Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
73. Jangan asal tuduh


__ADS_3

Flashback on


Mama Erika pergi ke perusahaan Mahardika Group untuk menandatangi pengalihan kepemilikan yayasan Garuda yang menaungi sekolah mulai dari TK, SD, SMP hingga SMU Garuda namun saat sampai ke perusahaan ternyata pak Bens masih rapat dengan para staf direksi sehingga mama Erika disuruh menunggu didalam ruangan pak Bens.


Namun saat dia menikmati kekagumannya dengan ruangan adiknya, tanpa sengaja mama Erika melihat selembar kertas yang tertera nama Paramitha Putri.


Awalnya mama Erika mengira kalo itu kertas pengajuan beasiswa namun saat dia membacanya seketika amarahnya membuncah.


Tanpa menunggu pak Bens lagi mama Erika langsung terbang ke negeri suaminya meminta penjelasan dari suaminya.


"Apa maksudnya ini pah?" tanya mama Erika sambil memberikan selembar kertas yang mana isinya surat perjanjian antara perusahaan Jisung internasional (perusahaan kakeknya Andrea) dan JS company(perusahaan papanya Andrea yang dibangun sendiri tanpa bantuan tuan Lee) akan membantu Mahardika group dengan syarat Paramitha Putri harus pergi dari kehidupan Andrea.


Papanya Andrea pun yang membacanya langsung kaget, dia memang memberikan bantuan pada Mahardika group tapi tanpa syarat apapun.


"Tidak mah, papa memang membantu Bens karena waktu itu dia minta tolong pada papa saat Mahardika group diserang dari berbagai sisi. Tapi sungguh papa tidak pernah mengajukan syarat apapun padanya" jawab papa Jae Sung


"Papa jangan bohong! lalu ini tanda tangan siapa? ingat pah kalo sampai gadis itu pergi dari kehidupan putraku karena papa, aku pun akan pergi dari papa" sahut mama Erika.


"Ini memang tanda tanganku tapi...." belum selesai papa Jae Sung bicara mama Erika yang sudah tersulut emosi langsung memotongnya.


"Jadi benar papa dan ayah yang nyuruh Bens untuk memisahkan mereka. Dengar pah! hanya gadis itu yang membuat tawa putra kita kembali setelah ayahku meninggal dan hanya gadis itu yang bisa membuat putraku bahagia, sekarang papa dan ayah ingin merebut kebahagian putraku? aku tidak akan membiarkannya. Dan kalo sampai gadis itu meninggalkan putraku, aku akan menggugat cerai." mama Erika yang biasanya tidak banyak bicara seketika seperti emak-emak komplek dengan kekuatan kaleng rombeng bicara tanpa henti hingga membuat papa Jae Sung melongo.


Deg


Seketika dada kiri papa Jae Sung terasa sakit saat mendengar kata 'cerai' dari istri yang sangat dicintainya. Sambil memegang dada kirinya dia meringis menahan sakit.


Mama Erika yang kaget melihat suaminya kesakitan langsung mendekatinya.


"Sayang jangan minta cerai" ucap papa Jae Sung dengan terbata kemudian dia tak sadarkan diri.


Flashback off


Andrea sambil mendengar apa yang dibicarakan mamanya langsung mengecek cctv apartementnya.


"Sial dia pergi" sungut Andrea langsung menyambar kunci mobil dan bergegas keluar


"De mau kemana? mama belum selesai." teriak mama Erika sambil mengejar Andrea saat melihat Andrea langsung pergi tanpa mendengar lagi apa yang mamanya katakan.


Papa Jae Sung yang sedang beristirahat dikamarnya langsung keluar saat mendengar teriakan istrinya.


"Sayang kenapa?" tanya papa Jae Sung saat melihat mama Erika meringis kesakitan sambil memegang perut bawahnya.


"Andrea sayang, akhhh perutku sakit sekali." ringis mama Erika.

__ADS_1


"Sayang kita ke rumah sakit, ada darah di kakimu" ucap papa Jae Sung saat menyadari ada darah keluar di antara kedua kaki mama Erika.


Dengan segera papa Jae Sung membawa mama Erika ke rumah sakit.


***


Sementara Andrea selama perjalanannya ke mansion kakeknya, dia langsung menghubungi Aryana untuk membantunya mencari Mitha.


Tin tin tin


Dengan tidak sabaran Andrea terus membunyikan klakson mobilnya saat sampai di depan pintu gerbang mansion tuan Lee


"Cepat buka pintunya brengsek, lelet banget lo!" maki Andrea dengan bahasanya sendiri sedang yang dimaki hanya cengar cengir tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh tuan mudanya.


Sesampainya didepan pintu mansion, Andrea langsung mendorong pintu yang tidak bersalah itu dengan kasar.


"Kakek kakek keluar kek" teriak Andrea memenuhi ruang utama mansion.


Prang prang prang


Dengan emosi Andrea melemparkan guci kesayangan kakeknya yang berada didekatnya.


Semua pekerja mansion kaget dengan suara pecahan guci namun tak seorangpun yang berani mendekati tuan mudanya yang sedang dikuasai amarah.


