
"Romantis banget Zyan, beruntung yang jadi ceweknya," gumam Mitha dengan terus tersenyum kikuk.
"Ada yang baper nih, dikasih lagu romantis," goda Shiren sambil menyikut Mitha yang ada disampingnya karena posisi duduknya Yenita, Shiren, Mitha, Juliea dan Akas.
"Apaan sih Shi, gak kaci baper sama jodoh orang" sahut Mitha
Tanpa tahu ada sepasang telinga yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka.
"Ganteng kan Tha" tanya Shiren
"Iya ganteng, lihat tuh Shi adek kelas pada histeris lihat senyumnya" kata Mitha sambil menunjuk sekumpulan adik kelasnya dan Shiren hanya melihatnya.
"Gue gak ngerti sama lo Tha, kho bisa-bisanya cowok seperfect dia lo anggurin," bisik Shiren lagi
"Iya yah, gue juga heran Shi kenapa senyumnya yang semanis madu itu gak bikin jantung gue berdebar kencang." sahut Mitha, "Apa gue ada kelainan ya", sambungnya.
"Karena hatimu sudah terpenjara dalam cintaku," bisik Andrea yang tepat ada di belakang Mitha sedari tadi sambil melingkarkan tangannya di leher Mitha dengan pipinya dan pipi Mitha menempel.
Deg deg deg
Jantung Mitha seketika berdegup dengan kencang, "sejak kapan Andrea ada di belakang? apa dia mendengar apa yang gue bicarain sama Shiren" pikirnya
"Ga usah tegang gitu yang, aku dengar semuanya kho" sahut Andrea dengan santainya
Cup
Andrea langsung mencium pipi Mitha sekilas membuat Mitha semakin mematung, sedang Zyan hanya memejamkan matanya sebentar.
Lagi-lagi dia melihat pemandangan yang sangat tidak ingin dilihatnya.
"Itu hukuman karena kamu memuji cowok lain di depanku" bisik Andrea kemudian melepaskan rangkulannya dan duduk seperti semula.
Seketika Mitha langsung menghadap ke belakang.
"Yang katanya gak kesini" tanya Mitha
"Kenapa? gak suka lihat aku disini?" tanya Andrea ketus.
"Ishh...bukannya gitu, ngambekan ikh cayangnya akoh" goda Mitha dengan mencolek dagu Andrea hingga tanpa diminta bibir Andrea terangkat membentuk bulan sabit.
"Jangan menggodaku kalo tidak ingin kucium disini," sahut Andrea dan seketika Mitha terdiam kemudian membalikkan badannya lagi menghadap panggung.
"Bilang gue ngambekan, dianya sendiri ngambekan" gumam Andrea dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Acara terus berlangsung dengan meriah hingga selepas jam makan siang band ibu kota akan tampil memeriahkan acara.
Mitha dan teman-temannya memutuskan untuk makan siang di cafe Mizy begitupun dengan Andrea yang terpaksa mengikuti kemauan Mitha karena besok dia harus ikut bersama papa mamanya ke negara asal papanya untuk mengikuti serangkaian test yang diberikan kakeknya.
"Zy suara lo makin bagus aja, kenapa gak nyoba buat jadi penyanyi" ucap Shiren disaat sedang menikmati makan siangnya.
"Gue gak kepikiran buat jadi penyanyi karena gue nyanyi hanya untuk seseorang yang gue sayang," jawab Zyan
__ADS_1
"Sayang banget Zy, lo sia-siain bakat terpendam lo" sahut Dimas
"Gak papa, gue hanya ingin kasih yang spesial buat dia" sahut Zyan dengan mata yang memandang lekat Mitha yang sedang makan.
"Kondisikan mata lo njing!" seru Andrea sewot karena lagi-lagi dia melihat Zyan menatap lekat Mitha hingga semua yang ada disitu merasa kaget.
"Lo buang jauh-jauh impian lo buat bisa dapetin cewek gue! karena Mitha hanya milik gue! Sampai matipun gue gak akan melepasnya, apalagi untuk seorang Malik Pratama." seru Andrea hingga membuat semua orang terdiam mendengarnya.
