Obsesi Cinta Pertama

Obsesi Cinta Pertama
86. Cinta Bella


__ADS_3

"Eh elu Bel, iya gue kuliah disini. Lu ambil jurusan apa?" tanya Andrea


Sedang Mitha langsung merengut tidak suka, "siapa sih nih cewek, pasti mantannya Andrea"(batin Mitha)


"Gue ambil akuntansi, ini Mitha kan?" tanya Bella memastikan


"Kho kamu kenal aku" tanya Mitha heran


"Iyalah! kamu tuh selalu jadi topik hangat pembicaraan Andrea dan Aryana" sahut Bella


"Ngomongin apa yang?" tanya Mitha pada Andrea


"Gak ada, ngarang dia. Lagian ngapain sih lu kesini Bel, ganggu aja!" sahut Andrea ketus


"Ya tentu saja buat nyari pangeran gue Aryana, tapi kho dia gak kelihatan" tanya Bella


"Noh masih dikelas, kesana aja kelas kosong kho" sahut Andrea


"Beneran?"


"Benerlah, mana pernah gue boong kalau lagi jujur" sahut Andrea meyakinkan.


"Diruang berapa Ndre?" tanya Bella


"Ruang 201, coba aja cari disana pasti ada" sahut Andrea


Bella pun langsung beranjak pergi menuju kelas Aryana.


"Yang bukannya masih ada kelas ya? kho kamu bilang kosong? tanya Mitha pada Andrea


"Biarin aja yang, sekali-kali ngerjain anak orang. Palingan dia balik lagi" sahut Andrea.


Dan benar saja, tak berselang lama Bella kembali ke kantin sambil berlari kecil.


"ANDREA KAMPRET" teriak Bella menggema memenuhi isi kantin sehingga semua orang yang ada disana mengarahkan pandangannya pada Bella.


Ppfth hahahaha..


Andrea tertawa terbahak-bahak melihat kemarahan Bella, "Emang enak gue kerjain"(batin Andrea)


"Lu tega banget ndre," seru Bella dengan mengerucutkan bibirnya.


Flashback on


Bella dengan senyum yang terus mengembang berjalan dengan terburu-buru, rasanya sudah tidak sabar dia akan bertemu dengan Aryana pangeran impiannya. Meski sudah berpuluh kali Aryana menolaknya dan terus-terusan menghindarinya tapi Bella tidak mengenal lelah untuk terus berusaha mendapatkan hatinya. Menurut Bella sekeras apapun hati Aryana kalau terus diberi perhatian olehnya pasti suatu hari akan luluh juga.


Sesampainya di ruang 201 dengan tidak sabaran Bella langsung membuka pintu dengan kasar.


Brakkk

__ADS_1


Semua isi kelas mengarah padanya tak terkecuali Dosen yang sedang mengisi kelas.


"Siapa kamu? Ada perlu apa kamu mendobrak pintu seperti seorang preman?" tanya Pak Dosen ketus karena merasa terganggu.


Bella yang malu karena menjadi fokus para mahasiswa yang sedang belajar pun menjadi gugup.


"I itu pak, saya salah masuk kelas. Iya bener pak salah masuk kelas" sahut Bella gugup sehingga seisi kelas menyorakinya.


Tanpa pamit lagi Bella langsung berlari menuju kantin.


Flashback off


"Kasian banget Bella, sini duduk dulu Bel" sahut Mitha yang tidak tega pada Bella


"Yang jangan terlalu baik sama dia, dia itu komplotannya Resha" sahut Andrea pada Mitha


"Aku memang temenan baik sama Resha tapi aku tidak sama dengan dia yang suka menghalalkan segala cara." ucap Bella sewot karena selalu disamakan dengan Resha.


"Maybe, kita lihat aja kedepannya lu gimana Bel" sahut Andrea yang tidak mau basa basi


"Lu mah Ndre selalu aja berprasangka buruk, padahal gue tuh tulus cinta sama Aryana tapi kenapa gak pernah dianggap. Apa coba kurangnya gue, gue cantik iya, tajir juga iya, gue juga gak pernah jahatin orang tapi Ar kenapa gak pernah melihat kearah gue. Selalu saja Mitha Mitha yang jadi perhatiannya" ucap Bella sendu


"Lah malah curhat dia"(batin Andrea)


"Sabar ya Bel, kalau jodoh tidak akan kemana" ucap Mitha yang berusaha menenangkan.


"Kurang sabar apa lagi coba, gue tuh udah ngejar dia dari jaman SD tapi dia gak pernah mau gue deketin" Bella malah bercerita pada Mitha dengan mata berkaca-kaca.


"Mana bisa Tha, gue cintanya sama Aryana bukan yang lain" Bella kekeh dengan pendirian.


