Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
39. Kho aku takut


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Andrea langsung masuk ruang ugd sementara Mitha dan bi Sumi menunggu diluar. Terdengar desas desus perawat yang sedang bergosip ria


" Bukannya itu pasien yang semalem korban kecelakaan ya!" kata perawat 1


" Iya kata Nuri dia maksa pulang pas dini hari" kata perawat 2


Deg


Seketika jantung Mitha serasa berhenti berdetak mendengar sekilas pembicaraan perawat yang lewat di depannya.


"Kecelakaan? apa mungkin mobil yang nabrak pohon itu? tapi bagaimana mungkin bukannya Andrea hanya punya mobil jazz yang selalu dia pake kemana-mana? trus tadi dokter bilang dia dokter pribadi tuan muda? apa yang dimaksud tuan muda itu Andrea?aku pikir aku yang paling banyak tahu soal Andrea tapi ternyata aku gak tahu apa-apa" Mitha terus bergelut dengan pikiran hingga bi Sumi memanggil pun dia tidak menghiraukannya.


" Neng neng Mitha" Mitha hanya terdiam saat bi Sumi memanggilnya


" Neng neng Mitha ayo ke ruangan den Andrea tadi sudah dipindahkan" sahut bi Sum sambil menepul pundak Mitha.


" Astagfirullah al'adzim" ucap Mitha yang terkaget karena tepukan bi Sumi


"Neng Mitha jangan melamun terus, den Andrea pasti baik-baik saja. Ayo kita ke ruangannya, tadi sudah dipindahkan" ucap bi Sumi


" Ayo bi" Mitha pun bangkit dari duduknya dan mengekor di belakang bi Sumi.


Saat akan masuk ke ruangan Andrea, terlihat tante Winda mamanya Aryana baru keluar dari ruangan sebelah.


" Tante disini juga" sapa Mitha sambil menyalim tangan tante Winda


" Eh iya Tha, Andrea mau diajak kesini?" tanya tante Winda


" Iya tan, apa Ar juga dirawat tan?" tanya Mitha


"Iya tadi pagi dia dibawa lagi kesini, dasar anak bandel dini hari malah pada maksa buat pulang padahal baru mengalami kecelakaan." ucap tante Winda


" Maksud tante kecelakaan? apa mobil yang nabrak pohon itu tan" tanya Mitha memastikan


"Iya, padahal itu mobil jarang dipake. giliran dipake malah dibikin ringsek" sahut tante Winda.


" Gitu ya tan, sayang banget Ar beli mobil hanya dibikin ringsek" sahut Mitha yang masih bingung dengan keadaan dan tante Winda hanya terkekeh mendengar ucapan Mitha


"Itu bukan mobil Yana Tha, itu punya Ndre. Mana ada uang tante buat beli mobil semahal itu" sahut tante Winda yang masih dengan kekehannya. Dia merasa lucu karena dikira putranya pemilik super car itu. Meskipun memang dia memiliki uang sebanyak itu lebih baik dia investasi ke property.


Mitha hanya terbengong mendengar penuturan tante Winda.


"Sekaya itukah Andrea? kho aku jadi takut kaya di film-film ya" gumam Mitha pelan sambil bergidik ngeri

__ADS_1


"Ya udah Tha tante mau ke kantin dulu" ucap tante Winda membuyarkan lamunan Mitha.


"Iya tan, aku juga mau ke dalam dulu liat keadaan Andrea" ucap Mitha kemudian mereka pun berpisah dengan tujuan yang berbeda.


Ceklek! Andrea yang sedang terbaring di brangkar langsung menolehkan kepalanya melihat siapa yang datang.


"Darimana aja kho lama" tanya Andrea yang sedikit cemberut


"Tadi ketemu tante Winda di depan, jadi ngobrol sebentar" jawab Mitha yang sudah duduk di kursi dekat ranjang Andrea.


"Sebentar kata kamu tapi lama banget buat aku" Andrea mulai merajuk hingga membuat Mitha menjadi gemas melihatnya.


"Iya deh maaf sayangnya aku" sahut Mitha dengan terkekeh


"Kamu gak tulus minta maafnya, sini aku ajarin!" sahut Andrea


" Ntar aja yang diajarinnya, sekarang kan kamu lagi sakit"


"Beneran? Kalo aku udah sembuh nanti aku tagih semua hutang kamu."


