Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
31. Insecure


__ADS_3

Sesampainya disana, sudah banyak orang yang datang. Terlihat ada panggung kecil di depan sana yang sudah dihias dengan banyak balon dan pita warna warni tak lupa bunga hidup yang dirangkai indah menghiasi panggung dengan kue ulang tahun yang menjulang tinggi. Beberapa stand makanan di kanan kiri ruangan. kursi dan meja yang sudah tersusun rapi. Benar-benar bukan pesta ulang tahun yang biasa apalagi ini pertama kalinya Mitha menghadiri pesta yang begitu meriah.


"Yang kho aku gugup ya!" sahut Mitha dengan mengeratkan genggaman tangannya pada Andrea.


"Tenang kan ada aku, tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan" sahut Andrea yang kemudian diikuti Mitha.


Setelahnya mereka langsung menemui Felly untuk memberinya ucapan selamat


"Selamat ya dek, do'a terbaik untuk kamu" ucap Mitha saat menyalami Felly


"Makasih kak udah datang"


"Selamat ya dek, belajar berpikir dewasa jangan manja terus" sahut Andrea sambil mengusak rambut Felly pelan


"Makasih kak boy udah datang", boleh minta peluk?" sahut Felly senang karena baru kali ini Andrea mau datang dipesta keluarga Mahardika karena biasanya Andrea memberinya kado di hari berikutnya. Andrea pun memeluk Felly tanpa sungkan, dia lupa kalo Mitha tidak tahu hubungan persaudaraan diantara Andrea dan Felly.


Mitha yang melihat itu hanya diam dengan pertanyaan yang memenuhi pikirannya "kho Andrea bisa seakrab itu ya sama Felly. Apa mereka pernah pacaran?" monolog Mitha dalam hati.


Setelah melepaskan pelukannya Andrea dan Mitha pun beranjak dari sana dan bergabung bersama teman-teman Mitha yang sudah berkumpul di sudut ruangan.


"Wow Tha hari ini lo cantik banget pake baju itu," seru Doni yang melihat kedatangan Mitha untuk bergabung dengan meja mereka. Andrea hanya melototkan matanya mendengar Doni memuji istrinya.


"Yang cantik gw nya apa bajunya Don?" tanya Mitha


"Tentu saja bajunya. hahahaha..." Doni terbahak sendiri setelah mengatakan itu sedang Mitha hanya mencebikkan bibirnya.


"Yang kondisikan bibirnya" sahut Andrea


"Kamu beneran makin cantik kho Tha! aku jadi pangling" sahut Zyan yang sedari tadi tidak memalingkan pandangannya dari Mitha


"Udah yuk yang kita cari makan aja" sahut Andrea sambil menarik tangan Mitha agar pergi dari sana


Saat di tempat cupcake ternyata Juliea, Shiren dan Yenita sedang memilih cupcake yang akan jadi santapannya.

__ADS_1


Dorrr...Mitha mengagetkan Juliea yang sedang asyik memilih cupcake


"Eh copot copot" Juliea yang kaget malah latah hampir saja piring kecil tempat kuenya jatuh


Hahahaha....teman-temannya malah menertawakan


" Lo tuh dateng-dateng malah ngagetin" sungut Juliea kesal


"Maaf deh seksih" ucap Mitha


"Datang sendiri Tha, katanya mau sama Andrea" tanya Shiren


"Dia lagi ke toilet dulu" sahut Mitha sambil ikutan memilih cupcake


"Katanya mau ada Astro boy loh" sahut Yenita yang sedari tadi asyik makan cupcake


"Beneran Yen? wah bisa kencan sama babang eun woo" sahut Mitha antusias


"Sadar lo Tha! bawa gandengan juga" sahut Juliea dan Mitha hanya cengengesan.


"Irene Angelica maksud lo Shi" tanya Mitha


"Hmm..." jawab Shiren


"Dia kan mantannya Andrea yang dulu sering titip salam ma gw buat Andrea" gumam Mitha pelan


"Ngomong apa lo Tha?" tanya Juliea yang melihat Mitha komat kamit tapi dia tidak mendengar apa yang dibicarakan


"Nggak ada" jawab Mitha


"Eh Tha tuh Andrea ma siapa sampe pelukan segala" tanya Yenita yang melihat Andrea sedang pelukan meski sebentar dengan gadis cantik yang berwajah kebule-bulean.


