Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
98. Baby Joen


__ADS_3

Terdengar sayup-sayup suara adzan subuh, Mitha mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan cahaya.


"Kenapa gelap, sebelum tidur kan lampunya gak aku matiin" gumam Mitha


Mitha pun langsung menyalakan lampu dengan remote yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya.


"Ini juga tangan siapa, Andrea kan masih disana. Wangi ini, bukannya wangi Andrea" lagi-lagi Mitha berperang dengan pikirannya.


"Sayang tidurlah, aku masih ngantuk" ucap Andrea dengan suara serak


Mitha langsung membalikkan tubuhnya melihat siapa yang memeluknya dari belakang.


Dengan mata yang berbinar, Mitha langsung mengecup bibir Andrea sekilas


"Sayang kapan datang? kenapa gak bangunin aku" gerutu Mitha


Andrea hanya terkekeh dengan mata yang masih terpejam.


" Dua jam yang lalu" jawab Andrea. "Apa twins baik-baik saja?" lanjutnya


"Mereka baik hanya mamanya yang sakit?"


Andrea langsung membuka matanya kaget mendengar kalau Mitha.


"Kamu sakit apa sayang? Kenapa gak bilang sama aku?" tanya Andrea panik


"Aku sakit malarindu, hehehehe" jawab Mitha cengengesan.


Dengan gemas Andrea langsung menjawil pipi Mitha yang terlihat seperti bakpau karena kenaikan berat badan selama kehamilannya.


"Sakitt" rengek Mitha


Andrea pun langsung menghujani pipi Mitha dengan ciuman yang bertubi-tubi.


"Apa masih sakit? atau masih kangen?" tanya Andrea


"Masih kangen"


Andrea langsung bangun dari tidurnya lalu menciumi perut Mitha yang sudah membesar.


"Apa anak papa juga kangen sama papa?"


"Iya papa" jawab Mitha dengan menirukan suara anak kecil


"Assalamu'alaikum sayang, papa mau nengokin twins" ucap Andrea dengan memberi ciuman di perut Mitha.


Pipi Mitha langsung merona malu karena ternyata Andrea tahu keinginannya.


Dengan perlahan Andeea mencium kening Mitha turun ke mata, hidung, kedua pipinya, dagu dan terakhir bibir merah alami Mitha meski tanpa polesan lipstik.


Lama mereka berpagutan dengan tangan nakal Andrea yang sudah sukses membuka kacamata gunung kembar Mitha. Hingga suara ******* itu lolos begitu saja dari mulut Mitha.


Entah berapa lama mereka saling membuai dengan suara ******* yng mengalun indah menyambut pagi hari. Hingga saat pelepasan keduanya suara itu pun bersahutan mengawali hari yang indah.

__ADS_1


***


Setelah kegiatan panas di pagi hari, Andrea dan Mitha langsung membersihkan diri karena sudah memasuki waktu sholat subuh dan menunaikan sholat berjamaah.


Andrea memilih tidur lagi sedangkan Mitha turun ke bawah ingin melihat keadaan adik iparnya yang akan dia anggap sebagai anak pertama.


"Hallo gantengnya mama" sapa Mitha pada adik bayinya


"Ganteng ya Neng Mitha, seperti Den Andrea waktu masih bayi" ujar Bi Sumi


"Iya Bi ganteng banget, twins lihat kakaknya udah bangun" sorak Mitha senang saat melihat Baby Joen membuka matanya.


"Bi boleh aku menggendongnya tapi aku takut" pinta Mitha


"Neng Mitha duduk saja di sofa, nanti Bibi yang akan membawanya dari box bayi." ucap Bi Sumi


"Makasih Bi"


Mitha pun langsung menuju sofa dan menunggu Bi Sumi membawa Baby Joen.


Dengan hati-hati Bi Sumi menaruh Baby Joen ke pangkuan Mitha.


"Sayang mulai hari ini panggilnya mama ya biar samaan sama twins," ujar Mitha


Mitha terus saja mengajak bicara pada Baby Joen yang baru bangun tidur, membuat Bi Sumi yang melihat kasih sayang Mitha pada Baby Joen meneteskan air mata haru.


