
Terlihat Mitha yang sedang duduk sambil menonton televisi dengan Andrea tiduran dipangkuannya. Sebenarnya Mitha merasa tidak enak tinggal di apartement Kejora apalagi tuan rumahnya sedang tidak ada di rumah tapi Andrea dengan cueknya menyuruh Mitha untuk senyaman mungkin tinggal disitu.
Ceklek! terlihat Kejora masuk ke apartement dengan seorang laki-laki sambil membawa tentengan makanan.
"Waduh tamuku nyaman banget rupanya tiduran dibantal hidup" ucap Kejora saat melihat Andrea tiduran di paha Mitha.
"Berisik lo kak, gue udah seminggu lebih ga bisa tidur" sahut Andrea malah semakin menelusupkan kepalanya ke perut Mitha membuat Mitha semakin merona malu.
Serba salah itulah yang Mitha rasakan saat ini hingga akhirnya dia hanya bisa mengulas senyum canggung.
"Gak usah malu Tha biasa aja" kata Kejora, "oh iya kenalin Tha ini sepupu aku juga Zidan" sambungnya memperkenalkan laki-laki yang bersamanya.
"Mitha kak" ucap Mitha dengan menganggukkan kepalanya.
"Udah tahu" jawab Zidan ketus hingga langsung mendapat senggolan sikut diperutnya dari Kejora.
"Boy mau makan sekarang gak? nih soto betawinya udah dibeliin." sahut Kejora sambil membereskan tentengannya di meja makan.
Andrea yang sedang tidur ayam pun langsung bangun dan menarik Mitha menuju meja makan, "ayo yang kita makan dulu"
Setelah menghabiskan makannya, Andrea dan Mitha pamit mau ke kontrakan mbak Tiwi untuk mengambil barang-barang Mitha karena besok Andrea mengajak pulang ke rumah.
***
Hari telah berganti kini Andrea dan Mitha sudah berada di rumah mama Erika, begitupun mama Erika yang sudah kembali ke tanah air bersama papa Jae Sung karena semenjak mama Erika dinyatakan hamil, papa Jae Sung selalu menempeli mama Erika kemanapun mama Erika pergi.
Seperti siang ini, terlihat dua pasangan beda generasi sedang menikmati rujak buah di gazebo taman belakang rumah mama Erika.
"Tha cobain ini! enak banget," ucap mama Erika sambil menyuapkan seiris mangga muda pada Mitha.
Mitha dengan meringis memakan mangga yang disuapi oleh mama Erika.
"Kenapa yang sakit perut ya?" tanya Andrea yang melihat Mitha meringis.
"Nggak kho cuma asem banget ya mah mangganya" sahut Mitha.
"Nggak kho Tha, ini enak banget loh seger. Cobain De" sahut mama Erika sambil menyuapi Andrea mangga muda
"Iya beneran yang ini enak banget, kamu mau lagi gak?" tanya Andrea pada Mitha dan Mitha hanya menggelengkan kepala.
Papa Jae Sung yang melihat anak istrinya memakan mangga muda dengan nikmatnya pun jadi tergiur ingin mencobanya. Namun saat baru satu gigitan, dia langsung memuntahkannya karena tidak kuat dengan rasanya yang sangat asam.
"Tumbenan Andrea suka mangga muda. apa dia ngidam? tapi kan yang hamil mama Erika"(batin Mitha)
Mitha dan papa Jae Sung hanya jadi penonton Andrea dan mama Erika menghabiskan mangga muda yang kata mereka enak.
"Pantesan di dalam sepi, ternyata pada disini" ucap Aryana yang baru saja datang.
"Sini Ar makan mangga muda" sahut Andrea yang masih menikmati mangganya.
__ADS_1
"Asem gitu lu makan Ndre, emang lu lagi ngidam?" tanya Aryana
"Mana bisa dia ngidam Yan, emang Mitha lagi hamil?" sahut mama Erika
Deg
Hamil? pikir Andrea dan Mitha
"Mah ayo periksa Mitha siapa tahu hamil" ucap Andrea antusias membuat semua orang melongo
"Suruh Tini beli testpask aja De, biar nanti Mitha cek urine" ucap mama Erika
"Ogah ngomong sama dia mah, suka kecentilan." cebik Andrea
"Jangan gitu sayang, meski kita tidak suka dengan seseorang tapi jangan terlalu menunjukkannya pada orang itu. kamu mau ada Resha Resha yang lain?" ucap mama Erika mengingatkan Andrea
"Iya mah, eh iya Ar ada apa kesini? tumbenan gak bilang dulu." sahut Andrea
Aryana pun memberikan undangan pernikahan kakaknya karena memang rencananya datang kesini ingin memberikan undangan buat keluarga Andrea.