" Ishh....perhitungan banget sama istri sendiri" cebik Mitha


Bi Sum yang melihat interaksi mereka hanya geleng-geleng kepala teringat dengan masa mudanya puluhan tahun yang lalu.


" Mama papa" sapa Mitha sambil menyalim tangan mama Erika dan papa Jae kemudian dia memberi tempat pada mama Erika


" Sayang kenapa bisa begini" ucap mama Erika sambil menangkup wajah Andrea dengan tangannya kemudian diciumnya kening Andrea mata hidung dan kedua pipinya.


" Mama jangan begini malu, aku tuh udah besar mah" ucap Andrea protes yang selalu diperlakukan seperti saat dia kecil


"Mama tuh khawatir sama kamu, katanya gak ada makanan yang bisa masuk karena selalu kamu muntahkan"


"Udah mendingan kho mah"


"Anak hebat papa cepat sehat ya boy" ucap papa Jae sambil mengusak kepala Andrea


"Papa aku tuh udah nikah" protes Andrea karena papanya malah ikut-ikutan mamanya yang memperlakukannya seperti anak kecil


" Meskipun udah nikah ataupun punya anak sekalipun tapi tetep buat mama kamu jagoan kecil mama" ucap mama Erika


" Betul boy apa yang mama katakan, sayang dan cinta kami tidak akan berubah meski banyak perubahan pada jagoan mama dan papa." ucap papa Jae tulus


Seketika Andrea menghambur ke pelukan mamanya dan papa Jae pun tak ingin ketinggalan untuk ikut memeluk istri dan putranya. Haru dan bahagia bercampur jadi satu, meski musibah sedang menimpanya biarlah kekuatan cinta yang akan mengikis rasa sakitnya.

__ADS_1


Tes tak terasa air mata itu menetes hingga dengan segera Mitha menghapusnya.


" Menantu papa kemarilah!" ajak papa Jae yang tak sengaja tadi ujung matanya melihat Mitha mengusap air mata di pipinya.


Mitha dengan ragu melangkah mendekati papa Jae. Setelah sampai di depannya, papa Jae langsung merangkul pundak Mitha


" Tolong jaga putra papa ya! papa yakin kamu bisa membahagiakannya" ucap papa Jae pada Mitha, "jangan sungkan minta apapun pada papa karena kamu juga putri papa" lanjutnya


"Makasih Pah!" ucap Mitha tulus


*****


Hari pun terus berlalu tak terasa sudah tiga hari lamanya Andrea menginap di hotel palang merah, keadaannya sudah semakin membaik. Setelah melakukan pemeriksaan intensive, dokter mengatakan semuanya dalam keadaan baik begitupun dengan Aryana tinggal masa pemulihan.


Setiap hari mereka saling berkunjung untuk menghilangkan kejenuhan selama disana apalagi saat Mitha sekolah terasa sekali jenuhnya


"Skak" ucap Aryana memimpin permainan


Andrea pun tidak mau kalah hingga dia mengeluarkan semua kemampuannya.


"Nih makan anak buah gw" ucap Andrea yang menghalangi raja dengan anak biar posisi aman. Permainn pun semakin seru dengan saling memakan dan menjatuhkan.


" Skak Setter" ucap Andrea yang membuat biduk raja tidak bisa berpindah kemanapun dan permainan catur dimenangkan oleh Andrea. Dengan senang Andrea mulai mencoret muka Aryana


Hahahaha


Andrea tertawa puas melihat muka Aryana sudah coreng moreng karena ulahnya.


"Sialan lo Ndre muka ganteng gw jadi kayak badut gini." sungut Aryana kesal


"Maafkan adik iparmu kakak" ucap Andrea dengan nada dimanja-manjain


"Njir sejak kapan lo nikah sama adek gw" sahut Aryana


" Kata lo Mitha lo anggap adik, awas aja kalo masih ngarepin dia"


"Tiap hari lo ngingetin mulu, takut banget lo kalo gw rebut"


Ceklek! terlihat seseorang yang dinantikan menyembulkan kepalanya.


...*****...


...Happy reading...

__ADS_1


Ditunggu like comment vote gift dan favorite


__ADS_2