Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
33. I love u


__ADS_3

Andrea dengan tergesa terus menyusuri pantai sambil sesekali mengecek handponenya melihat titik dimana Mitha berada. Sungguh dia benar-benar merutuki kebodohannya kenapa tadi malah berkumpul dengan teman-temannya saat akan menyusul Mitha ke rumah kakek Jo hingga setelah 3 jam bercengkeram dengan temannya dia baru teringat dengan niat awalnya. Tak ingin kepergiannya sia-sia saat menjemput Mitha ke rumah Kakek Jo mengingat hari telah beranjak sore, Andrea pun mencoba menghubungi Mitha tapi tak satupun panggilannya diangkat hingga dia pun mencari lewat gps di benda pipih canggihnya. Bukan rumah kakek Jo ataupun apartemen miliknya kini Mitha berada tapi jauh dari kedua tempat itu pantai.


Terlihat dari jauh ada seseorang yang sedang duduk dengan menelungkupkan kepala di lututnya sambil memandang jauh ke lautan lepas, Andrea yakin itu gadisnya istrinya. Seseorang yang dia klaim sebagai ibu dari anak-anaknya.


Saat jarak sudah begitu dekat terlihat bahu itu bergetar. Baru kali ini Andrea melihat sisi rapuh sahabatnya sekaligus istrinya. Bagaimanapun dia dulu mengerjainya tapi tak pernah sekalipun Mitha menangis begitupun saat temannya ada yang mengoloknya dia malah tertawa dan bilang mereka iri padanya.


" Ayah, bolehkah aku egois? aku gak mau dia pergi ninggalin aku dan memilih seseorang yang sempurna. Aku aku sangat mencintainya"


Deg! Andrea seketika mematung di belakang Mitha


"Kenapa dia berpikir aku akan ninggalin dia, akupun sama Tha ingin selalu bersamamu hingga kita menua bersama" (batin Andrea)


"Ayah, mungkinkah dia mencintaiku seperti aku mencintainya"


Andrea dengan segera memakaikan jaket pada Mitha yang sedari tadi sudah dilepasnya. Dia ikut duduk disamping Mitha sambil merangkul pundak Mitha.


Deg! Mitha dengan segera mengangkat kepalanya, dilihatnya seseorang yang dia adukan pada ayahnya sedang duduk disampingnya sambil memandang lekat padanya. Mitha dengan segera menghapus sisa-sisa air mata yang masih menetes di pipinya


"Aku juga sama Tha sangat mencintaimu mungkin lebih besar dari yang kamu miliki" ucap Andrea


Mitha tersenyum mendengarnya, "jangan menghiburku Ndre, aku ga pa pa kho" sahut Mitha yang belum yakin dengan ucapan suaminya.


"Bukannya kamu mau balikan sama kak Irene" tanya Mitha sendu, "apa aku akan diduakan atau kamu tinggalin?" sambungnya


Andrea menggelengkan kepalanya sebelum di menjawab pertanyaan Mitha.


"Nggak kedua-duanya, aku akan tetap bersamamu" sahut Andrea


" Tapi bukannya kamu bilang akan menjadikan kak Irene...."


"Sungguh aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu, saat aku serius kamu meragukannya tapi saat aku berbohong kamu malah mempercayainya" sahut Andrea memotong pembicaraan Mitha, dia tidak tahan Mitha meragukan cintanya


"Aku serius dengan perasaanku sama kamu, aku minta kamu percaya sama aku"


"Tapi aku lihat ...aku lihat kamu..."


"Kamu melihatku berpelukan dengan cewek lain di pesta?" Andrea mendesah kasar, dia yakin kalo Mitha sudah salah paham.


"Felly sama Kimmy cewek bule itu sepupuku. Kalo Irene dia sendiri yang mencuri ciuman di pipiku bukan keinginanku"


"Kamu masih tidak percaya?" tanya Andrea yang melihat Mitha hanya terdiam


" Sebenarnya aku sama Irene gak pernah pacaran, dulu dia sering titip salam sama kamu karena dia sedang pdkt sama bang Daniel kakaknya Kimmy yang waktu itu tinggal dirumahku" terang Andrea


"Bukannya kamu bilang....?"


" Iya aku bohong sama kamu tapi kamu dengan mudahnya percaya", sahut Andrea kemudian dia mengajak Mitha untuk berdiri

__ADS_1


"Dengerin aku baik-baik, gak ada cewek lain setelah mamaku yang sangat aku cintai selain kamu" ucap Andrea sambil menggenggam tangan Mitha


"Serius?"