"Wowwww si jones mau nikah juga, kapan Ar? tanya Andrea tanpa membaca isi undangannya.
"Lu mah kebiasaan, dapat undangan tapi malas baca isinya. Jadi nyesel gue ngasihnya, kan mubazir duit kak Rey" sungut Aryana
"Sabar bang Ar katanya orang sabar disayang mertua" ucap Mitha dengan menepuk-nepuk bahu Aryana
"Minggu depan, pada dateng ya!" sahut Aryana
"Mama sama papa ke atas dulu ya! ngantuk" pamit mama Erika.
"Iya mah" kompak Andrea Mitha dan Aryana.
Seperginya mama Erika dan papa Jae Sung Andrea kembali mengobrol sama Aryana.
"Sayang mau kemana?" tanya Andrea saat melihat Mitha hendak pergi
"Aku mau bikin jus, pada mau gak?" sahut Mitha
"Boleh deh yang, aku mau strawberry ya!" sahut Andrea
"Kalo aku mau orange jus aja" sahut Aryana
"Siap pak bos tungguin ya!" sahut Mitha lalu pergi ke dapur untuk membuat jus.
Setelah Mitha pergi, barulah Aryana mendekat ke Andrea agar pembicaraan mereka tidak bisa didengar oleh orang lain.
"Ndre, lo harus lebih hati-hati lagi jagain Mitha. Resha ada yang bebasin" ucap Aryana pelan
"Kho bisa?" tanya Andrea kaget.
__ADS_1
"Sepertinya ada orang kuat dibelakang Resha."
"Sialan kita kecolongan."
"Kecolongan apa yang" tanya Mitha yang baru datang.
"Nggak yang kita lagi ngobrolin kak Rey" jawab Andrea bohong
"Tha mukanya kho pucat gitu, kamu sakit?" tanya Aryana
"Nggak bang Ar cuma sekarang aku suka lemes sama sedikit pusing pengennya tidur mulu." jawab Mitha
"Sini tidur sini yang kalo udah ngantuk" ucap Andrea sambil menepuk-nepuk pahanya.
Mitha pun mengikuti ucapan Andrea, setelah dia menyimpan nampan yang berisi jus dan beberapa cemilan dia langsung menidurkan dirinya dengan berbantal paha Andrea.
"Gak tidur di kamar aja Tha" ucap Aryana
"Enakan tidur disini bang Ar, bisa dengar gemericik air angin sepoi-sepoi ditambah lagi mencium aroma bunga" sahut Mitha yang mulai memejamkan matanya
"Ntar juga kalo dia udah pulas aku pindahin ke atas Ar" sahut Andrea
"Emang tiap hari begini Ndre?"
"Hmmm...dia jadi lebih menggemaskan Ar dengan pipinya yang bertambah chuby" ucap Andrea lalu mencium pipi Mitha.
"Ndre gimana lo ke Jerman, mau jadi berangkat gak?" tanya Aryana
"Gue bingung Ar, gue gak bisa ninggalin mama yang sedang hamil disini sendiri. Papa kan gak bisa terus-terusan ada disamping mama." sahut Andrea
"Papa malah nyaranin buat datangin dosennya aja kemari. Nanti kita belajar di mansion kaya dulu Ar, buat bengkel prakteknya aja sudah papa sediain. Jadi kita tinggal ambil manajemen bisnis aja." sahut Andrea
"Papa lo tuh Ndre bener-bener kebanyakan duit, dari dulu yang didatenginnya orang-orang terkenal dibidangnya."
"Tapi lo mau gak nemenin gue belajar teknik otomotive" tanya Andrea
"Boleh deh daripada gue jauh-jauh ke negeri orang mending ikut lo aja"
"Siplah bro, lo emang selalu bisa diandalkan." sahut Andrea
"Permisi tuan muda, ini tadi pesanan nyonya katanya buat non Mitha." ucap Tini yang datang dengan membawa kantong plastik kecil berisi obat-obatan.
Setelah menyerahkannya pada Andrea, Tini pun kembali ke dapur.
Aryana yang penarasan pun langaung membuka isi kantong yang tadi dibawa sama Tini
"Tespack" gumam Aryana saat tahu isinya apa.
...*****...
__ADS_1
...Happy reading...
...Jangan lupa like Comment vote dan di favorite ya!...