
Ceklek
Mitha membuka pintu kamar setelah tadi dia bilang pada Andrea akan mandi di kamar bawah. Dilihatnya diluar sudah tidak ada mama Erika. Dengan bergegas Mitha menuju kamar Andrea dilantai 2 takut mama Erika melihat penampilannya yang berantakan.
Ting
Lift berhenti di lantai dua dan Mitha keluar langsung menuju kamar Andrea.
"Mitha" panggil mama Erika saat Mitha baru memegang knop pintu kamar.
"Iiya mah" jawab Mitha gugup, "ada apa mah" tanya Mitha kemudian dengan membalikkan badannya menghadap mama Erika karena alangkah tidak sopannya dia bila bicara dengan ibu mertua dengan memunggunginya.
Mama Erika mengulas senyum melihat penampilan Mitha yang jauh dari kata rapi, rambut acak-acakan, baju kusut dan jangan lupakan tanda cinta Andrea yang bertebaran di leher dan dada atas Mitha yang terekspos bebas.
"Sepertinya putraku sudah jadi lelaki sejati"(batin mama Erika)
"Tha, Andreanya mana?" tanya mama Erika, "tadi mama telponin gak diangkat terus dicari keliling rumah juga tidak ketemu, kalian dari mana" tanya mama Erika kemudian.
"Iitu mah tadi kita ketiduran di kamar atas" lagi-lagi Mitha menjawab dengan gugup.
"Oh pantes saja, karena memang itu kamar persembunyian Andrea. Tidak ada yang bisa masuk tanpa ijinnya dia" terang mama Erika
"Ya sudah mandi dulu aja Tha, mama tunggu dibawah ya!" ucap mama Erika dengan terus mengulas senyum
"Iya mah, Mitha masuk dulu" sahut Mitha kemudian masuk kedalam kamar setelah mama Erika pergi.
Mitha langsung menuju kamar mandi untuk mandi besar menghilangkan sisa percintaannya dengan Andrea meski masih terasa perih di area **** * tapi rasa paniknya mengalahkan rasa perihnya. Tapi saat buang air kecil perih dan linu itu terasa kembali.
"Ishh ga enak banget jalannya," gumam Mitha pelan karena merasa tidak nyaman di area **** *
"Kenapa yang? masih sakit?" tanya Andrea yang sedari tadi memperhatikan Mitha menyisir rambutnya di tempat tidur.
"Hmm, sedikit" jawab Mitha malas lalu duduk dipinggir ranjang
"Kamu nyesel?"
"Nyesel untuk?"
"Karena udah ngasih yang paling berharga sama aku"
Seketika Mitha menghentikan menyisir rambutnya dan menoleh ke arah Andrea yang sedang menatapnya lekat sambil tiduran.
"Aku gak nyesel" jawab Mitha dengan menghela nafas sebentar, "dan kamu memang berhak mendapatkannya" sambungnya.
"Makasih mamanya anak-anakku" sahut Andrea langsung menarik Mitha ke dalam pelukannya.
"Tunggu aku pulang, kalo ada apa-apa hubungi no mama karena selama disana hp ku pasti disita biar aku fokus pada test yang kakek kasih." Ucap Andrea kemudian dan Mitha hanya mengangguk tanda mengerti
__ADS_1
Tok tok tok
Mitha bangkit dari dekapan Andrea kemudian membukakan pintu kamarnya, terlihat bi Sumi ada di depan pintu.
"Neng, itu kata Nyonya disuruh cepetan turun" ucap bi Sumi
"Iya bi kita turun sekarang," bukan Mitha yang menjawab tapi Andrea yang sudah berdiri di belakang Mitha.
Sesampainya dilantai bawah terlihat mama Erika sedang mengobrol bersama Aryana dan keempat sepupunya.
"Udah tahu mau pergi malah sebar benih boy" sahut Peter yang langsung melihat cara jalan Mitha yang beda
"Ngoceh mulu lu bang!" seru Andrea
"Udah berantemnya nanti aja, ayo kita berangkat papa udah nungguin" ajak mama Erika, "Tha, andrea sudah bilang kan?" tanya mama Erika memastikan
"Udah mah" jawab Mitha
"Sayang maaf ya, mama sama papa belum bisa mengajakmu kesana." ucap mama Erika, "nanti kalau semuanya sudah baik, kita liburan bareng kesana." sambung mama Erika.
"Iya mah ga papa, Mitha juga udah minta ijin sama Andrea mau liburan di kampung ibu" jawab Mitha
"Nanti minta antar sama pak Komar aja"
"Gak usah mah, Mitha udah biasa naik bis kesananya."
