
Setelah dari ruangan bu Cinta terlihat Mitha dan Shiren semakin lesu saja dengan tugas yang diberikan oleh bu Cinta. Mereka disuruh membuat kliping tentang pengusaha muda yang sukses.
"Lecek banget tuk mukanya, perlu disetrika gak neng" goda Juliea saat melihat kedua sahabatnya baru saja datang dari ruang guru.
"Gw pusing Lea, kira-kira siapa ya pengusaha muda yang sukses asli indo" sahut Mitha
"Tenang aja Tha tar aku cariin, dirumahku banyak koran bisnis" sahut Zyan yang tadi mendengar keluhan Mitha
"Beneran bang Zy?" pekik Mitha senang dan Zyan hanya menganggukan kepalanya, " bang Zy emang the best pokoknya" sambungnya.
"Ada maunya aja lo muji-muji Tha, giliran ada si anu aja dilupain" cibir Anton
"Yeyyy ya gak gitu juga maksudku" sungut Mitha sedikit kesal dengan ucapan Anton.
" Udah ga usah didengerin, dia baru diputusin sama pacarnya jadi agak sensi." sahut Zyan lalu dia pun mengikuti Anton untuk duduk di bangku belakang.
" Eh Shi video lo yang berantem sama Deasy udah gak ada lho" seru Yenita yang dari tadi fokus sama handphonenya.
"Seriusan lo!" pekik Shiren senang
"Iya beneran bersih gak bersisa dari kemaren gw cariin juga gak ada" sahut Yenita lagi
" Syukurlah! gw lega sekarang." sahut Shiren sambil mengelus dadanya
" Lo bayar hacker berapa Shi? kerjanya cepat juga." tanya Juliea
Glek
Mitha langsung menelan ludahnya teringat dengan percakapannya dengan Andrea.
" Waduh kira-kira Andrea minta bayaran apa ya? berarti benar apa kata anak-anak kalo dia hacker" monolog Mitha dalam hati
Drrtt drtt
Handphone Mitha bergetar, dilihatnya ada panggilan masuk 'Bi Sumi'
" Hallo! Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam, neng Mitha bisa pulang sekarang gak? den Andrea muntah terus tiap diisi makanan"
"Iya bisa bi, aku pulang sekarang. Assalamu'alaikum"
Tutt Mitha langsung mematikan handphonenya dan bergegas ke ruang guru untuk meminta ijin pulang. Setelah mendapatkan ijin dia langsung mengemasi barang-barangnya.
" Tha, lo mau kemana?" tanya Shiren yang merasa heran dengan kelakuan Mitha
" Gw pulang duluan. Bener kata lo Shi, Andrea sakit tadi bi sum nyuruh gw pulang" terang Mitha sambil mengemasi buku-bukunya.
__ADS_1
"Mau gw anter ga Tha?" tanya Juliea yang memang bawa mobil ke sekolah.
" Gak usah Lea makasih, gw pulang duluan ya!" sahut Mitha kemudian langsung pergi.
" Mau kemana tuh anak?" tanya Anton yang melihat Mitha pergi tanpa memberitahunya sebagai ketua kelas.
"Sodaranya sakit, dia di suruh pulang. Tuh surat ijinnya di meja guru" ucap Juliea
Dan Anton pun hanya ber oh ria kemudian dia kembali ke kursinya karena guru pengajar sudah datang.
*****
Dengan tergesa Mitha memasukkan password apart Andrea.
Brakk
Mitha mendorong pintu dengan tergesa hingga membuat orang yang ada di dalam ruangan mengalihkan fokusnya pada Mitha
Deg deg deg
Jantung Mitha berdetak kencang, ada rasa takut melihat lima pria dewasa di apartnya Andrea dengan setelan jas dan baju dokter.
"An an anda siapa" tanya Mitha gugup
" Saya yang mau bertanya, ade siapa kho bisa masuk kesini" tanya pria berjas putih seperti dokter
" Oh kenalin saya Reyhan dokter pribadinya tuan muda" ucap pria yang tadi menyapanya, " dan ini perawat pribadi tuan muda namanya Nino" ucap dr. Reyhan memperkenalkan pria yang duduk disampingnya.
"Saya Mitha dok" sahut Mitha memperkenalkan diri.