"Aku tahu kamu ragu sama aku karena masa laluku kan? dari dulu yang aku cintai hanya kamu Tha, bukan mereka yang pernah jalan sama aku" sahut Andrea, " aku minta kamu jangan pernah meragukanku lagi" sambungnya.


Mitha menatap dalam manik mata Andrea mencari jawaban atas keraguan hatinya dan dia melihat kejujuran yang ada disana. Kini dia yakin cintanya tak bertepuk sebelah tangan seperti yang selama ini dia pikirkan. Mitha langsung menghambur ke pelukan Andrea, pelukan yang selalu menghangatkan hatinya.


"I love you Andrea Nata Wiratama" ucap Mitha pelan namun masih bisa di dengar oleh Andrea.


"I love you more Paramitha Putri" bisik Andrea sambil mengeratkan pelukannya.


Waktu berhentilah sejenak, jangan biarkan kebahagian ini cepat berlalu.


Andrea melonggarkan sedikit pelukannya, dengan sedikit membungkuk dia meraih candunya yang terlihat sedikit pucat menyalurkan semua rasa yang membuncah di dadanya. Andrea mengecupnya dengan kelembutan semakin lama keduanya semakin terbuai dengan suasana yang mereka ciptakan.


Setelah puas saling menyalurkan rasa, kedua insan yang sedang bahagia itu melepaskan pagutannya.


"Kita pulang sekarang, sebentar lagi gelap" ajak Andrea yang dijawab anggukan oleh Mitha.


Setelah menuruni batu besar tempat dimana tadi mereka duduk, Mitha yang lemas karena dari pagi belum makan jalannya sempoyongan.


Andrea yang sadar dengan kondisi istrinya langsung jongkok didepan Mitha


"Naiklah"


"Ga usah nanti aku berat"


Mitha pun dengan malu-malu naik ke punggung lebar Andrea.


"Kalo cape tidurlah, aku pastikan kamu nyaman tidur dipunggungku." sahut Andrea


"Keras Ndre punggungnya"


"Suamimu ini pria sejati nona makanya punggungnya keras bukan cowok melehoy"


"Masa? kho aku baru tahu ya"


" Baiklah nanti kita buktikan sampai apart, gimana?"


"Boleh, siapa takut" ucap Mitha yang belum sinkron dengan maksud Andrea dan Andrea hanya tersenyum smirk.


" Tha masih inget saat dulu kita kelulusan"


"Hmm...aku mandi kembang di depan teman satu angkatan"


"Bukan yang itu, yang aku tulis di baju kamu"

__ADS_1


" Yang kamu tulis I love u didada aku?"


"I love u more sayang, padahal aku serius waktu itu nulis kayak gitu"


" Trus yang kamu kasih bunga sambil jongkok"


" Itu juga aku beneran tapi aku takut ditolak kaya Yana makanya aku bilang becanda"


Hening


Mitha tak lagi bicara


"Tha kho diam, yang udah tidur ya" masih diam tak ada jawaban


"Tidurlah wife! jadikan punggungku tempat yang nyaman untukmu bersandar"


Saat sampai mobil hari sudah gelap, dengan pelan Andrea membangunkan Mitha.


"Sayang bangunlah dulu, kita udah sampai mobil" sahut Andrea sambil mendudukkan Mitha di kap mobil.


"Eh udah sampai mana Ndre"


"Parkiran, tunggu disini dulu aku buka dulu pintu mobilnya" sahut Andrea sambil berlalu untuk membuka pintu mobil


Andrea pun kembali membopong Mitha hingga masuk ke mobil.


"Yang bayarannya mana?" tanya Andrea


"Bayaran apa?" tanya Mitha yang gak ngerti maksud Andrea


"Bayaran tadi abis gendong kamu"


" Kamu gak ikhlas?"


"Ikhlas kho tapi aku juga ingin ada bayarannya, sini aku kasih tahu" sahut Andrea sambil mengarahkan telunjuknya agar Mitha mendekat dan Mitha pun mengikuti perintah Mitha.


Cup


Andrea langsung menempelkan bibirnya pada bibir Mitha. Lagi mereka melakukannya dengan penuh perasaan bukan ***** yang memburu.


"Makasih bayarannya my wife" ucap Andrea setelah melepaskan pagutannya kemudian dia melajukan mobilnya.


Mitha hanya tersenyum malu-malu dengan muka yang memerah.


"Makasih ya Allah untuk kebahagian hari ini"(batin Mitha)


...*****...

__ADS_1


...Happy reading...


Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!


__ADS_2