
Tak lama setelah pesanan terhidang, Andrea datang dengan tergesa. Kemudian dia memesan lagi makanan untuk dibawa pulang.
"Yang kho pesen lagi, ini kan udah banyak." ucap Mitha heran
"Oh itu buat Yana sama Dewa, kasian.mereka belum sempat makan siang" sahut Andrea, "ayo yang aku laper" sambungnya.
Andrea dan Mitha pun makan dengan lahap, dengan sesekali mereka saling menyuapi dan menyicip makanan yang ada di piring masing-masing.
"Yang kebanyakan ikh nasinya," ucap Mitha saat Andrea akan menyuapinya.
"Ga papa biar kamu montokan dikit yang," ucap Andrea sambil menyuapi Mitha
"Yang nanti aku gak jadi ikut nonton ya, kasian Yana dan Dewa keteteran jaga counter." ucap Andrea setelah mereka selesai makan.
"Ya udah kalo kamu sibuk mah ga papa gak ikut juga," sahut Mitha
"Baik bu bos" sahut Andrea, "nanti pulangnya mampir ke counter dulu ya!" sambungnya.
"Siaplah kalo mau ditraktir hp apel kegigit mah," sahut Mitha
"Beres tinggal pilih aja yang," sahut Andrea, "nanti bayarnya di rumah," sambungnya sambil mengerlingkan matanya.
"Udah yuk, tinggal 5 menit lagi film nya mulai," ajak Yenita
***
Selesai menonton film, Mitha tidak langsung menemui Andrea tetapi ikut Juliea dan yang lain ke salon langganan Juliea dan mamanya.
"Wah beda banget lo Tha di touch up dikit juga," ucap Juliea memuji penampilan Mitha setelah ikut perawatan seperti Juliea dan yang lainnya.
"Kalian yang makin glow aja," sahut Mitha
"Cepetan yuk! Akas nungguin di AP cell udah satu jam katanya," sahut Juliea panik setelah membaca pesan dari Akas.
" Wah ada yang bening-bening mau beli hp bos," sahut Toni karyawan AP cell pada Aryana. Seketika Aryana menghentikan kegiatannya dan langsung melihat apa yang dimaksud Toni. Tanpa diminta bibirnya terangkat membentuk senyuman yang manis membuat kaum hawa yang melihatnya terpesona.
"Mas senyumnya menggetarkan hatiku lho," gombal pelanggan yang sedang dilayani Aryana yang memang dua orang gadis yang dilihat dari penampilannya yang satu seperti gadis barbar dan yang satunya gadis yang kalem. Seketika Aryana tersenyum kecut mendengar gombalan pelanggannya.
"Ayo neng-neng cantik mau pilih hp jenis apa?" tanya Toni segera menghampiri Mitha dan temannya.
"Boleh ngutang gak bang?" tanya Mitha, "soalnya aku gak punya uang tapi mau ganti hp," sambungnya dengan muka melas.
__ADS_1
"Cantik-cantik hobinya kho ngutang,"(batin Toni)
"Bisa kalo pake kartu kredit," sahut Toni
"Hehehehe...aku gak punya kartu kredit," sahut Mitha sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sini Tha masuk aja," ajak Aryana pada Mitha setelah dia selesai melayani pelanggannya, "Sekalian temannya juga diajak," sambungnya.
"Siap bang," sahut Mitha sambil mendekat ke arah Aryana
"Ar lihat Akas? katanya dia nunggu disini." ucap Juliea pada Aryana
"Oh itu lagi didalem sama Andrea," sahut Aryana
"Bos gadis itu katanya mau ngutang tapi gak punya kartu kredit, boleh gak bos?" bisik Toni pada Aryana sambil menunjuk Mitha dengan dagunya.
"Kasih aja Ton, suruh pilih model yang paling mahal tapi jangan kasih tahu harganya sama dia," sahut Aryana, "biarin aja Mitha pilih hp yang mahal lagian ini counter punya suaminya,"(batin Aryana)
"Yakin bos! ntar dia bayarnya gimana?" sahut Toni
"Kamu tinggal bilang Andrea saja kalo dia ngutang tapi gak bisa bayar, biar dia yang nagih." sahut Aryana dan Toni hanya manggut-manggut tanda mengerti.
