Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
51. Fitnah


__ADS_3

"Kamu boongin aku ya!" seru Mitha saat melihat Andrea malah terbahak dan dengan segera dia memukuli Andrea


"Kamu nakal harus dipukul" sahut Mitha dengan tangan yang masih memukuli dada Andrea


"Iya ampun kanjeng ratu, gak lagi deh kalo lagi inget." ucap Andrea dengan menangkupkan kedua tangannya,


"Beneran?" tanya Mitha memastikan


"Iya suer berani dicium sama kamu tiap hari kalo aku boong" sahut Andrea sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf v.


"Itu sih maunya kamu" cebik Mitha


"Emang! tapi kamu suka kan?" sahut Andrea dengan mengedip-edipkan matanya. "Yang bajunya dikancingin dulu, nanti aku khilaf pengen megang," sambungnya dengan berbisik di telinga Mitha hingga dengan sontak saja Mitha segera mengancingkan bajunya.


"Dasar oneng mesum!" pekik Mitha


Bwhahahaha


lagi-lagi Andrea terbahak dengan reaksi Mitha hingga suaranya sampai terdengar keluar ruangan.


"Pasti Mitha abis dikerjain" gumam Aryana pelan tapi masih bisa didengar oleh Dewa yang ada disampingnya.


"Kadang gue gak ngerti sama mereka, sebentar ribut sebentar mesra," ucap Dewa


"Ngapain lo mikirin mereka Wa, gak ada kerjaan banget," sahut Aryana


"Bro, kita pulang duluan ya!" ucap Andrea yang baru keluar dari dalam dengan merangkul pundak Mitha.


"Bang Ar mau bareng gak?" tanya Mitha pada Aryana


"Duluan aja Tha, kita nunggu sampai jam 21:00 disini" sahut Aryana


"Oh iya Ton tolong ambilin bingkisan yang ada di meja, tadi kelupaan" sahut Andrea pada Toni.


"Baik bos" sahut Toni dengan segera masuk ke dalam mengambil bingkisan yang Andrea maksud. Setelah mendapatkannya Andrea pun pamitan untuk pulang duluan.


Hanya butuh waktu 10 menit Andrea dan Mitha sampai di apartemen milik Andrea. Sesampainya di apart Mitha langsung bergegas membersihkan diri sedang Andrea masih duduk di ruang tamu memesan makanan lewat aplikasi untuk makan malam mereka yang tertunda.


"Yang gak mandi dulu" ucap Mitha setelah rapi dengan baju tidurnya.

__ADS_1


"Sebentar pengen makan dulu," sahut Andrea, " yang sini, ini buat kamu" sambungnya setelah Mitha duduk disampingnya.


"Lho aku kan ga jadi ngutang," sahut Mitha


"Ini gratis karena kamu udah mau menenim aku sampai detik ini," ucap Andrea, " makasih karena kamu telah hadir mewarnai hidupku" sambungnya sambil menatap lekat pada Mitha.


"Makasih juga! karena kamu aku merasakan arti mencintai dan dicintai," ucap Mitha tulus dengan tersenyum manis.


Ting tong


Terdengar bel apartemen Berbunyi dan dengan segera Andrea bergegas membuka pintu. Dan benar saja terlihat abang deliv sedang menungggu di depan.


***


Mungkin sebagian orang akan bilang 'I hate monday' tapi tidak bagi gadis berponi dengan senyuman yang sangat manis. Ya Mitha selalu bersemangat saat dia harus berangkat sekolah karena itu artinya dia akan bertemu dengan teman-temanya dan bersenda gurau bersama apalagi saat dia bertemu dengan pelajaran yang harus mengotak atik angka, rasa penasarannya akan dibawa sampai tidur kalau dia belum bisa memecahkan soal.


Dengan semangat 45 Mitha memasuki area sekolah dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya saat bertemu dengan orang yang dikenalnya.


"Wih cerah bener tuh muka," sahut Anton yang bertemu di koridor sekolah


"Iya dong pak ketos, biar awet muda" sahut Mitha


"Siap pak laksanakan" sahut Mitha sambil tangannya memberi hormat.


