Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
40. Pulang


__ADS_3

"Hai para lelaki jagoanku!" ucap Mitha seraya dia masuk ke ruang perawatan Andrea.


" Yang!" seru Andrea yang tidak suka dengan kata para lelaki yang diucapkan Mitha. Sementara Aryana tersenyum senang


"Kenapa?" tanya Mitha dengan mengernyitkan dahinya karena dia bingung kenapa Andrea tidak suka dengan panggilannya.


"Diulang lagi kata-katanya" sahut Andrea ketus


" Kata-kata yang mana?" Mitha semakin bingung dengan maksud Andrea


" Jangan pake kata 'para' karena lelakimu cuma AKU dan hanya AKU gak pake bantahan no debat titik gak pake koma" ucap Andrea pake penekanan yang membuat Aryana jengah mendengarnya sedangkan Mitha tersenyum lucu dengan ucapan Andrea.


"Ck! lebay banget lo Ndre. Gw bingung sama lo dulu aja lo iseng banget sama Mitha, sekarang bucinnya gak ketulungan" sahut Aryana dengan memutar bola matanya jengah dengan kelakuan sahabatnya.


"Gw tuh..."


"Udahlah jangan ribut ya lelaki jagoan kesayangku" ucap Mitha memotong ucapan Andrea, " dan lelaki jagoan pelindungku" sambung Mitha setelah menjeda dulu ucapannya.


Senyum Andrea yang tadinya mengembang langsung surut seketika dan Aryana hanya menahan tawanya melihat ekspresi sahabatnya


"Yang kamu mah gitu, udah aku...."


"Tahan dulu sayang marahnya, mending kita makan dulu biar ada tenaga buat main domino." sahut Mitha memotong ucapan Andrea yang akan protes, " biar muka bang Ar tambah ancur" sambungnya dengan cekikikan membayangkan seperti apa muka Aryana yang dipenuhi oleh coretan spidol.


"Tega kamu Tha" sungut Aryana dan Andrea hanya tersenyum senang melihatnya. Sahabat macam apa coba yang senang melihat penderitaan sahabatnya sendiri.


Mitha langsung menyiapkan makanan yang dibawanya. Meski belum bisa makan banyak tapi Andrea sangat senang karena Mitha selalu menyuapinya saat dia makan.


Selesai makan, mereka bertiga pun main domino sesuai apa yang direncanakan.


" Stop! kartuku udah abis" seru Mitha dan kedua sahabatnya itu langsung menghentikan permainan dan benar saja kartu Mitha sudah habis ditangannya.


"Ck! padahal kartuku tinggal satu" keluh Andrea


" Tenang bro! kita bakal dapat tanda cinta dari Mitha." sahut Aryana sambil menepuk pundak Andrea dan Andrea hanya melototkan matanya.


Mitha langsung membuat emoticon di muka Aryana sedang di muka Andrea dia membuat bentuk bibir dengan Spidol merah.


Permainan pun terus berlangsung, dari ketiganya Aryana yang paling banyak mendapat tanda kekalahannya sedang Andrea hanya sesekali dia kalah. Kini muka ketiganya sudah banyak coretan.


Muka Andrea penuh dengan bentuk bibir 👄dari Mitha dan 🙄 dari Aryana, sedang Mitha penuh dengan bentuk ❤ dan 👄dari Andrea sedang ⭐dari Aryana dan Aryana sendiri penuh dengan emoticon berbagai gaya karena dalam permainan mereka yang menang boleh mencoret muka temannya yang kalah.


Ceklek! dokter Reyhan dan perawat datang untuk memeriksa keadaan pasien.

__ADS_1


"Wah sepertinya kalian habis bersenang-senang" ucap dr. Reyhan sambil menahan tawanya melihat ketiga anak remaja itu mukanya penuh dengan gambar-gambar coretan.


" Sudah saya duga Aryana, pasti kamu ada di kamar ini" sambungnya dan Aryana hanya cengengesan.


" Bosan di kamar sendirian, mending main disini lebih seru. Kalo berdua lebih baik ngapain sendiri dok" sahut Aryana yang sengaja sedikit menyindir kakaknya yang sampai sekarang belum menikah.


"Bener banget Yan, berdua itu lebih baik." ucap Andrea sambil merangkul pundak Mitha, " seperti kita ya yang" sambungnya.


Cup! Andrea langsung mencium pipi Mitha sekilas membuat orang disekitar melongo sedangkan Mitha jangan ditanya lagi pipinya sudah seperti kepiting rebus.