"Sini neng, ini hp keluaran terbaru semua. Silahkan dipilih, kata bos Ar boleh ngutang." ucap Toni
"Tha, emang beneran mau beli hp?" bisik Shiren.
"Ya enggaklah, mana ada duit Shi." sahut Mitha pelan.
"Trus tadi ngapain bilang mau ngutang," tanya Shiren
"Cuma basa basi, masa kesini kita gak ada tujuan." sahut Mitha pelan.
Terlihat Akas dan Andrea keluar dari ruangan yang ada di bagian dalam counter karena tadi Juliea mengirim pesan pada Akas kalo sudah sampai di counter.
"Mau pilih dulu gak ay?" tawar Akas pada Juliea.
"Gak akh, baru bulan kemarin ganti." jawab Juliea
"Mau langsung pulang apa main dulu disini?" tanya Akas
"Langsung pulang aja, udah cape nih" keluh Juliea dan mereka pun berpamitan pulang duluan. Sedangkan Mitha masih harus menunggu sampai Andrea selesai dengan kerjaannya.
__ADS_1
"Udah nemu belum yang," tanya Andrea yang melihat Mitha terus melihat-melihat hp keluaran terbaru.
"Nemu apaan?" sahut Mitha yang gak konek dengan pertanyaan Andrea.
"Ck! katanya mau ngutang hp disini, ambil aja yang mana yang suka." sahut Andrea yang tadi diberi tahu oleh Toni, "bayarnya bisa nyicil tiap malam ma aku" sambung Andrea dengan berbisik pada Mitha.
"Awww, genit kamu yang." pekik Andrea yang mendapat cubitan diperutnya.
"Gak jadi aku ngutangnya, lagian tadi cuma basa basi doank" ketus Mitha
"Padahal beneran juga ga papa." ucap Andrea, "Ya udah yuk masuk kedalam, aku mau lanjut lagi kerjaannya." sambung Andrea mengajak Mitha untuk ke ruangan yang tadi dia bersama Akas.
"Yang kalo cape tiduran aja disana" ucap Andrea menunjuk pada sebuah ruangan berukuran 3 x 3 meter tempatnya istirhat kalau merasa lelah.
Mitha pun masuk ke dalam ruangan yang hanya ada sebuah springbed uk 150x200 dan lemari baju namun tampak nyaman untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah.
Sambil menunggu Andrea menyelesaikan pekerjaannya, Mitha berselancar di benda pipih miliknya, penasaran dengan yang sedang viral di grup sekolah hingga tanpa terasa dia terlelap dengan tangan yang masih memegang handphone.
"Udah jam delapan aja, mending pulang dulu kasian Mitha," gumam Andrea sambil membereskan laptop dan laporan yang berserakan di meja.
"Pulas banget nih kelihatannya, coba aku kerjain," gumam Andrea sambil menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah Mitha.
Andrea pun mulai menempelkan benda kenyal yang menjadi candunya. Masih tidak ada reaksi dari Mitha kemudian dia langsung menyesapnya lama hingga ********** dan membuat hasratnya semakin membuncah. Tangan nakalnya mulai bergerilya memainkan sequisy kembar Mitha dan Mitha hanya melenguh dengan mata yang masih terpejam. Tidak puas karena terhalang baju, Andrea mulai membuka satu persatu kancing seragam Mitha dan menelusupkan tangannya ke dalam kacamata hitam si kembar. Seketika Andrea menghentikan pagutannya saat tangannya merasakan betapa padat dan berisinya si kembar yang baru terjamah oleh tangan nakalnya.
Awwww
Mitha seketika berteriak saat tak sengaja tangan nakal Andrea memijit tombol di tengah sequisy Mitha. Dengan segera Mitha terduduk dengan kedua tangan menyilang di depan dadanya.
"Kamu mau ngapain? kamu mau perkosa aku ya!" seru Mitha dengan wajah ketakutan.
"Tenang yang, aku cuma mau ambil cicak yang tadi masuk ke baju kamu" sahut Andrea membohongi Mitha
"Apa? cicak?" pekik Mitha langsung berdiri dan melompat-lompat di kasur.
Bwhahahaha
Andrea pun langsung tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan istrinya yang mudah sekali dia bohongin.
...*****...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!...