"Ada apa ini? kenapa kau menghancurkan rumahku" seru tuan Lee keluar dari ruang kerjanya dan melihat pecahan guci di lantai bawah.


"Siapa yang mengusik istrimu anak nakal? kau jangan asal tuduh?" seru tuan Lee tak kalah tinggi suaranya dengan Andrea


"Paman Kim tanyakan pada kakek tua itu apa maksud dari surat ini" sahut Andrea pada asisten pribadi kakeknya.


"Maaf! tuan muda telah terjadi kesalah pahaman mengenai surat perjanjian ini" sahut paman Kim setelah sebelumnya membacanya.


"Aku meminta paman untuk memberikan surat itu pada kakek tua itu bukan untuk paman baca" ketus Andrea pada paman Kim.


"Kau pikir aku tidak tahu tentang surat yang kau bawa? kau tahu anak nakal, karena surat itu putraku terkena serangan jantung. Dan sekarang kau menuduhku terlibat dengan surat perjanjian konyol itu?" sahut tuan Lee dengan nada datar, "Andrea, kalau kau merasa pintar kenapa tidak kau tanyakan pada pamanmu Bens" sambungnya.


Andrea terdiam membenarkan apa yang kakeknya ucapkan.


"Aku pasti akan menanyakan hal ini pada om Bens setelah ku pastikan kakek dan papa terlibat atau tidaknya dalam hal konyol ini. Dan kalau sampai kakek atau papa terlibat, aku pastikan tidak akan pernah mau jadi pewaris kalian." ucap Andrea dengan penuh penekanan


"Tuan muda, tuan Jae Sung menelpon mengabari kalo nyonya Erika di rumah sakit" bisik Mark pengawal pribadi Andrea.


Tanpa bicara lagi, Andrea langsung bergegas menuju rumah sakit.

__ADS_1


"Maaf tuan besar, nyonya Erika dirawat dirumah sakit. saya permisi tuan" pamit pengawal Mark sebelum tuan besar Lee bicara kemudian dia pun segera menyusul Andrea.


***


Sementara di negeri yang berbeda, seorang gadis tengah melaksanakan test kecepatan tangannya. Setelah dinyatakan lolos kemudian tahap pengecekan dokumen.


"Kamu lulusan tahun sekarang?" tanya mbak penguji pada Mitha


"Iya bu"


"Kenapa kamu sudah dapat ijasah sedangkan anak saya baru kelulusan kemaren?" tanya Mbak penguji lagi


"Iya bu, soalnya saya beasiswa jadi didahulukan ijasahnya" jawab Mitha memberi alasan, "tidak mungkin kan aku jawab karena diusir jadinya ijasahku duluan"(batin Mitha)


"Sombong banget kamu mentang-mentang dapat beasiswa" ucap mbak penguji, "beneran ini ijasah kamu atau kamu telah memalsukan ijasah orang lain?" tanyanya kemudian dengan suara yang agak tinggi.


"Ada apa ini ribut-ribut?" ucap seorang wanita cantik dengan gaya stylish penuh wibawa


"Ini bu manager, adik ini telah memalsukan ijasahnya agar diterima kerja disini" jawab mbak penguji


"Sini saya lihat" sahut wanita cantik itu kemudian dia pun melihat membolak-balikkan ijasah yang dipegangnya, "tapi ini seperti asli" gumamnya


"Biar dia jadi urusan saya, kamu lanjutkan lagi mengetest yang lainnya" ucap si wanita cantik, "dan kamu Paramitha Putri ikut saya" sambungnya.


Deg deg deg


Jantung Mitha berdegung dengan kencang mukanya terasa panas, dia takut juga cemas ijasahnya diragukan keasliannya.


"Kenapa mukamu merah sekali?" tanya bu manager setelah sampai pada sebuah ruangan, "kamu pasti takut ya! sudahlah simpan saja takutmu karena aku tidak akan memakanmu" ucap bu manager


"Bu saya beneran gak bohong bu, itu ijasah asli karena saya mendapatkannya pas hari kelulusan langsung." ucap Mitha ingin meyakinkan bu manager


"aku tahu kho itu ijasah asli tapi kenapa kamu bisa lebih dulu dapat ijasah dibanding yang lainnya." tanya bu manager heran, "dan lagi panggil saja aku kak Kejora karena aku seniormu di SMA Garuda" sambungnya lagi.


"Baik bu eh kak, itu karena aku diberi oleh pak Bens langsung kak karena pak Bens tahu saya mau cari kerja" ucap Mitha


"Baiklah berikan no ponselmu" ucap kak Kejora


"Maaf aku aku gak punya ponsel soalnya tadi pagi abis dirampok" ucap Mitha sendu teringat dengan semua barang pemberian Andrea yang diambil perampok,


"Ndre, meski tanganmu memegangku hanya sementara tapi hatimu memegangku selamanya."(batin Mitha)


...*****...

__ADS_1


...Happy reading...


...Jangan lupa like comment vote dan di favorite ya!...


__ADS_2