gak papa"
📱"Aku tutup ya tan, assalamu'alaikum"
📲"Wa'alaikumsalam"
klik
"Beres bro, Mama lo gak bakal nyariin," ucap Andrea dengan tersenyum lebar, sedang Aryana sedikit merengut pasalnya dia malas terut-terusan jadi obat nyamuk.
"Oke deh gue nginep tapi bobo bareng Mitha ya!" sahut Aryana manasin Andrea
"Lo mau masuk rumah sakit apa langsung kuburan?" tanya Andrea penuh dengan penekanan.
__ADS_1
"Elah santai bro canda doang juga!" sahut Aryana
Sedang Kakek Jo hanya geleng kepala karena dia sudah terbiasa dengan kelakuan dua sahabat cucunya.
"Kalian ini ada-ada saja!" sahut Bu Sinta, "Ya udah Ibu mau bersih-bersih dulu" sambungnya.
"Kalian kalau mau istirahat bisa ke kamar itu," tunjuk Kakek Jo pada kamar yang ada di dekat ruang tamu, "Kakek mau istirahat dulu," sambungnya.
"Iya Kek," Kompak Andrea dan Aryana
Selepas kepergian Bu Sinta dan Kakek Jo, Aryana langsung menuju kamar tamu ingin mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Sedangkan Andrea menuju teras mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya. Dia masih kepikiran terus dengan mama dan papanya.
"Ndre disini rupanya," ucap Mitha yang datang dengan membawa secangkir kopi untuk Andrea
"Sini yank!" panggil Andrea sambil menepuk kursi di sebelahnya.
"Kata ibu kamu mau nginep disini?" tanya Mitha sambil meletakkan kopi di meja teras.
"Iya kan istriku ada di sini dipinjam dulu sama ibu mertua,"sahut Andrea
"Hehehe....Ibu kangen sama aku, gak papa kan?"
"Iya gak papa, kakinya gimana masih kerasa sakit?" tanya Andrea kemudian menyandarkan kepala Mitha di bahunya
"Udah mendingan," jawab Mitha
Hening
Keduanya sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing menikmati kenyamanan yang mereka rasakan. Hingga datang seseorang yang membuyarkan suasana.
"Ck dasar pasangam baru jadi, gak di mana gak di mana ngbucin terooos..." Cerocos Aryana jengah
"Sirik aja lo!" sahut Andrea, "Makanya cari pacar sono," suruhnya
"Lah calon pacar gue nya lo embat, gimana coba," elak Aryana
"Kho bisa Ar?" tanya Mitha, "lagian kamu mah gak berubah udah nikah juga malah embat calon pacarnya Ar," ucap Mitha kesal
"Kamu salah paham yank ...." Belum selesai Andrea ngomong Mitha sudah memotongnya
"Salah paham gimana, kamu embat pacarnya Ar tapi kamu malah nikahin aku," sahut Mitha kesal. "Lagian kamu Ar kenapa gak ngomong dari kemaren sebelum aku nikah kalo Andrea embat pacar kamu" Aryana pun tak lepas dari omelan Mitha
"Karena calon pacar Ar itu kamu," sahut Andrea jengah sedang Aryana hanya cengar cengir.
...*****...
...Happy reading...
...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!...
__ADS_1