"Mantannya mungkin" sahut Mitha asal, mungkin dia bisa berpura-pura baik-baik saja di depan orang lain tapi jauh di lubuk hatinya perih sangat perih melihat orang yang dicintainya yang sekarang bahkan jadi suaminya berpelukan dengan wanita lain.

__ADS_1


"Gak disamperin Tha" tanya Juliea yang hanya dijawab gelengan kepala oleh Mitha


"Yakin?" tanya Yenita


" Hmm.." Mitha terus saja memakan cupcake nya sambil melihat interaksi Andrea dan cewek yang tadi berpelukan dengannya.


" Seakrab itu mereka sampai Andrea terus tertawa sama cewek itu. Pantas aja dia terlihat bahagia sama cewek itu, gw aja yang cewek seneng banget lihat cewek secantik itu apalagi Andrea yang sering gonta ganti pacar pasti jiwa playernya lagi kambuh. Sabar Tha tapi tetep aja sekarang yang jadi istrinya itu kamu" monolog Mitha dalam hati sambil terus memakan cupcake yang ada di depannya dengan rakus hingga tak terasa sudah habis 5 cupcake.


Teman-temannya yang melihat itu malah bengong dengan kelakuan Mitha.


"Tha kalo cemburu gak usah dilampiasin ke cupcake mending labrak aja langsung" sahut Juliea, " ayo gw temenin kalo lo ga berani sendiri" sambungnya.


"Gw ga cemburu tapi gw lapar" elak Mitha yang membuat sahabatnya menahan tawa


"Mungkir aja teroos" sahut Shiren


"Eh bukannya itu Irene ya? kho cowok lo kaya yang akrab gitu Tha? eh pake cium pipi Andrea lagi" sahut Juliea, "gw gak tahan Tha! ayok kita samperin" sambungnya sambil menarik tangan Mitha tapi saat sekitar tinggal satu meter lagi tak sengaja mereka mendengar ucapan Andrea yang membuat Mitha diam membeku.


"Lo tambah ganteng aja Ndre, gw jadi makin suka." sahut Irene, "gw mau jadi pacar lo " sambungnya.


"Emang lo mau gw jadiin yang ke berapa?" tanya Andrea pada irene dengan sedikit kekehan


Mitha yang mendengar itu langsung mundur perlahan lalu berjalan dengan cepat membelah kerumunan tanpa tahu tujuan. Sesampainya di luar lobby Mitha mencoba menghubungi ojek online tapi pesanannya selalu ditolak hingga akhirnya dia memutuskan untuk berjalan kaki sampai halte bis. Mitha terus menahan air matanya agar tidak keluar karena pantang baginya menangis dihadapan orang lain apalagi ini dihadapan orang banyak. Selama ini setiap kali dia bersedih dan ingin menangis karena merindukan ayah dan ibunya ataupun ada yang menyakitinya, Mitha pasti selalu mengurung diri dikamarnya.


Saat sedang berjalan menuju halte, dilihatnya taman yang sepi pengunjung dengan cahaya remang karena hari sudah malam dan Mitha pun membelokkan langkah kakinya menuju taman karena dia merasa tidak kuat menahan air matanya yang terus memaksa ingin keluar.


" Harusnya aku sadar diri dari awal, siapalah aku yang tak sepadan denganmu Ndre. Aku aku aku hanya itik buruk rupa yang berharap jadi angsa untuk bisa bersanding dengan seorang pangeran. hiks hiks hiks...." Mitha terus bermonolog dalam hati dengan air mata yang terus mengalir. sakit hatinya sungguh sakit dan kepercayaan dirinya seketika lenyap.


" Kamu berhak mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dariku, bukan aku yang tak punya apa-apa. gw bodoh gw jelek gw miskin gw gw gw ga pantas buat lo. hiks hiks hiks...."


"Lepasin tangisan lo ga usah ditahan, menangislah sepuas hati lo malam ini tapi besok lo ga boleh nangis lagi" sahut seseorang sambil menyerahkan sapu tangannya.


...*****...

__ADS_1


...Happy reading...


Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!


__ADS_2