"Nyonya Erika tidak salah dulu langsung menyetujui keinginan Den Andrea untuk menikah muda dengan Neng Mitha, karena Neng Mitha gadis yang baik dan sayang sama keluarga. Nyonya jangan khawatirkan Den Joen karena dia ada di tangan yang tepat" batin Bi Sumi


"Bi tolong siapkan air buat mandiin Baby J" pinta Mitha


Bi Sumi segera menyiapkan air hangat. Setelah semuanya siap Perawat segera memandikan Baby Joen karena Mitha belum bisa memandikan bayi.


Setelah semuanya rapih, Mitha membawa Baby Joen ke taman belakang untuk berjemur karena matahari pagi saat baik untuk bayi.


Mitha sangat menikmati perannya sebagai mama muda, terlebih lagi Baby Joen sangat lucu dan menggemaskan.


***


Andrea mengerjapkan matanya merasa silau dengan cahaya mentari yang menyeruak masuk ke dalam kamarnya. Dilihatnya jam beker diatas nakas sudah menunjukkan waktu pukul 8 pagi.


"Mitha kemana ya?" gumamnya


Andrea keluar kamar hanya memakai celana pendek setengah paha dan kaos oblong. Dia lupa kalau dirumah itu tidak hanya ada Mitha dan Bi Sumi tapi juga ada dua wanita muda yang membantu bersih-bersih dan seorang seorang perawat yang mengurus Baby Joen.


"Kenapa rumah mama jadi serame ini?" batin Andrea


"Pagi Tuan" sapa Dian yang bertugas untuk bersih-bersih rumah.


Andrea tidak menjawab sapaan Dian, dia masih bingung dengan keadaan rumahnya.


"Kamu siapa?" tanya Andrea


Belum sempat Dian menjawab, Mitha sudah datang dari taman belakang.

__ADS_1


"Sayang kamu ngapain pake baju gitu?" omel Mitha


"Tadi aku nyari kamu tapi kho rumah jadi banyak orang" jawab Andrea


Mitha langsung menarik Andrea menuju lift dan berkata, "Ayo ganti baju dulu!"


Andrea hanya mengikuti ajakan Mitha tanpa banyak bicara.


Sesampainya di kamar, Mitha langsung mengutarakan ketidaksukaannya pada baju Andrea


"Aku gak suka kamu pake baju kayak gitu depan mereka" protes Mitha. "Gimana kalau nanti kaya si Tini itu, aku gak ikhlas" lanjutnya


"Iya sayang maafin aku ya, aku gak tahu kalau Om Mark udah dapat orang untuk bantuin Bi Sumi" jelas Andrea. "Tapi aku suka kalau kamu cemburu yang, berarti kamu cinta sama aku" lanjutnya


"Kalau aku gak cinta, gak mungkin ada anak kamu di perutku" gerutu Mitha


Andrea pun langsung memeluk Mitha dari belakang karena kalau dari depan sudah pasti terhalang oleh perut buncit Mitha.


"Kamu jangan khawatir sayang, hanya kamu satu-satunya wanita di dunia ini yang aku inginkan" bisik Andrea


Blush


Meskipun Andrea sering berkata manis tapi tetap saja membuat pipi Mitha merona.


"Gombal kamu"


"Serius yang, malah gak dipercaya" ucap Andrea dengan mendengus di ceruk leher Mitha.


"Yang lagi yuk! lihat nih adik kecilku ingin ketemu dede bayi"


"Alasan aja kamu"


Tanpa bicara lagi Andrea langsung membopong Mitha dan membawanya ke tempat tidur.


Tok tok tok


"Sial! Siapa sih yang ketuk pintu?" gerutu Andrea


"Mungkin ada hal yang penting yang" sahut Mitha


Dengan mendumel, Andrea pun membuka pintu kamarnya.


Ceklek!


Terlihat Aryana berdiri sambil bersender pada tembok di pinggir pintu.


"Wisss ternyata calon pengantin yang mengganggu kesenanganku" sindir Andrea


"Hai bro! gue kangen sama lo" ujar Aryana dengan merentangkan tangannya ingin memeluk Andrea.


"Eitsss! kita bukan muhrim jangan peluk-peluk" tolak Andrea


"Dikit aja Ndre,"

__ADS_1


Andrea yang mengerti kalau sebenarnya Aryana sedang galau, akhirnya mengajak Aryana untuk ke lantai atas.


__ADS_2