"Kalo sama mereka kamu gak perlu kenal dek" sahut dr. Reyhan sambil menunjuk ketiga pria berjas hitam. " mereka serem" sambungnya yang mendapat delikan dari ketiga pria berjas hitam tapi pak dokter malah tertawa menanggapinya.
" Neng Mitha udah datang" sahut bi Sumi yang baru datang dari kamar Andrea dengan membawa nampan.
" Gimana buburnya bisa masuk gak bi" tanya dr. Reyhan
" Masih dimuntahkan dok" sahut bi Sum
" Mau gak mau harus dibawa ke rumah sakit biar di observasi lebih lanjut." ucap dr. Reyhan, "dek bujukin pacarnya ya biar mau ke rumah sakit, dari tadi kita yang minta dia keras kepala gak mau dibawa ke rumah sakit" sambung dr. Reyhan menyuruh Mitha untuk membujuk Andrea
" Baik dok saya akan coba" sahut Mitha yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
Kemudian Mitha pun bergegas ke kamar Andrea.
Ceklek pintu kamar Mitha buka dengan perlahan, dilihatnya Andrea yang sedang berbaring dengan infus di tangannya.
Mitha duduk disamping ranjang Andrea. Terlihat wajah Andrea yang semakin pucat kemudian Mitha mengambil tangan kanan Andrea dan menciumnya.
__ADS_1
Andrea yang merasa tangannya ada yang memegang langsung membuka matanya.
"Kho udah pulang yang" tanya Andrea
" Aku marah sama kamu Ndre, aku gak suka kamu menyembunyikan apapun dariku." ucap Mitha yang tak terasa air matanya menetes
" Maaf! tapi aku beneran ga pa pa" sahut Andrea sambil menghapus air mata Mitha uang menetes dengan jarinya.
" Kamu bilang ga pa pa? trus kamu muntah terus sampai ga masuk makanan itu ga pa pa?" sahut Mitha sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Bagaimana kamu bisa menyayangiku kalo diri sendiri aja gak kamu sayang" sahut Mitha masih terus menangis. Sedih hatinya melihat Andrea yang terbaring lemah, lebih sedih lagi saat Andrea berpura-pura baik-baik saja di depannya.
"Sudah yang jangan nangis lagi, iya aku mau ikut saran mereka" ucap Andrea yang akhirnya mau di bawa ke rumah sakit
Cup Mitha mencium pipi Andrea sekilas
" Aku ingin kamu cepat sembuh jadi jangan membantah lagi apa kata mereka ya!"
"Dan makasih udah hapusin video Shiren"
"Hmmm... aku minta bayarannya nanti kalo udah sembuh"
" Ya udah aku mau kasih tahu mereka dulu, pasti udah nungguin."
" Ganti baju aja dulu yang sebelum ketemu mereka, pasti mereka langsung membawaku pergi. Aku gak mau jauh-jauh dari kamu"
" Baiklah suamiku" Mitha pun langsung bergegas untuk ganti baju dan kemudian memberi tahu dr. Reyhan kalo Andrea bersedia dibawa ke rumah sakit. Dan benar saja dr. Reyhan segera membawa Andrea ke rumah sakit.
" Dasar bucin, dari pagi kita membujuknya tapi sedikit pun dia tak menggubris omongan kita, giliran sama pacarnya langsung mau" sungut dr. Reyhan kesal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Itu karena dokter belum merasakan gimana rasanya dibujuk oleh orang yang dokter cintai. makanya jangan ngurusin pasien terus, sekali-kali cari pacar" sahut Nino yang duduk disamping dr. Reyhan.
" Kayak kamu punya pacar aja No, nyuruh saya cari pacar" ucap dr. Reyhan dengan terkekeh.
"Tentu saja saya punya dok! takut jadi bujang lapuk" sahut Nino yang tahu kalo di usianya yang sudah 27 tahun dr. Reyhan belum pernah pacaran meskipun banyak gadis yang menyukainya karena dr. Reyhan ingin langsung menikah saat bertemu dengan gadis yang bisa membuatnya jatuh hati.
Plak satu pukulan mendarat di kepala Nino yang sudah seperti adik bagi dr. Reyhan
" Kamu mengatai saya No?"
"Mana ada dok, saya kan gak bilang kalo dokter bujang lapuk. upss" Nino langsung membekap mulutnya.
...*****...
...Happy reading...
Ditunggu ya like comment vote dan favoritenya!
__ADS_1