"Yang, kita pulang yuk!" ajak Mitha dengan suara yang sedikit bergetar, dia kaget melihat kemarahan suaminya. Hingga tanpa bicara lagi Andrea langsung menarik tangan Mitha untuk pulang, sedang Mitha hanya menganggukkan kepalanya untuk berpamitan.
Zyan yang melihat itu hanya diam memejamkan matanya dengan tangan menyugar rambutnya kasar, dia tahu memang dia salah masih mengharapkan seseorang yang sudah jadi milik orang lain tapi hati dan pikirannya selalu diisi oleh nama Paramitha Putri.
"Gue pulang duluan" sahut Zyan lalu pergi tanpa menunggu temannya menjawab.
***
Bruk
Zyan langsung membanting tubuhnya ke kasur empuk miliknya. Pikirannya langsung melayang pada sebuah nama yang selalu mengusik hari-harinya 'MITHA'. Ada rasa sesal yang menggelayuti hatinya, kenapa dia begitu pengecut hingga harus terus menerus memendam perasaannya.
"Tha, apa yang harus kulakukan? aku gak bisa melepaskan perasaan ini" monolog Zyan dengan terus memandang foto dalam figura yang dia simpan di nakas.
Foto yang dia ambil diam-diam tanpa sepengetahuan Mitha saat study tour ke Pulau Dewata.
Zyan terus berkecamuk dengan pikirannya hingga tanpa terasa dia terlelap sambil memeluk foto Mitha yang terbingkai rapi dalam pigura.
Ceklek
Dibukanya sepatu Zyan, kemudian dia ambil pigura dalam pelukan Zyan.
"Seperti pernah melihatnya, tapi dimana ya?" gumam Zidan pelan kemudian di meletakkannya diatas nakas.
***
Sementara Andrea dan Mitha selepas pergi dari cafe Mizy, mereka menuju apart Andrea.
"Yang jangan marah donk!" rayu Mitha dengan menggoyang-goyangkan tangan Andrea saat berjalan menuju ke apart.
Andrea masih diam tanpa sepatah katapun dengan langkah lebarnya.
"Yang ikh, akunya kho didiemin? apa salahku coba?" Mitha terus saja merayu Andrea yang menurutnya sedang marah.
"Yang..."
Ceklek
Andrea langsung masuk ke dalam apart masih dengan mode diam.
"Yang aku minta maaf, jangan marah lagi ya!" lagi-lagi Andrea hanya diam
__ADS_1
"Yang..." belum sempat Mitha melanjutkan ucapannya, Andrea langsung membungkam mulut Mitha dengan mulutnya. Ciuman yang kasar yang pernah Andrea lakukan pada Mitha, hingga saat Mitha terlihat kehabisan nafas Andrea pun melepaskan pagutannya.
"Aku gak mau kehilangmu Tha, aku gak mau ada orang yang merebutmu dariku, kamu hanya milikku hanya milikku seorang" ucap Andrea ditengah nafasnya yang terengah-engah sambil menangkup pipi Mitha dengan kedua tangannya.
"Gak ada yang akan mengambilku darimu karena akupun hanya menginginkanmu yang selalu ada disampingku"
Kembali Andrea menyatukan bibirnya dengan bibir Mitha. Ciuman yang lembut untuk menyalurkan rasa dan hasrat yang membuncah di dada.
Drtt Drtt
Handphone Andrea bergetar dikantong celananya hingga dengan terpaksa dia melepaskan candunya.
Terlihat dilayar tertera 'Mommy is calling' hingga dia pun langsung menjawab panggilan mama Erika.
"Hallo assalamu'alaikum mah"
"Iya hallo De wa'alaikumsalam, mama tunggu di sekolah. kamu lagi dimana?"
"Di apart mah, emang kenapa?"
"Datang aja dulu, jangan lama-lama"
"Iya, aku kesana sekarang"
"Ya udah mama tutup ya, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Tut
Sambungan telepon pun langsung terputus.
"Yang kita balik ke sekolahmu lagi, mama ada disana nungguin"
"Emang ada apa?"
Andrea hanya mengendikkan bahunya tanda dia pun gak tahu.
"Tungguin ya, mau ganti baju dulu" sahut Mitha
"Ikut"
"Gak ada, diem tungguin disini!"
"Ishh pelit"
...*****...
...Happy reading...
...Jangan lupa like comment vote dan di favorite ya!...
__ADS_1