"Ck! kamu tuh pacaran tidak tahu tempat Ndre" ucap dr. Reyhan yang menghilangkan keformalannya karena jengah dengan kelakuan pasien sekaligus tuan mudanya.


Andrea hanya tertawa menanggapinya.


"Ngiri bilang bos, makanya cari pasangan jangan jadi jones terus" seru Andrea


"Sudah! saya kesini untuk memeriksa kalian. Pada mau pulang gak?" sahut dr. Reyhan


" Tentu saja" jawab Andrea dan Aryana kompak


"Ok! sekarang bersihkan muka kalian setelah itu baru saya periksa." ucap dr. Reyhan


Dan akhirnya ketiga remaja itu pun berebut kamar mandi untuk membersihkan mukanya sedang dr. Reyhan hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


" Padahal kita udah baik-baik aja. Bosan tahu kak disini terus" rengek Aryana pada kakak sulungnya.


"Maaf dek siapa kakak anda, saya disini dokter yang menangani kalian berdu'a" ucap dr. Reyhan mengerjai adiknya


"Dasar dokter jones gw aduin sama mama kalo kakak gak ngakuin adiknya" sungut Aryana sebal


"Jadi pak dokter kakaknya bang Ar? kho gantengan kakaknya ya!" ucap Mitha yang sedari tadi hanya memperhatikan.


" Yang"


" Tha"


Andrea dan Aryana kompak teriak gak terima dengan ucapan Mitha sedang dr.Reyhan sudah tersenyum senang.


" Iya gantengan dikit tapi banyakan bang Ar dan yang paling ganteng tentu saja jagoan kesayanganku Andrea" ucap Mitha cekikikan geli melihat ekspresi ketiga cowok ganteng di depannya sedangkan mbak perawat hanya tersenyum.


*****


Dihari kelima Andrea dan Aryana kondisinya sudah benar-benar pulih sehingga sudah diperbolehkan pulang tapi Andrea tidak pulang ke apart melainkan ke rumah mama Erika atas permintaan mama Erika dan papa Jae.

__ADS_1


Ting


Terlihat ada pesan masuk di handphone Mitha


Ndre_cyank : [ yang aku udah di rumah mama, nanti langsung pulang kesini aja!]


Tha_imoet : [ Iya! istirahat aja dulu, lagi ada guru nih]


Mitha membalas pesan dari Andrea diam-diam karena di depan guru sedang menerangkan materi pelajaran.


Bel istirahat pun berbunyi dan banyak murid yang berhambur keluar setelah guru pengajar meninggalkan kelas.


" Tha mo ikut gak?" tanya Shiren


" Kemana dan mo ngapain" tanya Mitha


"Ke IPS 1 mau ketemu Gusti" sahut Shiren


" Ya udah yuk!" sahut Mitha dan mereka berempat pun segera menuju ke kelasnya Gusti.


Sesampainya disana terlihat Gusti sedang duduk sendiri sambil memainkan benda pipih canggih miliknya karena kelas terlihat kosong.


Shiren langsung menuju ke meja Gusti sementara Mitha Juliea dan Yenita menunggu di depan pintu seperti security yang sedang berjaga.


" Kalo kamu merindukanku kenapa terus menghindar?" tanya Shiren yang melihat Gusti sedang melihat foto-foto kebersamaan mereka.


"Shi kho ada disini? sejak kapan?" tanya gusti gugup.


" Kenapa? mau pergi lagi? mau sampai kapan kamu terus menghindar?" tanya Shiren bertubi-tubi.


" Bukan gitu maksudku Shi" sahut Gusti


" Lalu maksud lo posisi gw dihati lo udah digantikan Deasy gitu?" Shiren mulai meledak emosinya setelah sekian lama ini dia menahannya.


"Gw pikir lo akan jadi cinta pertama dan terakhir gw tapi ternyata gw salah" seru Shiren dengan sesekali menghapus air matanya, " gw terlalu naif berpikir hubungan kita yang udah tiga tahun itu berarti buat lo tapi kenyataannya lo lebih milik cewek gatel itu." sambung Shiren


" Gak gitu maksud aku Shi" Gusti terus mencoba untuk menjelaskan


"Sedang apa kalian disini" terdengar ada seorang cewek yang menanyakam keberadaan Mitha Juliea dan Yenita yangs sedang berdiri di ambang pintu.


...*****...


...Happy reading...

__ADS_1


...Ditunggu like comment vote rate gift dan favorite ya!?...


__ADS_2