Seperti apa yang dikatakan Anton tadi, semua pengurus OSIS sudah berkumpul di ruang OSIS karena mereka dilibatkan dalam turnamen basket, volly dan futsal antar sekolah untuk memeriahkan hari ulang tahun sekolah yang puncaknya dilaksanakan pada hari sabtu dengam mengundang artis ibu kota.


Setelah breefing sebentar untuk mengingatkan tugas masing-masing anggota, semua anggota pun bersiap dengan tugas masing-masing. Dan kebetulan Mitha disuruh untuk membantu seksi konsumsi bersama Maya dan adik kelas XI


Tim komsumsi pun dibagi lagi dalam tiga pos, ada yang pegang konsumsi anak basket, volly, dan futsal. Dan Mitha memegang konsumsi tim basket dengan Cintya dan Lusi anak kelas XI.


"Udah belanja matanya nanti lagi, sekarang kita beresin dulu snacknya," ucap Mitha mengingatkan adik kelasnya yang sedang berhaha hihi melihat para cogan pemain basket.


"Mubazir kak kalo gak dilihat, mukanya cakep badannya juga cakep," sahut Lusi yang bukannya ikut beresin malah terbengong melihat anak-anak basket sedang tanding.


"Kalian tunggu disini ya! kakak mau ambil air mineralnya ketinggalan." ucap Mitha kemudian berlalu pergi.


Namun saat baru keluar Mitha berpapasan dengan geng most wanted, siapa lagi kalau bukan Deasy, Melani, Jesika dan Mauren.


"Hey lo gembel! mau kemana lo?" seru Melani sambil mendekat ke arah Mitha

__ADS_1


Plak plak


Tanpa tedeng aling-aling Melani menampar Mitha bolak balik hingga terlihat lima jari di pipi Mitha


"Puas lo hancurin gue," pekik Melani, "karena lo gue harus berurusan sama bk," sambung Melani dengan telunjuk menunjuk ke muka Mitha.


"Maksud lo apa Mel? lo jangan asal tuduh orang" seru Mitha sambil memegang pipinya yang terasa perih.


"Udah Mel kita eksekusi saja di belakang," sahut Jesika lalu menarik rambut Mitha hingga mau tak mau Mitha pun mengikuti mereka.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang dari tadi menyaksikan apa yang terjadi.


"Maafin Gue Tha, lo jadi kambing hitam untuk membalas sakit hati gue sama Melani."


"Dam tolongin Mitha, dia dibawa Melani ke gudang belakang," sahut Mss. X yang melihat Damian keluar dari gedung.


Dengan segera Damian berlari menuju gudang belakang dan benar saja Damian melihat Melani sedang menjabak rambut Mitha yang sedang terduduk. Tanpa pikir panjang Damian langsung mendorong Melani dengan kencang hingga dia jatuh terduduk.


Awwww


Pekik Melani saat merasakan sakit yang hebat di perutnya akibat dia terjatuh tadi hingga keluar darah di sela-sela pahanya.


"Kalian urus tuh teman kalian, gw mau bawa Mitha ke UKS," seru Damian ketus tanpa memperdulikan keadaan Melani.


Dengan segera Damian akan membopong Mitha yang keadaannya sangat berantakan dengan rambut yang awut-awutan ditambah pipi yang ada cap lima jarinya tapi Mitha langsung menolaknya saat dia melihat keadaan Melani.


"Dam gue baik-baik aja! lo tolongin Melani, dia pendarahan Dam," sahut Mitha


"Gue gak peduli sama dia Tha, ayo kita ke uks" ajak Damian


"Gue mohon Dam tolongin Melani, kasihan dia. please demi gue Dam," sahut Mitha melas dan dengan terpaksa Damian langsung membawa Melani ke rumah sakit dengan diikuti teman-temannya Melani.


Sedang Mitha masih terduduk di tempatnya dengan buliran air mata yang menetes di kedua pipinya. Mitha bingung kenapa ada orang yang tega mangadu dombanya dengan Melani meski sebelumnya memang mereka ada masalah tapi tidak sedikitpun di pikiran Mitha untuk mengumbar aib Melani apalagi sampai seluruh warga sekolah tahu.


...*****...


...Happy reading...


...Ditunggu ya like comment vote dan favorite ya!...

__ADS_1


__ADS_2