"Memang benar kata orang kalau kita kasih masukan sama orang yang dimabuk cinta akan sia-sia"(batin Mitha)


"Udah yuk yang kita ke kelas, jam dosen tadi udah abis" ajak Andrea pada Mitha.


"Kita ke kelas dulu ya Bel, jangan sedih! cinta pasti menemukan jalannya" ucap Mitha sebelum beranjak pergi dan Bella hanya menganggukkan kepalanya.


"Ternyata Mitha baik juga, gak seperti yang suka Resha ceritakan" gumam Bella pelan.


***


Setelah jam perkuliahan selesai, Aryana Andrea Mitha Akas dan Zyan berjalan beriringan membuat para gadis yang melihatnya histeris dengan penampilan keempat cogan namun saat mereka menyadari ada seorang gadis yang sudah bukan gadis lagi diantara cogan itu, ada tatapan iri yang menyorot ke arah Mitha. Apalagi saat Andrea merangkul bahunya seperti biasa, banyak yang berandai seandainya dia yang dirangkul seperti itu.


"Yang pulang dari sini, aku ke kantor papa dulu ya!" ucap Andrea


"Aku ikut dong! males ikh di rumah ngelihat Tini yang suka kecentilan sama satpam sebelah" rengek Mitha


"Ikut sama aku aja Tha, kita nongkrong dulu di cafe"ajak Zyan


"Gak ada, pokoknya nanti langsung pulang" sewot Andrea, "enak aja mau ngajak istri gue jalan" pikir Andrea

__ADS_1


"Sama aku aja Tha, tapi kita ke butik dulu. Tadi mama minta diantar ke tempat pelanggan" sahut Aryana


"Gak ada, nanti Mitha cape. Dia kan lagi hamil Ar" lagi-lagi Andrea menolak usulan Aryana.


"Kalau mau ikut sama aku ayok Tha, nanti kamu tunggu aku kerja sambil nonton drakor" usul Akas yang memang sudah mulai bekerja di perusahaan papanya semenjak masih dari bangku SMA.


"Gak bisa, pokoknya Mitha harus sama gue" sahut Andrea dan teman-temannya hanya mengendikkan bahunya.


"Yang aku lapar" rengek Mitha sambil mengelus perutnya. Padahal dia malas mendengar perdebatan keempat cowok.


"Ya udah yuk! mau makan dimana?" sahut Andrea


"Aku pengen soto betawi yang ada di kota JB," sahut Mitha melas.


"Aku kan gak tahu dimana yang jualnya yang, lagian itu kan jauh banget" sahut Andrea


"Kan bisa tanya Kak Kejora belinya dimana?" rengek Mitha


"Tapi itu jauh banget, aku juga mau ke kantor dulu" sahut Andrea kesal


"Udah ayok Tha aku anterin," Zyan langsung menawarkan diri apalagi melihat Mitha udah cemberut dengan mata yang berkaca-kaca karena Andrea tidak mau mengantarnya.


Andrea malah tambah kesal karena Zyan mau mengantar Mitha ke kota JB.


"Udah ayok berangkat!"seru Andrea


"Aku gak mau kalau kamunya marah-marah gitu, aku mau sama bang Zy aja" sahut Mitha dengan menahan air matanya agar tidak menetes. Kemudian berjalan mendahului ke arah parkiran


Puk


"Ndre sama orang hamil harus lebih sabar lagi, mungkin itu keinginan anakmu. Lihat Mitha hampir nangis" ucap Akas yang sudah tahu tentang kehamilan Mitha karena diberitahu oleh Zyan


Andrea menghembuskan nafasnya kasar sambil menyugar rambutnya kebelakang untuk menetralkan kekesalannya.


"Ya udah deh gue ijin dulu gak masuk kerja" gumam Andrea pelan.


Andrea pun langsung mengejar Mitha karena tidak ingin Mitha marah karena keinginannya tidak dituruti.


"Sayang ayok kita main ke tempat Kak Kejora, kita makan soto betawi disana sepuasnya" rayu Andrea


"Kamu kan sibuk, aku berangkat sama bang Zy aja" ketus Mitha


"Nggak kho yang, hari ini aku cuti kerja." sahut Andrea, "anaknya papa mau makan soto ya! ayo kita main ke apart Aunty Kejora" sambung Andrea sambil berjongkok di depan Mitha dan mencium perut Mitha yang mulai buncit.


Mitha yang sedang kesalpun mendadak menyunggingkan senyumnya melihat Andrea yang mengajak bicara pada anaknya yang masih ada di perut.


"Aku ikut dong Ndre!"


...*****...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like comment vote dan favorite ya!...


__ADS_2