"Hati-hati ya sayang dan titip salam buat ibu"
"Ya udah ayo kita berangkat" ajak mama Erika pada Andrea dan keponakannya.
Setelah berpamitan pada Mitha, mama Erika dan yang lain menuju mobil sedang Andrea masih tertahan di tempatnya.
"Yang, aku pergi dulu ya" ucap Andrea sambil memeluk Mitha. Ada perasaan enggan untuk pergi jauh dari istrinya, tapi apalah daya tuntutan dari kakeknya mengharuskan dia untuk pergi.
"Hati-hati" ucap Mitha dengan suara serak menahan tangis, "dan cepat pulang" sambungnya
"Aku usahakan untuk cepat pulang, salam buat ibu" ucap Andrea sambil menangkup kedua pipi Mitha dengan tangannya.
Dengan lembut Andrea mulai mencium Mitha hingga saat dimenit ke lima Orion masuk tanpa permisi
"Anjrittt....kalian menodai mataku yang suci" pekik Orion saat melihat Andrea dan Mitha sedang bertukar saliva. Niat hati untuk memanggil Andrea agar cepat masuk ke mobil tapi malah disuguhkan pemandangan yang membuat jiwa jomblonya meronta.
"Ck! ganggu aja lu bang" sungut Andrea kesal sedang Mitha hanya menunduk malu karena terciduk oleh idolanya.
Setelah berbagai drama di pagi hari, Andrea pun dengan hati yang enggan berangkat ke negeri papanya bersama mama Erika, papa Jae Sung dan keempat sepupunya. Sedang Mitha berpamitan pada bi Sumi untuk ke rumah kakek Jo karena rencananya besok Mitha akan berangkat ke kampung ibunya.
***
__ADS_1
"Kek, nek, ade bernagkat dulu ya!" pamit Mitha pada nenek dan kakeknya.
"Ade hati-hati ya dijalan," ucap kakek Jo, "meski kakek tidak bisa selalu bersama ade tapi do'a kakek selalu menyertai dimanapun ade berada" sambung kakek Jo dengan sendu
"Iya ade harus jaga kesehatan, jangan makan sembarangan biar perutnya tidak gampang sakit," ucap nenek Sri menimpali ucapan kakek Jo, "ade harus sehat harus bahagia harus jadi orang sukses agar nenek dan kakek merasa tenang" sambung nenek Sri denga menitikkan air matanya.
Selalu berat yang nenek Sri rasakan saat harus melepas kepergian Mitha meski itu untuk liburan ke kampung ibunya.
"Iya, nenek sama kakek tenang aja. Mitha pasti bisa jaga diri kho," ucap Mitha, "aku khan anak mandiri kesayangan kakek dan nenek" sambungnya lalu memeluk kakek dan neneknya bergantian.
"Ade sayang sama kakek dan nenek, makasih untuk semuanya dan maafkan ade belum bisa membalas kebaikan kakek dan nenek" ucap Mitha sendu, entah kenapa dia merasa sangat berat pergi meninggalkan kakek dan neneknya untuk liburan di kampung ibunya.
"Baik-baik disana, jangan merepotkan ibu," lagi-lagi kakek Jo berpesam pada Mitha
"Iya kek" ucap Mitha lalu menyalami kakek dan neneknya karena angkot menuju terminal sudah terlihat.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam akhirnya bis yang Mitha tumpangi sampai di kota tujuan, dengan menaiki angkot sampailah Mitha di kedai Mie ramen milik ibunya.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam, Tetehhh" ucap Reyna adik perempuan Mitha dan seketika mereka berpelukan melepas rindu.
"Ibuuuu teh Mitha datang" teriak Reyna tanpa perduli pada pelanggan yang sedang makan
Ibu yang sedang didapur langsung keluar mendengar teriakan putrinya.
"Mitha.." bu Sinta langsung memeluk putri pertamanya
"Na ajak teteh istirahat di rumah, ibu mau menyiapkan makanan dulu," ucap bu Sinta pada Reyna
"Iya bu"
Setelah saling melepas rindu dengan keluarga baru ibunya, Mitha pun beristirahat di kamar Reyna, adik beda ayah yang masih bersekolah di SMP kelas 1
Drttt drttt drttt
Baru juga Mitha akan memejamkan matanya, terdengar suara getar dari handponenya dan terlihat 'Bude Risma is calling'
"Hallo assalamu'alaikum bude"
"Wa'alaikumsalam, Tha lagi dimana?"
"Aku dirumah ibu, kenapa emang bude"
"Kenapa pergi ke rumah ibumu, kakek Jo masuk rumah sakit."
...*****...
__ADS_1
...Happy reading...
...Jangan lupa like comment vote rate dan di favorite ya!...